Loading...

Launching dan Penanaman Jagung Manis Na1 Dan Na2 Di Kabupaten Soppeng

Launching dan Penanaman Jagung Manis Na1 Dan Na2 Di Kabupaten Soppeng
Varietas NA1 dan NA2 sebagai salah satu hasil Inovasi Perakitan Varietas Unggul Baru (VUB) dibidang Perbenihan Jagung.. Kegiatan ini dilangsungkan di Desa BuluE (Lejja) Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan pada hari Selasa 21 Januari 2020. Yang hadir pada Kegiatan ini adalah : 1. Para Kepala Dinas Lingkup Pertanian Propinsi Sulawesi Selatan. 2. Bupati Sidrap dan Bupati Soppeng yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng 3. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng 4. Kepala Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan Kabupaten Soppeng 5. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Soppeng 6. Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Soppeng 7. Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Soppeng 8. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Soppeng 9. Seluruh Camat, Kepala Desa dan Lurah se Kabupaten Soppeng 10. Para Koordinator BPP dan PPL se Kabupaten Soppeng 11. Para Petugas POPT se Kabupaten Soppeng 12. Para Petugas BPSB se Kabupaten Soppeng 13. Ketua KTNA Kabupaten Soppeng 14. Ketua KTNA Kecamatan se Kabupaten Soppeng 15. Perwakilan Pengurus Kelompok Tani Bersama Anggota se Kabupaten Soppeng Pada kesempatan ini telah diserahkan Tanda Daftar Varietas NA1 dan NA2 yang selanjutnya akan melalui beberapa pengujian untuk mendapatkan Sertifikat. Gubernur Sulawesi Selatan dalam sambutannya menyampaikan bahwa Jagung manis jauh lebih mahal dibanding jagung Pulut/Ketan. Kedepan kita harapkan menjadi pengespor Jagung Manis. Varietas NA1 dan NA2 adalah Nama Nurdin Abdullah dan bukan pemberian tapi memang sejak awal dilakukan pemuliaan selama 5 tahun di Kabupaten Bantaeng saat menjadi Bupati Bantaeng. Kita harapkan Propinsi Sulawesi Selatan kedepan menjadi lumbung jagung di Indonesia. Pada kesempatan ini pak Prof juga sampaikan agar tetap memperhatikan konservasi hutan agar tetap hijau dan tidak melakukan fungsi untuk kegiatan Budidaya Pertanian. (Sultan Demmu, S.ST. Penyuluh Pertanian Pertama).