Kecamatan Sukamakmur merupakan salah satu kecamatan dalam Provinsi Aceh, Kabupaten Aceh Besa memiliki Poensi area persawahan seluas 1191 Ha, 6219 Ha Lahan Kering, Bercerita Mengenai Permintaan Komoditi Cabai Merah Merah di pasaran relatif tinggi, terkadang pasokannya didatangkan dari Kabupaten dan Provinsi Lain dari Luar Sukamakmur, padahal di Kecamatan Sukamakmur banyak sekali petani yang membudidayan Cabai Merah. Tanaman ini memang agak rentan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), sehingga keberhasilannya tergantung banyak faktor seperti cuaca juga termasuk ketelatenan petani dan pengalaman petani dalan budi daya. Tanaman Cabai Merah adalah buah dan tumbuhan termasuk dalam genus capsicum, buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung bagaimana digunakan. Sebagai bumbu, buah Cabai Merah yang pedas sangat populer sebagai penguat rasa makanan. Budidaya tanaman Cabai Merah tidak terlepas dari serangan hama OPT atau hama penyakit yang menyerang tanaman Cabai Merah. Salahsatunya penyakit layu pada tanaman Cabai Merah yang menyebabkan tanaman tidak lagi segar dan tidak normal yang dapat disebabkan oleh dua jenis parasit jamur dan bakteri. Penyakit layu pada tanaman Cabai Merah sering disebut dengan layu fusarium yang dapat menjadi salah satu ancaman serius bagi petani Cabai Merah karena penyakit ini dapat menyebabkan tanaman Cabai Merah mati dan menyebabkan kerugian bagi petani. Untuk itu penting bagi petani mengetahui penyebab penyakit layu fusarium pada tanaman Cabai Merah dan segera mungkin melakukan pengendalian untuk mencegah kematian pada tanaman. Penyakit layu fusarium adalah penyakit yang disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum. Layu fusarium merupakan jenis penyakit yang paling banyak ditakuti oleh petani Cabai Merah karena jika tanaman telah terinfeksi maka tanaman tersebut tidak bisa diobati dan tanaman akan mati. Penyakit ini dapat menyebabkan gagal panen dan menyebabkan kerugian besar bagi petani. Penyakit ini akan menyebar dengan sangat cepat dari tanaman satu ketanaman lain, ketika dalam cuaca hujan dan pH tanah menurun. Sehingga akan mengakibatkan tanaman cabe akan rusak, layu dan akan mengakibatkan tanaman cabe cepat mati. Penyakit layu fusarium bisa menyerang tanaman Cabai Merah kapan saja, baik di musim kemarau atau musim hujan. Namun serangan berat biasanya terjadi pada musim hujan karena cendawan Fusarium oxysporum mudah berkembang biak dan mudah menyebar hal ini dikarenakan tingkat kelembaban udara yang tinggi ditambah dengan adanya genangan air hujan di lahan persawahan serta pH tanah yang rendah. Penyebaran cendawan ini bisa melalui air, angin, peralatan pertanian maupun manusia. Cendawan Fusarium oxysporum dapat menyerang tanaman mulai dari proses pembibitan, masa pertumbuhan hingga tanaman mulai berproduksi. Untuk mengatasi penyakit layu fusarium pada tanaman Cabai Merah, kita perlu mengetahui gejala yang muncul pada tanaman dan cara pengendaliannya. Gejala Infeksi penyakit layu fusarium dapat dilihat pada bagian leher batang bagain bawah yang bersinggungan dengan tanah yang membusuk dan berwarna coklat. Virus akan menjalar ke akar dan tanaman terinveksi yang menyebabkan Buah Cabai Merah Membusuk Jika kelembaban tanah cukup tinggi, maka membuat bagian leher batang berubah menjadi putih keabu-abuan akibat terbentuk masa spora. Selanjutnya, infeksi layu fusarium juga akan merambat kebagian ranting tanaman yang menyebabkan layu pada daun dan membuat tanaman Cabai Merah mati. Penyakit layu fusarium ini dapat menyerang tanaman Cabai Merah diusia muda atau pada masa dewasa. Biasanya tanaman akan tampak layu pada pukul 10.00-14.30 di siang hari dan akan tampak segar pada sore hari selama proses fotosintesis bekurang. Jamur Fusarium dapat bertahan didalam tanah dalam jangka waktu yang sangat lama. Ancaman penyakit layu fusarium ini berasal dari tanah dan benih yang digunakan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengolahan tanah dengan bantuan bakteri apatogen yang berfungsi untuk menghilangkan jamur patogen Fusarium. Penyakit ini tetap mengintai tanaman budidaya meskipun sudah melakukan pengolahan tanah. Mengingat jamur Fusarium dapat bertahan didalam tanah hingga berbulan-bulan lamanya. Selain pada tanah, penyakit layu fusarium ini juga dapat bertahan pada benih atau bibit tanaman. Hal itu dikarenakan spora jenis jamur ini dapat bertahan dan kembali berkembang dalam kondisi lingkungan lembab dan mendukung. Meskipun menyebabkan kematian, masalah pada penyakit layu fusarium dapat dikendalikan populasinya. Dibawah ini kita akan mengetahui cara pengendalian penyakit layu fusarium pada tanaman Cabai Merah. Mengatasi layu fusarium pada Cabai Merah Hingga saat ini belum ditemukan fungisida yang efektif untuk mengatasi penyakit layu fusarium, hanya saja petani dapat mengendalikan populasi cendawan Fusarium oxysporum pada lahan pertanian untuk mencegah perkembangbiakan cendawan. Berikut ini beberapa cara pengendalian dapat dilakukan pada penyakit layu fusarium pada tanaman Cabai Merah. Jika terlihat adanya tanaman Cabai Merah yang terserang layu fusarium, segera lakukan pencabutan tanaman lalu bakar tanaman. Bila perlu buang tanah bekas tanaman atau semprotkan dengan fungisida berbahan aktif klorotalonil atau tembaga hidroksida untuk mencegah penularan pada tanaman yang masih sehat. Gunakan jamur trichoderma Trichoderma merupakan jamur baik yang mampu melawan perkembangan jamur patogen atau disebut juga sebagai fungisida alami. Pemberian Trichoderma pada tanaman Cabai Merah berguna untuk mencegah layu fusarium. Cara penggunaan Trichoderma dilakukan dnegan mencapurkan Trichoderma dengan pupuk kandang yang bisa digunakan sebagai pupuk dasar maupun dikocorkan pada tiap lubang tanaman Cabai Merah. Rotasi tanaman Lakukan pergiliran tanaman dengan tanaman yang tahan terhadap layu fusarium untuk mengendalikan populasi dan perkembangan jamur fusarium dilahan pertanian. Beberapa jenis tanaman yang dapat terserang layu fusarium seperti pada tanaman tomat, terong, semangka, melon, pisang, jeruk, kubis, timun dan lainnya. Berikan pupuk yang tepat Selain dengan cara diatas, berikan pupuk yang tepat pada tanaman Cabai Merah. Seperti pada pupuk berkadar N tinggi seperti pada pupuk Urea dapat menyebabkan tanaman sukulen lebih mudah terserang layu fusarium. Cara lain yang bisa dilakukan yaitu seperti dibawah ini Lakukan pengolahan lahan yang baik, sanitasi yang tepat, mamakai mulsa plastik dan menggunakan benaih Cabai Merah yang tahan terhadap layu fusrium Melakukan pergiliran tanam dengan tanaman yang tahan terhadap layu fusarium guna mengendalikan populasi dan perkembangan jamur fusarium oxysporum di lahan pertanian. Perlu untuk diketahu bahwa selain menyerang pada tanaman cabai, layu fusarium ini juga dapat menyerang pada tanaman tomat, terong, semangka, melon, pisang, jeruk, kubis, timun dan masih banyak yang lainnya.