Dalam Kunjungan menteri pertanian (Andi Amran Sulaiman) ke Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan yang didampingi oleh Dirjen Tanaman Pangan (Ir.Dadih Permana, M.Ec.Dev), pada tanggal 20 April 2015. Dihadiri oleh Kepala Dinas pertanian, Kepala BP4K dari 17 kabupaten/Kota, Bakorluh Provinsi Sumatera Selatan. Presiden RI telah menetapkan bahwa dalam kurun waktu tiga tahun (2015-2017) Indonesia harus swasembada pangan terutama beras. Indikatornya tidak ada impor beras/substitusi impor, meskipun dalam WTO masih dimungkinkan adanya ruang impor. Untuk itu kita harus mendorong ekpor beras sehingga neraca perdagangan beras kita surplus. Hal tersebut merupakan lanjutan dari Pidato Presiden RI pada saat pengambilan sumpah sebagai Presiden RI tanggal 20 Oktober 2014, menyatakan bahwa pemerintahan Jokowi-JK memastikan seluruh rakyat Indonesia mendapat pelayanan publik dari pemerintah, salah satunya adalah penyediaan pangan.untuk mewujudkan tujuan tersebut menteri pertanian dalam sambutannya mengatakan swasembada akan selesai apabila ada kebersamaan, egois lintas sektoral kita hilangkan. Negara kita akan kuat apabila pangan kita kuat. Dalam upaya pencapaian sasaran tersebut, Kementerian Pertanian secara serius, sistematis dan terfokus mengidentifikasi permasalahan kunci yang meliputi: masalah benih, pupuk, tenaga kerja, infrastruktur pengairan, penyuluhan, harga dan koordinasi dengan instansi terkait.Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut pemerintah telah menyediakan dana kontingensi pada akhir tahun 2014 untuk program percepatan optimasi lahan yang meliputi penyediaan benih, pupuk dan alsintan. Dukungan lain dalam pelaksanaan kegiatan ini, terutama melalui penguatan peran Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP3K/BPP) sebagai Pos Simpul Koordinasi Program dan Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Pertanian di Kecamatan, dengan mengalokasikan dana fasilitasi kegiatan penyuluhan di BP3K/BPP untuk mendukung swasembada Padi, Jagung dan Kedelai. (Penulis mursyidah admin Sumsel)