Loading...

Limbah Sawit Menghasilkan Jamur, Bio Gas dan Pupuk Cair

Limbah Sawit Menghasilkan Jamur, Bio Gas dan Pupuk Cair
Pemanfaatan limbah atau cangkang sawit, dikelola dengan perendaman terlebih dahulu kemudian di masukan dan disusun ditempat wadah tertutup yang sudah tersedia. Setelah itu dilakukan pembakaran hingga mencapai suhu 70 derajat celsius. Sebelum bibit ditebar, terlebih dahulu dilakukan pemupukan dan pencampuran dedak agar bibit jamur dapat tumbuh dengan sempurnah. Setelah proses pemupukan dan penaburan dedak, selanjutnya penebaran bibit jamur meram. Setelah itu ditutup rapat dengan menggunakan plastik dan terpal agar terhindar dari sinar matahari agar suhu pembakaran dapat menetralisir suhu dalam ruangan. Dalam proses panen kadang mampu 300 kg selama panen dalam 1 ruangan. Proses panen biasa dilakukan 7 hingga 15 kali, tergantung proses pembuatan-nya. Hasil limbah dari jamur meram kemudian dimasukkan dalam tong besar untuk dipermentasi agar mampu menghasilkan biogas. Perhatian pemerintah desa Pakava mendorong kelompok wanita Jaya Makmur dalam pemanfaatan limbah sawit sebagai bahan dasar pengelolaan jamur, akan memberikan bantuan pengadaan kompor Gas. Selain itu, pemerintah Desa juga membantu dalam hal peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelatihan. Bantuan itu bertujuan agar kedepan-nya, usaha para ibu-ibu itu, lebih berkembang lagi seperti pengolahan menjadi keripik jamur, bakso jamur dan lain sebagainya. Pengadaan Kompor Gas, Pemerintah desa Pakava melalui penetapan anggaran tahun 2019 akan memberikan bantuan sebanyak 100 mata kompor gas yang digunakan untuk pembakaran serta kekurangan lain-nya. “Kami sudah koordinasi dengan pengurus kelompok wanita Jaya Makmur untuk kendala pembakaran. Tahun ini (2019) kita anggarkan melalui dana desa pengadaan kompor 100 mata. Nantinya kita akan memodifikasi agar pembakaran lebih efektif bahkan kita akan kembangkan usaha ini lebih baik”. Tutur Hamsir, Bendahara desa Pakava. Melalui bantuan peningkatan SDM yang terampil, Pemerintah Desa Pakava juga memfasilitasi kelompok wanita Jaya Makmur dengan pengalokasian anggaran Desa untuk studi banding dan mengikuti pelatihan baik tingkat kabupaten, provinsi, hingga ke tingkat nasional. Untuk pengadaan Biogas, pemerintah desa telah memberikan fasilitas untuk 20 kepala keluarga dalam satu dusun. Untuk pengadaan biogas sudah mampu melayani 20 Kepala Keluarga (KK) karena kapasitas biogas yang dibangun hanya mampu 20 KK. kedepan-nya kita akan membangun lagi pembangunan biogas di dusun lain”. Lanjut Hamsir. Pembangunan pengelolaan jamur meram dan biogas berada satu tempat karena hasil limbah jamur meram dijadikan biogas dan limbahnya dimanfaatkan menjadi pupuk cair untuk Holrikultura. Melihat perkembangan kelompok masyarakat yang mengalami perkembangan usaha pemanfaatan limbah sawit secara mandiri, Pemerintah desa melalui bantuan dana BKK Provinsi Sulbar dalam program MARASA (mandiri, cerdas dan sehat), kembali akan membangun gedung pusat pelatihan khusus yang direncanakan rampung bulan Desember 2019. Pembangunan gedung pusat pelatihan khusus, yang dibangun pemerintah desa Pakava berharap kedepan-nya, dapat menjawab kebutuhan masyarakat dalam bidang pemberdayaan dan pembinaan. Sumber : https://pattae.com/pemanfaatan-limbah-sawit-membuka-usaha-mandiri-warga-desa-pakava/ By admin Randomayang