Loading...

KWT Desa Tasikmadu Kec. Watulimo Kab. Trenggalek Meraih Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara

KWT Desa Tasikmadu Kec. Watulimo Kab. Trenggalek Meraih Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara
Berawal dari keprihatinan melihat hasil panen pisang yang melimpah di Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo yang hanya bisa terjual dengan harga sangat rendah, maka muncullah suatu ide untuk melakukan pengolahan pisang menjadi produk yang bernilai ekonomi lebih tinggi. Dengan bekal keyakinan dan pengalaman yang ada, masyarakat desa sepakat untuk mengolah bahan baku pisang menjadi kripik pisang. Untuk itu disepakati pembentukan kelompok usaha bersama dengan kegiatan awal berupa proses pengolahan kripik pisang sampai pemasarannya. Akhirnya pada tanggal 10 April 2008, atas dasar kesepakatan bersama terbentuklah sebuah kelompok wanita tani yang diberi nama KWT "Sumber Rejeki", diketuai oleh Ibu Susanti. Dengan jumlah anggota mencapai 40 orang, usaha pun kemudian berkembang. Tak hanya memproduksi kripik pisang, saat ini KWT Sumber Rejeki juga melakukan pengolahan hasil pertanian berupa pembuatan kue basah dan kue kering, serta kegiatan pengolahan hasil perikanan berupa pembuatan bakso, abon, dan krupuk dengan bahan baku dari ikan laut. Pertemuan rutin diadakan setiap tanggal 10. Dalam pertemuan rutin ini anggota kelompok mendapatkan bimbingan dari penyuluh, baik dalam hal manajemen, administrasi, maupun dalam pembinaan ketrampilan berupa teknologi pengolahan pertanian dan diversifikasi produk. Bagi anggota KWT, pembinaan dari penyuluh sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilannya berkaitan dengan bidang yang digelutinya. Selain itu, adanya pertemuan rutin juga dimanfaatkan untuk bersama-sama membahas rencana kegiatan kelompok yang akan datang serta membahas berbagai permasalahan di tingkat kelompok untuk dicari pemecahannya. Sebagai bentuk ikatan bagi anggota, dalam pertemuan tersebut diadakan kegiatan arisan dan semacam perkoperasian. Melalui kegiatan berkoperasi, dilakukan pemupukan modal kelompok secara mandiri berupa simpanan pokok, simpanan wajib, dan pengembangan modal usaha anggota. Dari modal sebesar Rp 415.000,- sekarang telah berkembang menjadi Rp 35.706.153,-. Keberadaan KWT Sumber Rejeki terbukti mampu menjadi wadah belajar dan bekerja sama bagi para anggotanya sehingga terlihat adanya peningkatan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan serta peningkatan perkembangan usaha para anggotanya. Sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan dan taraf hidup para anggotanya serta memperluas kesempatan kerja. Dengan pemanfaatan sumberdaya alam yang melimpah ditunjang dengan teknologi pengolahan yang kreatif dan inovatif, KWT Sumber Rejeki mampu memanfaatkan bahan pangan lokal sehingga menjadi produk yang bernilai ekonomis tinggi yang dapat membantu mencukupi kebutuhan pangan serta membantu mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan. Dengan demikian sangat layak apabila KWT ini memperoleh Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara Tingkat Nasional tahun 2013 untuk kategori Pelaku Pembangunan Ketahanan Pangan. Penghargaan berupa trofi, sertifikat, serta uang pembinaan dari Presiden RI yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI Boediono dan Menteri Pertanian Suswono pada tanggal 29 November 2013.