Loading...

Lebih Akrab Dengan Abdul Azis (Mantan Legislator Senayan Yang Kini Jadi Petani)

Lebih Akrab Dengan Abdul Azis  (Mantan Legislator Senayan Yang Kini Jadi Petani)
Pagi itu cukup cerah ketika rombongan dari Dinas Pertanian,Perkebunan,Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (DP4KP) Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah bertandang ke kelompok tani (poktan) Oibama Kelurahan Pager Kecamatan Rakumpit Kota Palangka Raya.Poktan yang terletak sekitar 60 km dari pusat Kota Palangka Raya ini mendapat kunjungan dari orang nomor 1 (satu) di DP4KP Kota Palangka Raya Ikhwansyah,M.AP.Maklum,poktan yang dikunjungi termasuk istimewa karena sang ketua ternyata mantan legislator dari senayan yang sekarang beralih profesi menjadi seorang petani. Dia adalah Abdul Azis.Pria yang sehari-harinya bergelut dengan tanaman dan ternak ini begitu ramah ketika rombongan dari DP4KP Kota Palangka Raya tiba di pondok pertemuan poktan."Silakan duduk Pak",katanya sambil menundukkan sedikit kepalanya sembari mengacungkan jempol tangan kanannya mempersilakan rombongan untuk duduk."Beginilah suasananya di lahan kami Pak,masih banyak yang kosong",katanya sambil menunjuk lokasi yang masih banyak yang belum dimanfaatkan.Sambil membawa rombongan berjalan melihat lahan yang sudah ditanami beberapa komoditi,seperti bawang prei,tomat,lombok besar,melon dan beberapa tanaman lainnya,dia pun mulai bercerita tentang dirinya mengapa dia tertarik bergelut di bidang pertanian."Lahan tidur di Kalimantan,khususnya Palangka Raya masih sangat luas,maka akan sayang jika tidak dimanfaatkan"kata pria yang dilahirkan 56 tahun yang lalu.Lebih lanjut menurut pria yang dilahirkan di Blitar Jawa Timur itu menyatakan bahwa dirinya terjun ke dunia tani karena ingin membuktikan bahwa jadi petani itu juga bisa membawa kesejahteraan."Petani juga berhak untuk sejahtera"kata mantan anggota komisi IV yang juga membidangi masalah pertanian ini.Apalagi lanjut Azis, hampir semua kebutuhan pokok kita impor.Oleh karena itu,sebagai wujud dukungannya dalam pembangunan pertanian,awal tahun 2010 ia mendirikan poktan dengan komoditi andalan singkong gajah yang merupakan bahan baku utama tepung tapioka.Seiring dengan berjalannya waktu,komoditi yang dikembangkanpun semakin banyak dan melibatkan masyarakat sekitarnya. Untuk saat ini lahan yang baru dimanfaatkan sekitar 50 an hektar dari ratusan hektar yang dimiliki.Ke depan dia berharap agar poktannya dapat mengembangkan aneka tanaman,khususnya komoditi yang dapat memperkuat ketahanan pangan nasional.Oleh karena itu dia berharap agar instansi terkait dapat membina kelompoknya secara kontinyu sehingga berkembang ke arah yang lebih baik.Sebagai akhir dari perbincangannya dia menaruh harapan besar bahwa suatu saat nanti poktannya dapat menjadi pusat pendidikan dan pelatihan petani swadaya (P4S),sehingga poktannya tidak hanya berguna untuk dirinya,tapi juga berguna buat poktan lainnya."Mohon dukungan dan do'a nya ya Mas",kata pria yang ternyata Sarjana Ekonomi itu mengakhiri perbincangannya.(Ical) Syamsurizal.M,S.Pt. Penyuluh Pertanian Muda Dinas Pertanian,Perkebunan,Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya-KALTENG e-mail : rizal.ical03@gmail.com