Panas terik dan padatnya lalu lintas dengan segala aktivitas kesibukan masyarakat wilbin UPT BPP Banjarbaru adalah hal yang biasa di lensa sehari-hari masyarakat perkotaan. Banyaknya penomena alih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian merupakan tantangan bagi PPL yang ditugaskan di daerah tersebut. Wilayah Binaan BPP Banjarbaru yang meliputi 2 kecamatan yaitu Banjarbaru Utara dan Banjarbaru Selatan dengan masing-masing memiliki 4 kelurahan yaitu Loktabat Selatan, Kemuning, Guntung Paikat , Sungai Besar untuk wilayah Banjarbaru Selatan dan Loktabat Utara, Komet, Mentaos, Sungai Ulin untuk wilayah Banjarbaru Utara. Dari wilayah binaan seluas 4.096 Ha, Banjarbaru Selatan seluas 2.611 Ha dan Banjarbaru Utara seluas 1.485 Ha, penggunaan lahan pertanian yang terdata hanya sekitar 8% dari luas wilayah merupakan bukti bahwa ternyata wilbin BPP Banjarbaru bukanlah daerah pertanian yang potensial. Namun hal tersebut, tidak mensurutkan semangat para PPL senior untuk berjuang demi kemandirian pangan suatu wilayah. Pemikiran dan gerak gerik mereka mengatakan bahwa membangun kemandirian pangan dimulai dari hal kecil dan dari kemampuan pergerakan petani mampu menyediakan kebutuhan pangan untuk wilayah dimana mereka tinggal. Sehingga bisa dikatakan Banjarbaru mampu memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakatnya seperti sayur-sayuran dari hasil budidaya petani mereka sendiri. Bahkan melebihi dari itu, kebanyakan dari petani juga mampu memasarkan hasil pertaniannya ke wilayah Kabupaten Banjar dan Banjarmasin. Perjuangan para PPL senior untuk memantau pergerakan kelembagaan tani dan manajemen produksinya, memang merupakan hal yang luar biasa. Satu persatu para pelaku usaha di bidang pertanian mereka kunjungi bahkan para petani di luar kelompok tani pun mereka rangkul untuk menghidupkan pertanian yang mandiri. Bagi beliau-beliau kuantitas petani bukanlah hal penting namun kualitaslah yang harus mereka tunjukkan. M. Saleh, SP,Noor Zainab, MS, Hj. Daryanti, dan Nining Indrawati, SP merupakan PPL senior yang berkecimpung di bidang penyuluhan kurang lebih kurun waktu 30 tahun. Dimana dalam 3 bulan terakhir ini, beliau di kumpulkan dalam Wilayah Binaan UPT BPP Banjarbaru. Tiga dari mereka, selain Hj. Daryanti memang tidak memegang wilayah kerja tertentu, karena merupakan Penyuluh KJF yang bertugas sebagai Supervisi dan Monitoring, SDM dan Programa. Namun, kerja team yang beliau-beliau ajarkan kepada para PPL yang pengalaman kerja kurang dari 10 tahun, mampu mengajak PPL junior untuk mampu berjuang dan belajar bagaimana mengajak dan merangkul para petani serta mengembangkan potensi kelembagaan petani sehingga mampu disoroti oleh pemerintah sebagai kelembagaan petani yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Menjadikan potensi yang biasa menjadi potensi yang luar biasa dengan menggali kualitas-kualitas pertanian tanpa rekayasa. Wilayah Binaan UPT BPP Banjarbaru akan tunjukkan Bersatu Mereka Bisa, Bersama Mereka Sekata, Berdo'a Mereka Beriktiar. Distribusi terhadap pembangunan pertanian mungkin menunjukkan angka kecil, namun akan menjadi terlihat jika mampu memberikan ketersedian pangan untuk masyarakat tempat tinggal mereka. Hiduplah dengan penuh manfaat tanpa memandang sebesar apa penghargaan yang akan diberikan untukmu. Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bisa memberikan manfaat untuk orang yang ditemuinya. Berkarakterlah Pertanian Banjarbaruku ….. !!!