Loading...

LANGKAH-LANGKAH PEMAKAIAN ALAT BAGAN WARNA DAUN (BWD)

LANGKAH-LANGKAH PEMAKAIAN ALAT BAGAN WARNA DAUN (BWD)
Agam - Unsur Nitrogen dibutuhkan tanaman untuk menhijaukan daun, mempercepat pertumbuhan dan menambah kandungan protein tanaman. Untuk meningkatkan efisiensi pemupukan, pupuk Nitrogen diberikan berdasarkan hasil pengukuran warna daun dengan menggunakan alat Bagan Warna Daun (BWD). BWD dengan empat skala yaitu 2-5 yang menggambarkan tingkat kehijauan daun tanaman padi.Sebagai contoh kalau daun tanaman berwarna hijau muda berarti tanaman kekurangan Nitrogen sehingga perlu dipupuk. Sebaliknya , jika daun tanaman berwarna hijau tua atau tingkat kehijauan daun sama dengan warna pada kotak skala 4 BWD berarti tanaman sudah memiliki hara N yang cukup sehingga tidak perlu lagi dipupuk. Hasil penelitian menunjukkan, pemakaian BWD dalam kegiatan pemupukan N dapat menghemat penggunaan pupuk UREA 15- 20 % dari takaran yang umum digunakan petani tanpa menurunkan hasil. Cara penggunaan BWD :1.Sebelum berumur 14 hari setelah tanam, tanaman padi diberi pupuk Ndengan takaran 50 – 75 Kg per hektar. Pada saat itu BWD belum diperlukan.2.Pengukuran dilakukan setip 10 hari, dimulai saat saat tanaman berumur 21 hari- 28 hari untuk tanam pindah 28 – 35 hari untuk tanam benih langsung (Tabela). Pengukuran tersebut dilakukan sampi stadia bunting atau fase primoldial. Cara ini berlaku pada varietas unggul biasa. Khusus untuk padi hibrida dan padi tipe baru, pengukuran tingkat kehijauan daun tanaman dilakukan sampai tanaman sudah berbunga 10 %.3.Pilih secara acak 10 rumpun tanaman sehat pada hamparan yang seragam, lalu pilih daun teratas yang telah membuka penuh pada satu rumpun.4.Taruh bagian tengah daun diatas BWD, lalu bandingkan warna daun tersebut dengan skala warna pada BWD. Jika warna daun berada diantara dua skala warna di BWD, maka gunakan nilai rata-rata dari kedua skala tersebuit, misalnya3,5 untuk nilai warna daun yang terletak diantara skala 3 dengan skala 4 BWD.5.Pada saat pengukuran, daun harus terlindung dari cahaya matahari dapat menggunakan tubuh atau alat pelindung lainnya.6.Bila memungkinkan, setiap pengukuran dilakukan pada waktu dan oleh orang yang sama, supaya pengukuran lebih akurat. 7.Jika lebih 5 dari 10 daun yang diamati warnanya dalam batas kritis atau dengan nilai rata-rata kurang dari 4 maka tanaman perlu diberi pupuk N dengan takaran :o50- 70 kg Urea per hektar pada musim hasil rendah ( ditempat-tempat tertentu musim hasil rendah adalah musim kemarau)o75- 100 kg Urea per hektar pada musim hasil tinggi ( ditempat-tempat tertentu musim hasil tinggi adalah musim kemarau)oApabila nilai warna daun padi hibrida dan padi tipe baru pada saat tanaman keluar malai dan 10 % berbunga berada pada skala 4 atau kurang, maka tanaman perlu diberi pupuk N dengan takaran 50 kg perhektar.Takaran pupuk yang dibutuhkan juga dapat ditetapkan dengan memperhatikan target hasil yang ingin dicapai, ada tiga langkah yang dapat dilakukan yaitu :1.Tetapkan target realistis yang ingin di capai dengan cara :Tentukan target hasil berdasarkan hasil panen tertinggi yang pernah dicapai dengan pengelolaan tanaman yang biasa dilakukan petani pada iklim baik. Ambil angka rata-rata dari panen lima petani yang mewakili satu hamparan. Target hasil tersebut mencerminkan jumlah total hara yang harus tersedia dalam tanah dan diserap tanaman. Tingkat hasil tergantung pada iklim, varietas, dan pengelolaan sumberdaya dan tanaman.2.Gunakan hara yang sudah tersedia secara efektif dengan cara :Buat lima contoh petak omisi (ommision plot) dari satu hamparan dengan ukuran petak 5 x 5 m. Ukur hasil panen petak omosi (hasil padi tanpa diberi pupuk N, atau tanpa pupuk P dan atau tanpa pupuk K. Kalibrasi antara hasil uji tanah (hasil analisis tanah atau hasil uji dengan PUTS) dengan hasil petak omisi untuk hara P dan K dan pemantauan warna daun dengan BWD untuk hara N guna mencegah kelebihan dan atau kekurangan pupuk sehingga kesuburan tanah dapat dipertahankan.3.Tambahkan pupuk kimia untuk mengisi kekurangan antara kebutuhan tanaman dan suplai hara yang tersedia secara alamiah , dengan pengertian bahwa :Selain pupuk kandang dan air irigasi, suplai hara dapat berasal dari pembenaman jerami atau tanaman lain yang ditanam bergiliran dengan padi. Tambahkan pupuk N untuk memenuhi kebutuhan tanaman secara tepat dengan 2 pilihan metode/cara yaitu :a.Berdasarkan stadia pertumbuhan tanamanBerdasarkan stadia pertumbuhan, bandingkan warna daun padi dengan skala BWD pada saat anakan aktif (sekitar 20 HST) dan fase primordia (sekitar 35 HST). Beri pupuk Urea sebagai mana ditunjukan dalam tabel berikut :Pembacaan BWD sesaat sebelum pemupukan Respon pupuk N Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi Target hasil (GKP) 5 t/ha 6 t/ha 7 t/ha 8 t/ha Takaran Urea (kg/ha)BWD ≤ 3 75 100 125 150BWD = 3 50 75 100 125BWD ≥ 4 0 0-50 50 50 b.Berdasarkan kebutuhan riil tanamanBerdasarkan kebutuhan rill tanaman, bandingkan warna daun padi dengan skala BWD selang 7 – 10 hari, mulai 21-28 HST sampai 50 HST. Berikan pupuk N apabila warna daun dibawah nilai kritis seperti di tunjukkan dalam tabel berikut :Pembacaan BWD sesaat sebelum pemupukan Respon pupuk N Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi Target hasil (GKP) 5 t/ha 6 t/ha 7 t/ha 8 t/ha Takaran Urea (kg/ha)BWD ≤ 4 50 75 100 125Tambahkan hara P dan K sesuai dengan kebutuhan tanamanberdasarkan uji tanah (analisis tanah di laboratorium atau dengan menggunakan PUTS) . oleh : David Raimon, S>Pt, Penyuluh BPP Baso Kabupaten Agam.