Loading...

LAHAN PADI TADAH HUJAN DESA TOPANG KECAMATAN RANGSANG KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI

LAHAN PADI TADAH HUJAN DESA TOPANG  KECAMATAN RANGSANG KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Oleh: Yogie Purnama Hadi, S.Pi PPL Desa Topang Kecamatan Rangsang Desa Topang merupakan sebuah desa yang menempati satu pulau terluar perbatasan antara Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau. Desa Topang termasuk dalam Kecamatan Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti dengan jumlah penduduk 2.779 jiwa dengan jenis pekerjaan pada umumnya petani, nelayan dan buruh. Selain itu, Desa Topang merupakan salah satu desa binaan Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Kepulauan Meranti dalam pengembangan sektor pangan dibidang pertanian yaitu padi. Desa Topang telah mendapatkan bantuan pemerintah berupa cetak sawah yang mana pada tahun 2014 seluas 50 Ha dan tahun 2015 seluas 200 Ha di Jalan Tanjung Bakau Dusun Makmur serta kemudian pada tahun 2016 seluas 34 ha di Jalan Parit Kumbang Dusun Harapan. Jadi, total luas areal padi di Desa Topang seluas 284 Ha di dua lokasi yang berbeda.Areal sawah di Desa Topang merupakan areal sawah tadah hujan yang memanfaatkan curah hujan sebagai sumber air pada musim hujan setiap tahunnya. Sehingga saat ini, masa tanam padi di Desa Topang belum bisa 2 kali dalam setahun. Masa tanam padi diawali dengan pembersihan dan pengolahan lahan pada setiap tahunnya yang dilaksanakan sekitar di bulan Mei - Juli. Pada tahap ini para petani mulai bekerja bergotong royong untuk membersihkan lahannya masing-masing, mulai dari menebas semak belukar, memerun sampah hasil tebasan, menggemburkan tanah serta pemberian pupuk dasar. Setelah pembersihan dan pengolahan lahan, tahap berikutnya adalah penyemaian benih padi. Benih padi yang digunakan oleh petani ada 2 jenis, yaitu padi unggul nasional dan padi unggul lokal. Adapun padi unggul nasional yang digunakan adalah Batang Piaman yang didapat melalui bantuan oleh pemerintah daerah sedangkan padi unggul lokal yang digunakan adalah Cekaw dan Korea didapat dari hasil perbenihan sendiri oleh petani. Musim semai dilakukan setiap tahunnya berkisar di bulan agustus (padi lokal)-september (unggul). Penyemaian benih lokal didahulukan 1 bulan agar ketika panen akan serentak dengan padi unggul nasional.Padi hasil semaian akan ditanam ke lahan masing-masing petani pada bulan September (padi lokal)-Oktober (padi unggul). Penanaman benih lokal didahulukan 1 bulan dikarenakan padi unggul nasional lebih cepat 1 bulan panen dibandingkan dengan padi lokal. Selain itu juga, pada bulan September dan Oktober ini merupakan awal musim hujan sehingga diperkirakan sumber air bagi kelangsungan hidup padi akan tercukupi dan memberikan hasil produksi yang baik nantinya.Setelah penanaman padi, saatnya menunggu hasil. Masa panen padi di Desa Topang berkisar antara bulan Januari-Maret. Tingkatan keberhasilan panen padi setiap petani berbeda-beda tergantung pada keyakinan dan perlakuan petani terhadap lahan padinya sendiri. Pada umumnya hasil panen padi di Desa Topang masih sekitar 2 ton/ha pada Maret tahun 2016 lalu. Angka ini masih tergolong rendah yang dikarenakan pada tahun lalu terjadi perubahan musim, ketika masa tanam padi terjadi hujan sehingga menenggelamkan padi, kemudian padi yang bertahan hidup dihadapi dengan musim panas dan kering. Namun, untuk tahun ini masa panen maret 2017 akan datang, petani optimis dan semangat akan mendapatkan hasil produksi yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya.