Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} Sebagai salah satu bagian dari dokumen perencanaan pembangunan daerah, khususnya bidang pertanian, Maka dilaksanakan Lokakarya Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian pada tanggal 10 Nopember 2010 bertempat di Kantor Penyuluhan Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Tabalong, Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Bupati Kab. Tabalong ini disusun sebagai dasar kegiatan penyelenggaraan penyuluhan bagi para penyuluh yang bertujuan agar penyelenggaraan penyuluhan dapat dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan para petani, sebagai upaya mengatasi permasalahan dengan memanfaatkan potensi bidang pertanian, perikanan dan kehutanan, dimana salah satu tugas utama penyuluh pertanian adalah memajukan petani dan keluarganya dengan jalan mengarahkan petani untuk mau menerapkan teknologi baru di dalam usahataninya, agar membuat petani memperoleh pendapatan yang lebih baik dari sebelumnya sehingga petani dan keluarganya lebih sejahtera. Suatu kegiatan yang dilaksanakan melalui perencanaan yang matang, hasilnya pasti akan lebih baik, apabila dibandingkan dengan kegiatan yang dilaksanakan tanpa perencanaan. Oleh karena itu, Wakil Bupati berharap kepada seluruh peserta yang terdiri dari Gapoktan, Poktan,KTNA dan para penyuluh agar dapat melaksanakan kegiatan dengan serius dan menggunakan pemikiran yang jernih dengan harapan pada tahapan pelaksanaan hasilnya akan dapat mempercepat pemecahan masalah aktual yang terjadi di kalangan petani. Apalagi, upaya masyarakat dalam meningkatkan hasil usaha pertanian , perikanan dan kehutanan, saat ini masih banyak menemui kendala dan masalah, sehingga hasilnya masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Di bidang pertanian tanaman pangan misalnya, masih rendahnya produktivitas hasil pertanian maupun peternakan, belum optimalnya pengelolaan hasil panen, terjadinya alih fungsi lahan pertanian dan sebagainya. Sedangkan pada bidang perikanan permasalahan yang terjadi antara lain adalah masih rendahnya produktivitas hasil perikanan, kurangnya minat masyarakat terhadap usaha perikanan, belum optimalnya penanganan pasca panen, serta terbatasnya stok benih unggul dan sebagainya. Dibidang kehutanan dan perkebunan, permasalahan yang ada saat ini antara lain adalah masih luasnya lahan kritis, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap upaya pelestarian hutan, masih terjadinya penebangan liar serta rendahnya divertifikasi usaha bidang kehutanan dan perkebunan. Dengan adanya Lokakarya Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian, tingkat kabupaten Tabalong tahun 2010 ini, semoga menjadi acuan kegiatan peyuluhan ditahun 2011 yang tersusun dan direncanakan dengan lebih baik dan terpadu, sehingga pelaksanaan penyuluhan menjadi tepat sasaran dan tepat manfaat. Programa Penyuluhan pertanian disusun secara sistematis dari tingkat anggota, kelompok dan gapoktan untuk memberikan arahan, pedoman dan alat pengendali pencapaian tujuan penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Penyusunan programa pertanian memperhatikan prinsip-prinsip keterpaduan dan kesinergian programa penyuluhan pada setiap tingkatan. Keterpaduan mengandung maksud bahwa programa penyuluhan pertanian disusun dengan memperhatikan programa pertanian penyuluhan tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten, dengan berdasarkan kebutuhan pelaku utama dan pelaku usaha. Sedangkan yang dimaksudkan dengan kesinergian yaitu bahwa programa penyuluhan pertanian pada tiap tingkatan mempunyai hubungan yang bersifat saling mendukung. Dengan demikian semua programa penyuluhan pertanian selaras dan tidak bertentangan dengan program lintas sector pertanian, perikanan dan kelautan. Dalam lokakarya penyusunan Programa penyuluhan pertanian ini hendaknya memperhatikan upaya-upaya sebagai berikut: ¢ Pengembangan dan pelestarian sumberdaya alam pertanian seperti manusia dan sumber daya alam. ¢ Peningkatan produksi pertanian dengan melaksanakan diverifikasi, intensifikasi, ekstentifikasi dan rehabilitasi melalui perbaikan penerapan teknologi pra panen pasca panen serta rekayasa social serta mampu mengelola kegiatan pasca panen seperti pengolahan, pengepakan dan pemasaran. ¢ Meningkatkan kesejahteraan petani nelayan melalui peningkatan produktivitas komoditas pertanian yang diusahakan para petani-nelayan. ¢ Peningkatan nilai gizi keluarga petani-nelayan melalui pembinaan organisasi masyarakat seperti wanita tani/nelayan, PKK dan sebagainya. ¢ Pemantapan organisasi dan kemampuan petani-nelayan dalam mencapai kesejahteraan keluarga tani nelayan. ¢ Pengembangan dan penataan peranan petani-nelayan dalam KUD dan akses permodalan lewat perbankan sebagai wahana dinamika perekonomian masyarakat pedesaan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani-nelayan. Selanjutnya hasil akhir dari kegiatan Lokakarya penyusunan programa penyuluhan tahun 2011 semoga dapat diimplementasikan dalam mendukung keberhasilan pembangunan wilayah yang : 1. Terukur 2. Realistis 3. Bermanfaat 4. Dapat dilaksanakan serta dilakukan secara partisipatif 5. Terpadu 6. Transparan 7. Demokrasi, dan 8. Bertanggung gugat (-Admin/KPPKP-)