Loading...

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN SEKOLAH LAPANG (SL) KOMODITAS PANGAN STRATEGIS NASIONAL DI KECAMATAN JEREWEH KABUPATEN SUMBAWA

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN SEKOLAH LAPANG  (SL) KOMODITAS PANGAN STRATEGIS NASIONAL DI KECAMATAN JEREWEH KABUPATEN SUMBAWA
Penyuluhan pertanian sebagai bagian dari sistem pembangunan pertanian mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam pembangunan sumberdaya manusia pertanian, khususnya pemberdayaan masyarakat tani yang berada di sentra produksi padi, jagung dan kedelai. Melalui kegiatan penyuluhan dikembangkan kemampuan dan kemandirian petani dan keluarganya selaku pelaku utama, agar mampu mengelola usahataninya secara produktif, efektif dan efisien sehingga mempunyai daya saing tinggi yang dicirikan dengan meningkatnya produktivitas, mutu dan efisiensi usaha.Mengingat pentingnya peranan dan efektifitas penyuluhan pertanian di kecamatan, Pemerintah mengoptimalkan tugas dan fungsi Balai Penyuluhan Kecamatan / BP3K sebagai Pos Simpul Koordinasi, Singkronisasi Program dan Pelaksanaan kegiatan Pembangunan pertanian di Kecamatan serta sekaligus berperan sebagai pusat data dan informasi bagi stakeholder terkait yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian No. 131 tahun 2015, Permentan 03 tahun 2015 tentang UPSUS, Permentan 1243 tahun 2015 tentang pembagian tugas dan tanggung jawab dari Pusat sampai Kabupaten, Permentan nomor 14 tahun 2015 tentang Pengawalan dan pendampingan (tugas-tugas penyuluh dan babinsa).Bersama dengan 10 (sepuluh) Kabupaten / Kota se-Nusa Tenggara Barat Kecamatan Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat sudah melaksanakan program Sekolah Lapang (SL) Komoditas Pangan Strategis Nasional. Komoditi yang diusahakan oleh petani tergantung potensi wilayah yang dimiliki masing-masing daerah. Adapun komoditi utama yang bisa dipakai untuk kegaiatan Sekolah Lapang (SL) Komoditas Pangan Strategis Nasional antara lain: Padi, Jagung, Kedelai, Bawang Merah, Cabai, Tebu dan Daging. Kecamatan jereweh merupakan daerah yang lahannya sebagian besar merupakan lahan tanah hujan yang sangat potensial untuk pengembangan komoditi jagung sehingga dalam pelaksanaan kegiatan Sekolah Lapang (SL) Komoditas Pangan Strategis Nasional memilih komoditi jagung sebagai Komoditi Utamanya.Sekolah Lapang (SL) merupakan proses pembelajaran non formal bagi petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali potensi, menyusun rencana usaha, identifikasi dan mengatasi permasalahan, mengambil keputusan serta menerapkan teknologi yang sesuai dengan sumberdaya setempat secara sinergis dan berwawasan lingkungan sehingga usahatani lebih efisien, berproduktivitas tinggi dan berkelanjutan. Sekolah lapang dapat dipandang sebagai salah satu metode dalam proses belajar mengajar yang cukup efektif, karena sangat cocok sebagai metode pembelajaran bagi orang dewasa karena sifatnya tidak formal. Proses belajar dilakukan dilapangan dimana tersedia obyek nyata yang dijadikan materi pembelajaran.