Telur konsumsi dihasilkan dari hasil budidaya ayam petelur yang model pemeliharaan ayamnya tidak membutuhkan ayam jantan.Pemeliharaan ayam petelur tanpa ada ayam pejantan sudah membudaya pada pemeliharaan ayam ras petelur. Kwalitas telur konsumsi sangat tergantung dari beberapa syarat yang ditentukan oleh konsumen. Artinya petani ternak pengelola usaha budidaya ayam petelur dalam menghasilkan produksi telur konsumsi harus mau dan mampu mendengarkan suara konsumen. Sumber www, google, com. Permintaan telur konsumsi yang dipersyaratkan konsumen Petani ternak ayam petelur usaha budidaya telur konsumsi, dalam mengelola usaha dianjurkan untuk mampu memenuhi permintaan pasar atau minat konsumen pada telur konsumsi dengan persyaratannya , diantaranya :1. Berat telur atau besar telur disesuaikan dengan permintaan konsumen dan tentunya masing masing kriteria akan sangat menentukan harga telur konsumsi. Penggolongan berat telur konsumsi terbagi menjadi tiga katagori grade yaitu 1) Grade A telur konsumsi berisi 16 – 17 butir/ kg, 2) Grade B telur konsumsi berisi 18 – 19 butir/ kg dan 3) Grade C telur konsumsi berisi 20 butir /kg. Karena itu petani ternak ayam petelur setelah panen dianjurkan melakukan sortir telur ayam sesuai permintaan konsumen2. Kebersihan kulit telur juga menentukan daya tarik bagi konsumen. Telur yang kotor biasanya dibudidayakan dari kandang litter.Telur yang kotor tidak boleh dibersihkan dengan air akan berakibat telur cepat busuk. Hal ini disebabkan sebagain air masuk kedalam telur melalui pori pori kulit telur. Dan akibatnya tumbuh bakteri yang akan mempercepat busuknya telur. Cara tepat membersihkan telur dari kotoran dapat dilakukan dengan dua cara, 1) pengusapan dengan kain lap kering jika telur konsumsi akan disimpan dahulu sebelum dipasarkan, 2) menggunakan lap basah dan selanjutnya dikeringkan jika telur konsumsi akan segera dipasarkan3. Pemasaran telur konsumsi dianjurkan dalam keadaan segar yaitu umur telur tidak lain lama dan barunya telur. Telur konsumsi baru dikenal dengan nama fresh egg yang banyak diminati konsumen dan harganya lebih mahal dari pada telur konsumsi yang sudah lama disimpan.4. Telur konsumsi yang menjadi minat pilihan konsumen berbentuk normal yaitu bulat telur, satu ujung telur meruncing dan bagian ujung yang lain berbentuk bulat. Telur konsumsi yang berbentuk tidak normal misalnya bagian tengah mengecil memanjang menjadi telur konsumsi yang diafkir oleh konsumen5. Kulit telur konsumsi harus berkulit cukup tebal supaya tidak mudah retak atau pecah bila pemasaran berjarak jauh. Penampilan kulit telur harus rata dengan warna kulit bersih jernih untuk kulit telur yang berwarna putih maupun coklat.Kulit telur konsumsi yang lembek atau transparan tidak akan laku dipasarkan.Pengambilan telur konsumsi di kandangPada pemeliharaan ayam ras petelur model kandang litter atau postal telur ayam harus segera diambil dengan jadwal pengambilan telur berselisih 1- 2 jam sekali. Jika tidak dilakukan pengambilan telur secepatnya petani ternak ayam petelur akan dirugikan. Hal ini disebabkan banyak telur yang pecah atau retak bahkan tidak menutup kemungkinan dapat terjadi telur akan dimakan oleh ayam yang ada dikandang. Pengambilan telur dari kandang sebaiknya menggunakan keranjang .telur dengan kapasitas maksimum 5-6 kg. Selain keranjang telur juga dapat digunakan egg tray. Dan lakukan pemisahan telur sesuai kondisi nyatanya telur yang dihasilkan dari kandang sesuai jadwal pengambilan telur. Artinya pisahkan kondisi telur yang masih bagus dengan telur yang retak atau telur yang pecah. Dan jangan lupa lakukan administrasi pencatatan telur sesuai kondisi nyata keadaan telur yang dihasilkan dari kandang.Pada kandang ayam petelur bentuk baterai pengambilan telur dapat dilakukan satu kali pada jam 16.00 atau pengambilan telur dua kali sehari yaitu jam 12.00 dan jam 16.00 Dianjurkan pengambilan telur dilakukan dua kali sehari agar pengangkutan telur dari ke gudang tidak dirasakan berat. Pengiriman pemasaran telurPengiriman telur dianjurkan menggunakan peti telur yang dapat dibuat sendiri dari kayu jinjing ataupun papan bekas kotak barang. Bila pembuatan peti telur dilakukan sendiri usahakan muatan peti telur tidak lebih dari 15 kg dengan tinggi peti kira kira 30 cm. Selain menggunakan peti telur yang dibuat sendiri, juga dapat digunakan egg tray dalam pengiriman telur yaitu tempat telur dengan bentuk khusus yang terbuat dari bahan karton maupun plastik.Penggunaan peti telor dan egg telur pada saat pengiriman telur tidak selamanya sekali pakai. Tetapi juga dapat dilakukan berulang ulang artinya dilakukan ganti tempat dengan konsumen yaitu petani telor pengelola ayam petelor mengirimkan peti telor atau egg yang berisikan telor selanjutnya konsumen mengembalikan peti telur atau egg tray untuk digunakan pada pengiriman berikutnya. Sebaiknya jika dilakukan penukaran peti telur dan egg tray dianjurkan dilakukan pencucian atau penyemprotan peti telur atau egg tray dengan disinfektan untuk mencegah terjadinya penyebaran bibit yang menempel pada peti telur atau egg tray . Nani Priwanti - Penyuluh Pertanian PPMKP CiawiSumber. Soeprapto Hadi Soeparto, BBA. Teknik & Management Ayam Petelur. Penerbit bekerja sama dengan CV Wonder Pharmaceutical Indonesia, 1980