Peraturan Pemerintah No.68 Tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan sebagai peraturan pelaksanaan UU No.7 tahun 1996 menegaskan bahwa untuk memenuhi kebutuhan konsumsi yang terus berkembang dari waktu ke waktu, upaya penyediaan pangan dilakukan dengan mengembangkan sistem produksi pangan yang berbasis pada sumber daya, kelembagaan, dan budaya lokal, mengembangkan efisiensi sistem usaha pangan, mengembangkan teknologi produksi pangan, mengembangkan sarana dan prasarana produksi pangan dan mempertahankan dan mengembangkan lahan produktif. Di PP tersebut juga disebutkan dalam rangka pemerataan ketersediaan pangan ke seluruh wilayah dilakukan distribusi pangan melalui upaya pengembangan sistem distribusi pangan secara efisien, dapat mempertahankan keamanan, mutu dan gizi pangan serta menjamin keamanan distribusi pangan. Disamping itu, untuk meningkatkan ketahanan pangan dilakukan diversifikasi pangan dengan memperhatikan sumberdaya, kelembagaan dan budaya lokal melalui peningkatan teknologi pengolahan dan produk pangan dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi anekaragam pangan dengan gizi seimbang. Sebenarnya mengkonsumsi pangan lokal ini sudah dilakukan oleh masyarakat sejak dulu. Apalagi mereka yang tinggal di pedesaan. Mereka mengkonsumsi jagung sebagai pangan utama. Tetapi sejak munculnya kebijakan berasnisasi terjadilah perubahan pola komsumsi masyarakat. Terciptalah imej bahwa pangan yang bergengsi dan berklas adalah beras. Belum makan kalau belum makan nasi. Tidak mudah memang untuk mengembalikan kebiasaan mengkonsumsi kembali pangan lokal. Banyak kendala yang akan dihadapi. Dapatlah kita perkirakan, paling tidak butuh waktu satu generasi atau lebih untuk mengubah pola konsumsi pangan penduduk. Dan tentu harus banyak pula upaya yang harus dilakukan. Oleh karena itu sebagai agenda rutin tahunan, BKP dan P4K Kabupaten Rembang melaksanakan Lomba Cipta Menu Pangan Olahan Berbasis Pangan Lokal Non Beras Non terigu Tahun 2015 tingkat Kabupaten Rembang. Lomba yang diikuti oleh 28 peserta dari TP. PKK Kecamatan dan perwakilan kelompok Wanita Tani ini bertujuan untuk memasyarakatkan pangan lokal pada umumnya dan memunculkan produk iconic olahan pangan lokal dari Kabupaten Rembang yang bisa menjadi oleh-oleh khas Rembang. Bertempat di Aula BKP dan P4k Kabupaten Rembang pada tanggal 25 Mei 2015 yang lalu Lomba Cipta Menu atau lebih dikenal dengan LCM ini dihadiri langsung oleh beliau Bupati Rembang, Abdul Hafidz. Dalam arahannya beliau mengharapkan budaya konsumsi pangan lokal ini disebarluaskan ke seluruh masyarakat Rembang, bahkan beliau menginstruksikan kepada semua Camat dan Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Rembang untuk ikut membudayakan cinta pangan lokal dengan menyelipkan 1 jenis olahan pangan lokal pada snack rapat. Beberapa tamu undangan yang juga berkenan hadir pada LCM Tahun 2015 ini antara lain Komisi B DPRD Kabupaten Rembang, Camat se-Kabupaten Rembang dan Ketua Dharma Wanita Persatuan BKP dan P4K Kab. Rembang sangat mengapresiasi pelaksanaan lomba tersebut. Dibandingkan tahun lalu, peserta LCM tahun 2015 ini lebih berkreasi dan berinovasi dalam mengolah pangan lokal. Seperti misalnya kreasi olahan Mocci dari gembili, Pia dari Ubi ungu, Pastel dari singkong, Brownies dari Ubi Jalar serta masih banyak lagi aneka olahan lain yang berbahan dasar pangan lokal unggulan di Kabupaten Rembang. Ini berarti masyarakat Rembang pada umumnya dan para peserta LCM pada khususnya sudah mulai open minded tentang pangan lokal dan konsumsi pangan lokal. Secara tampilan dan kemasan para peserta sudah mampu berkreasi juga dengan kemasan-kemasan yang organik seperti kemasan yang berbuat dari daun lontar, anyaman bambu, bahkan dari bathok kulit kawis. Tampilan para peserta tersebut membuat 3 dewan juri yang terdiri dari para praktisi yang membidangi citarasa makanan, kreasi inovasi makanan dan kemasan dan penyajian makanan sulit mementukan juara lomba tersebut.Setelah melewati penilaian oleh dewan juri maka diperoleh hasil Juara 1 TP.PKK Kec. Lasem ; Juara 2 KWT Salimah, Kec. Rembang ; Juara 3 TP.PKK Kec. Sale ; Juara Harapan 1 KWT Pergiwati, Kec. Sluke ; Juara Harapan 2 TP. PKK Kec. Sulang dan Juara Harapan 3 KWT Melati, Kec. Lasem. Secara langsung beliau Bupati Rembang menyerahkan tropy dan hadiah kepada para pemenang dan berharap kepada para pemenang untuk terus berinovasi dan memproduksi aneka olahan pangan lokal dan ikut serta mengkampanyekan konsumsi pangan lokal. Kedepan diharapkan juga Kabupaten Rembang memiliki produk olahan pangan lokal unggulan yang mampu bersaing dengan produk olahan pangan lokal dari kabupaten lainnya.