Pekarangan rumah merupakan sebidang tanah di sekitar rumah, baik itu berada di depan, di samping, maupun di belakang rumah. Pemanfaatan pekarangan rumah sangat penting, karena manfaat yang dapat diambil sangat banyak. Pemanfaatan pekarangan yang baik dapat mendatangkan berbagai manfaat antara lain yaitu sebagai warung, apotek ,lumbung hidup dan bank hidup. Pemanfaatan pekarangan rumah yang paling cocok dilakukan adalah dengan ditanami oleh tanaman sayur. Tanaman sayuran yang mudah tumbuh di daerah tropis juga dapat dibudidayakan dengan beberapa media. Penanaman tanaman sayur sebagai upaya peman- faatan pekarangan rumah dapat menjadi salah satu penyedia gizi sehat keluarga. Selain penyedia gizi sehat keluarga, usaha di pekarangan jika dikelola secara intensif sesuai dengan potensi pekarangan, juga dapat memberikan sumbangan pendapatan bagi keluarga. Pola Tanam Pekarangan Ditinjau dari tata letak pekarangan, pola pertanian pekarangan yang baik dapat diatur sehingga tidak mengganggu pancaran sinar matahari yang akan masuk ke halaman rumah dan juga mempertimbangkan aspek keamanan dan estetika. Tanaman Sisi Rumah, sebaiknya jenis tanaman sayur-sayuran, obat-obatan dan bumbubumbuan dengan menghindari tanaman yang berpohon tinggi apalagi berpohon besar. Tanaman yang berpohon besar akan berakar besar pula sehingga bisa merusak pondasi rumah disamping pekarangan menjadi sangat lembab. Tanaman Belakang Rumah, bisa diusahakan jenis tanaman yang pohonnya agak tinggi tetapi tidak begitu besar dan pilih yang bisa memberikan hasil secara terus-menerus dan bisa juga tanaman hias yang mempunyai harga relatif tinggi atau mahal. Tanaman Pagar, dimaksudkan sebagai tanaman batas pekarangan, hendaknya dipergunakan sebagai pagar hidup yang cepat tumbuh, banyak cabang, kuat dan lebat, tahan pangkas dan bermanfaat banyak, misalnya beluntas yang bisa dipakai untuk obat dan lalapan, tanaman puring, kedondong, belimbing dan lain sebagainya. Manfaat Dan Potensi Pengembangan Pertanian pekarangan memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai sumber bahan pangan tambahan (meningkatkan ketahanan pangan keluarga), sumber pen- dapatan keluarga, sumber oksigen, sumber keindahan (estetika), dan wahana kegiatan bagi kaum ibu/wanita. Komoditi yang diusahakan pada pertanian pekarangan sebaiknya disesuaikan dengan komoditi unggulan daerah yang bersangkutan, peluang pasar, dan nilai guna meliputi: Sayuran dan buah : Sayuran buah seperti cabai besar, cabai rawit, tomat, terong, mentimun, pare dan paprika Sayuran daun seperti kangkung, caisim, bawang daun, bayam, kubis, kemangi, seledri, selada, dan sawi Sayuran bunga seperti kol, brokoli dan bunga papaya Sayuran umbi seperti wortel, kentang, bawang merah, bawang putih, bawang bombay, dan lobak serta tanaman bumbu dan empon-emponan seperti temu kunci, kencur, serai, lengkuas dan kunyit yang masih termasuk tanaman sayuran umbi-umbian Tanaman buah, obat-obatan, tanaman hias. Ternak: ternak unggas hias, ternak petelur, ternak pendaging Ikan: ikan hias, ikan produksi daging, pembenihan dan lain-lain Kesimpulan Pertanian pekarangan merupakan salah satu strategi baru dalam meningkatkan kecukupan dan ketahanan pangan masyarakat sekaligus sebagai sumber pendapatan keluarga. Apabila pertanian pekarangan dapat dioptimalkan fungsinya, maka hal tersebut akan berkontribusi nyata terhadap kecukupan dan ketahanan pangan masyarakat sekaligus dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Penulis : Aprida Aprianti, S.P BPP Kecamatan Pesisir Selatan