Loading...

LAPORAN HASIL RAPAT KOORDINASI SUPERVISI DAN PENDAMPINGAN PROGRAM DAN KEGIATAN UTAMA KEMENTERIAN PERTANIAN LINGKUP KOTA TASIKMALAYA

LAPORAN HASIL RAPAT KOORDINASI SUPERVISI DAN PENDAMPINGAN PROGRAM DAN KEGIATAN UTAMA KEMENTERIAN PERTANIAN LINGKUP KOTA TASIKMALAYA
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya. Pada Hari Kamis tanggal 03 September 2020 mulai dari pukul 08.00 s.d 13.30. Tempat Aula Raflesia Hotel Santika Jl. Yudanegara No. 57 Kelurahan Yudanegara Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini dihadiri oleh Bapa Walikota Tasikmalaya Drs. H. Budi Budiman, Ketua Balai Karantina Ir. Purwo Widiarto, MMA, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Drs. H. Tedi Setiadi, M.Pd, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Tasikmalaya Kuswa Wardana, SH, 10 camat lingkup Kota Tasikmalaya, Kepala Bagian Perekonomian Drs. H. Dedi, M.Si, Sekretaris Dinas Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Ir. Uca, seluruh para kepala bidang lingkup Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, 4 Danramil lingkup Kota Tasikmalaya, perwakilan perguruan tinggi UNSIL dan UNPER, KTNA, Forum Kumunikasi Gapoktan, penyuluh perrtanian di Kota Tasikmalaya, Narasumber dari Kementerian Pertanian RI dan pegawai lingkup Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok. Jumlah peserta ada 60 undangan. Acara diawali dengan Pembukaan oleh MC, Menyanikan Lagu Indonesia Raya, Pembacaan Doa. Dilanjutkan Sambutan yang Pertama oleh Bapak Ketua Balai Karantina Ir. Purwo Widiarto, MMA dalam sambutannya beliau menyampaikan : Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Karantina Pertanian yang mempunyai tugas melaksanakan kegiatan operasional perkarantinaan, Karantina Hewan, Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 22/Permentan/OT.140/4/2008 tentang organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Karantina Pertanian. BBKP Tanjung Priok berdasarkan KEPMENTAN RI No. 84 Tahun 2020 sebagai Tim Supervisi dan pendampingan Pelaksanaan Program & Kegiatan Utama Kementerian Pertanian di Wilayah Kota Tasikmalaya. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman terhadap Program & kegiatan Utama Kementerian Pertanian. Dalam kesempatan ini pula kami bermaksud memberikan gambaran secara umum tugas dan fungsi Badan Karantina Pertanian dalam rangka mensukseskan Pembangunan Pertanian di Kota Tasikmalaya. Dengan adanya Rapat Koordinasi, Supervisi dan Pendampingan ini diharapkan akan terbentuk komunikasi dan koordinasi yang baik antara Kementerian Pertanian yang dalam hal ini dilakukan oleh Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok dengan Pemeritah Kota Tasikmalaya lebih khusus dengan Dinas Ketahanan Pangan,Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya dalam rangka mensukseskan Program dan Kegiatan Utama Kementerian Pertanian yaitu Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani). Sedangkan pusat kegiatan data ada di BPP masing masing yang berada di kecamatan meskipun ada beberapa BPP yang memegang lebih dari satu kecamatan. Semua BPP ini tanggal 1 Januari 2021 harus sudah terkoneksi ke Agriculture War Room (AWR). Dengan adanya KOSTRATANI seluruh kegiatan pertanian dapat dimonitor sehingga tujuan pembangunan pertanian akan terwujud. Dalam kesempatan ini pula saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Walikota Tasikmalaya yang berkesempatan hadir di sela kesibukannya dan saya mohon Bapak untuk dapat memberikan sambutan dan sekaligus membuka acara rapat kordinasi pada pagi ini Dalam sambutan dan pembukaannya Walikota Tasikmalaya menyampaikan bahwa Kota Tasikmalaya dibentuk Pada Tahun 2001 dengan luas wilayah 17.156,2 Ha dan menurut Balai Informasi Geospasial, 2017 adalah 18.422 hektar. Kota Tasikmalaya merupakan Kota yang berkarakteristik pedesaan dengan luas potensi pengembangan pertanian masih cukup besar seluas 12.168 Ha atau lebih dari 65% total luas lahan Kota Tasikmalaya. Jumlah Penduduk Kota Tasikmalaya tahun 2019 sebanyak 663.517 (BPS), lebih dari 30% masih masih tergantung pada sektor pertanian. Meskipun angka kemiskinan di Kota Tasikmalaya masih paling tinggi di Jawa Barat. Tetapi Kota Tasikmalaya mampu menurunkan angka kemiskinan setiap tahun sehingga angka kemiskinan Kota Tasikmalaya Tahun 2019 mencapai 11,6% dari yang asalnya 16,28% pada Tahun 2015. Meskipun Pertanian menyumbang sangat kecil dalam PDRB Kota Tasikmalaya tapi sektor pertanian masih sangat dibutuhkan oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk menunjang Ketahanan Pangan dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan di Kota Tasikmalaya. Perlu disampaikan bahwa Kota Tasikmalaya pada masa pandemi ini inflasinya mampu dijaga dan kontraksinya juga masih dibawah kontreaksi tingkat nasional. Harapan kami dengan adanya kegiatan ini akan adanya informasi alih teknologi karena globalisasi merupakan tantangan paling besar. Para petani harus lebih tahu informasi tentang harga penjulan produk pertanian yang maksimal. Yang paling penting adalah mampu meningkatkan kualitas produk pertanian sehingga harganya mampu bersaing. Perlu diketahui bahwa Kota Tasikmalaya hanya satu satu nya Kota yang mengalami inflasi di Jawa Barat yaitu 0,13 sedangkan 6 kota lainnya mengalami deflasi. Untuk Jawa Barat sendiri pada Bulan Juli 2020 mengalami deflasi 0,07%. Untuk pertumbuhan ekonomi Jawa Barat mengalami pertumbuhan ekonomi dengan kontrasksi di -5,98%. Sedangkan Kota Tasikmalaya mengalami pertumbuhan di -2,1%. Acara selanjutnya adalah diskusi panel dengan materi : Kebijakan Pembangunan Pertanian Tahun 2020 disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan Kota Tasikmalaya yaitu Drs. H. Tedi Setiadi, M.Pd. 2. Menatap Masa Depan Optimalisasi Alsintan disampaikan oleh Taufik Faturrahman Kepala Seksi Usaha Pelayanan Jasa Alsintan Direktur Alat dan Mesin Dirjen Pembiayaan Sarana dan Prasarana Pertanian, dan 3. Tata Cara Sistem eRDKK, Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian dan Laporan Program Kegiatan Utama Kemenmterian Pertanian disampaikan oleh drh. Nafrina Lanniari M.Si Widyaiswara Ahli Muda dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Badan Sumber Daya Manusia Pertanian. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi. Pada kegiatan diskusi disampaikan bagaimana cara peningkatan percepatan tanam bisa melalui pengadaan Alsintan karena sumber daya manusia yang semakin sedikit sehingga diperlukan alsintan untuk mempercepat olah tanam maupun tanam padi, demikian juga untuk proses lanjutan produksi pertanian Kementan sudah memiliki alat alat untuk membantu proses produksi pertanian mulai dari hulu sampai hilir. Untuk kegiatan pengisian eRDKK sudah bisa dibuka mulai tanggal 29 Agustus sampai dengan 1 Oktober 2020 untuk pengisian eRDKK Tahun 2021. Mohon eRDKK bisa diisi secara akurat sesuai dengan permintaan data di eRDKK seperti data NIK, alamat, nama ibu kandung, luas lahan garapan, kebutuhan pupuk sesuai dengan rekomendasi yang telah disampaikan oleh Balibang Tanah. Untuk laporan utama bisa diisi setiap satu minggu sekali setiap hari Kamis meliputi data tanam panen dan produksi padi jagung kedelai. Karena data tersebut setiap hari Jumat akan selalu dipantau oleh Bapak Menteri Pertanian. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan pembangunan pertanian bisa terlaksana dengan baik yang didukung oleh beberapa pemegang kebijakan baik dari pusat yaitu kementerian pertanian, dari Provinsi Jawa Barat Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura dan dari Pemerintah Kota Tasikmalaya mulai dari dinas teknis yaitu Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan serta seluruh steakholder yang terkait antara lain camat dan lurah. (03-09-2020, &anghidayat)