Loading...

LAHAN SEMPIT BISA JADI DUIT

LAHAN SEMPIT BISA JADI DUIT
Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa lahan pertanian kita semakin tahun semakin menyempit. Lahan pertanian yang awalnya untuk menanam padi dan palawija lainnya serta buah-buahan, kini beralih fungsi menjadi perkantoran dan kavling perumahan. Hal tersebut tidak dapat kita hentikan, apalagi bagi daerah yang menerapkan sistem pro invenstasi, dengan alasan tersebut banyak lahan pertanian kita yang hilang beralih fungsi. Dengan semakin menyempitnya lahan pertanian, maka berdampak pada berkurangnya hasil pertanian dan tanaman pangan lainnya. Salah satunya contoh adalah cabe serta sayur yang harganya sering naik karena pasokan berkurang atau faktor lainnya. Namun sebenarnya kita bisa mensiasati hal tersebut, salah satunya adalah dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang sempit, agar lahan tersebut bisa menjadi produktif. Untuk itu dikecamatan Kendari Barat telah berupaya utuk memamfaatkan lahan-lahan sempit agar dapat dipergunakan untuk pertanian, salah satunya yang dilakukan oleh kelompok tani Bahagia dengan alamat di jalan macam no 18 A kelurahan Tipulu yang mana pula poktan tersebut termasuk dalam program MASKENDARI yang bekerjasama dengan Bank BI. Dalam kegiatannya La Alam selaku ketua kelompok tani tersebut memamfaatkan lahan disekitar pekarangannya untuk ditanami dengan menggunakan polibag diatas rak-rak. Adapun jenis tanaman yang ditanam antara lain Seledri, Pakcoy merah, kangkung, cabe dan tomat. Dengan kemajuan teknologi seperti saat ini masyarakat bisa saja menggunakan media tanam hydroponik. Namun untuk membuatnya membutuhkan tidak sedikit biaya, serta perawatan yang belum begitu dipahami oleh masyarakat secara luas. Sebab kebiasaan masyarakat luas tahunya dengan sistem penanaman konvensional Dalam hal ini Cartodik, SP selaku Koordinator BPP. Kecamatan Kendari Barat, mengharapkan anggota Poktan yang lain bisa melakukan hal yang sama meski berdomisili di daerah perkotaan yang secara umum memiliki lahan-lahan yang sempit sehingga bisa bernilai tambah, karena bukan hanya demi tujuan komsumtif namum bernilai ekonomis karena dapat dujual dan dipasarkan. Penulis : Cartodik, SP ( Koordinator BPP. Kecamatan Kendari Barat)