LAHAN PERCONTOHAN BPP SEBAGAI PENYANGGA PANGAN DITENGAH PANDEMI COVID-19
Geliat panen padi tengah berlangsung di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, tak terkecuali di Wilayah Kerja Balai Penyuluhan Pertanian Limpasu Kecamatan Limpasu. Salah satu lokasi panen adalah lahan percontohan BPP yang terletak di Desa Pauh Kecamatan Limpasu. Lahan seluas 0.6 hektar tersebut dianami padi Varietas Mekongga dengan sistem tanam jajar legowo 4 : 1. Walaupun tingkat serangan hama cukup tinggi tetapi masih bisa memberikan hasil yang cukup memuaskan mencapai 5.3 ton/hekar. Diengah mewabahnya virus covid 19 dan seruan Jaga Jarak ( Sosial Distancing ), kegiatan panen tak bisa ditunda. menyiasati agar tidak mengumpulkan anyak orang maka panen dilaksanakan menggunakan alsintan berupa Combine Harvester Besar. Unntuk luasan 0.6 hektar diperlukan waktu sekitar 2 jam dengan tenaga kerja 5 orang, biaya panen yang dikeluarkan sekitar Rp. 2.000.000,- lebih kecil dibandingkan dengan biaya panen manual yangmelibatkan banyak tenaga kerja. Pemanfaatan alsintan tersebut diharapkan dapat menekan biaya produksi, menjaga kualitas gabah, serta melaksanakan himbauan pemerintah untuk mengurangi perkumpulan banyak orang. Adanya musibah wabah virus ini tidak membuat kegiatan pertanian terhenti, apalagi padi yang telah memasuki masa panen tidak bisa ditunda. hal itu menyebabkan Petani dan PPL tak bisa hanya bekerja dari rumah ( WFH ) melainkan harus Work On Farm, tentu saja tanpa mengabaikan kaidah pencegahan penularan virus yang digalakkan pemerintah seperti jaga jarak, berjemur, dan menggunakan masker. Budi Satrya Tanjung, SP selaku Pimpinan BPP Limpasu menyampaika harapan semoga dengan adanya panen raya ini maka ketersediaan pangan akan tercukupi, dan semoga musibah wabah virus ini cepa berlalu agar kita semua bisa beraktifias lagi seperti biasanya. Penulis Hairiah, S.ST