Loading...

KWT Mawar Desa Rantau Karau Hilir Kec. Sungai Pandan Membuat Pupuk Organik Hijau Secara Sederhana Dengan Penyuluh WKPP

KWT Mawar Desa Rantau Karau Hilir Kec. Sungai Pandan Membuat Pupuk Organik Hijau Secara Sederhana Dengan Penyuluh WKPP
Pada hari Senin tanggal 28 September 2020, Penyuluh WKPP Farida Adriani, SP bersama dengan KWT Mawar Desa Rantau Karau Hilir melaksanakan kegiatan Demonstrasi Cara Pembuatan pupuk organik hijau secara sederhana (kompos). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai awal kegiatan rencana penananam sayuran dalam polybag, untuk itu kelompok menginginkan sayuran tersebut ditanam dengan tambahan media tanam kompos yang dibuat sendiri oleh KWT Mawar. Fungsi pupuk disini adalah sebagai salah satu sumber zat hara buatan yang diperlukan untuk mengatasi kekurangan nutrisi terutama unsur nitrogen, fosfor dan kalium. Pupuk dapat diberikan lewat tanah / disemprotkan ke daun. Salah satu jenis pupuk organik adalah kompos. Pupuk kompos Adalah pupuk yang dibuat dengan cara membusukkan sisa-sisa tanaman. Pupuk jenis ini berfungsi sebagai pemberi unsur hara yang berguna untuk perbaikan struktur tanah Pupuk hijau adalah adalah Bagian tumbuhan hijau yang mati dan tertimbun dalam tanah. Pupuk jenis ini memiliki perimbangan C/N rendah sehingga dapat terurai dan tersedia bagi tanaman, sumber nitrogen yang baik dan penambah unsur mikro. Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari makhluk hidup seperti pelapukan sisa tanaman dan hewan, bisa berbentuk padat / cair yang digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Sumber bahan organik bisa dari kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen (jerami, brangkasan tongkol jagung dan sabut kelapa), limbah ternak, limbah industry yang menggunakan bahan pertanian dan limbah kota (sampah). Keunggulan dan fungsi pupuk organik antara lain adalah : Mengandung unsur hara makro dan mikro walaupun jumlahnya sedikit. Dapat memperbaiki struktur tanah sehingga tanah menjadi gembur. Memiliki daya simpan air yang tinggi. Lebih tahan serangan penyakit pada beberapa tanaman. Meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah yang menguntungkan. Menutrisi tanaman dan menyehatkan tanah. Cara membuat pupuk organik hijau yaitu : Bahan dan Komposisi 100 kg hijau daun / sampah dapur 5 kg dedak halus ¼ gula pasir / gula merah ¼ liter bakteri (EM4) 100 liter air / secukupnya Caranya adalah Hijau daun / sampah di cacah dan di basahi. Campurkan dedak halus dengan hijau daun. Cairkan gula pasir / gula merah dengan air. Masukkan EM4 ke dalam air. Campurkan dengan cairan gula pasir / gula merah. Aduk hingga rata. Cairan EM4 dan gula disiramkan pada campuran hijau daun / sampah dan dedak. Aduk sampai rata, kemudian ditumpuk hingga ketinggian 15 – 20 cm dan ditutup rapat. Dalam waktu 5 – 7 hari pupuk hijau sudah bisa di buka dan jika matang, maka pupuk hijau bisa digunakan. Penggunaan EM4 : EM4 mengandung 90% bakteri Lactobacillus sp. (bakteri penghasil asam laktat) pelarut fosfat, bakteri fotosintetik, Streptomyces sp, dan jamur pengurai selulosa. EM4 merupakan suatu tambahan untuk mengoptimalkan pemanfaatan zat-zat makanan karena bakteri yang terdapat dalam EM4 dapat mencerna selulose, pati, gula, protein, lemak. Keunggulan penggunaan EM4 adalah pupuk organik (kompos) dapat dihasilkan dalam waktu yang relatif singkat. EM4 juga dapat menekan pertumbuhan patogen tanah, mempercepat fermentasi limbah dan sampah organik, meningkatkan ketersediaan unsur hara pada tanaman, meningkatkan aktivitas mikroorganisme yang menguntungkan, serta mengurangi kebutuhan pupuk dan pestisida kimia Cairan Bahan yang paling baik digunakan sebagai bahan pembuatan kompos ini adalah dedak karena mengandung zat gizi yang sangat baik untuk mikroorganisme. Selain itu, larutan gula berfungsi untuk memperoleh energi bagi perkembangbiakan jumlah EM4 yang diaktifkan selama proses pembuatan kompos. (Farida Adriani, SP)