Loading...

LOMBA KREATIVITAS MAKANAN RINGAN BERBASIS PANGAN LOKAL NON BERAS DAN TERIGU KOTA PONTIANAK

LOMBA KREATIVITAS MAKANAN RINGAN BERBASIS PANGAN LOKAL NON BERAS DAN TERIGU KOTA PONTIANAK
Percepatan penganekaragaman konsumsi pangan melalui pangan berbasis sumber daya lokal diarahkan pada upaya untuk mengurangi ketergantungan konsumsi beras dan terigu. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan sosialisasi pemanfaatan bahan pangan lokal guna pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga. Pemanfaatan pangan berbasis sumber daya lokal merupakan bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan. Lomba Kreativitas Makanan Ringan Berbasis Pangan Lokal Non-Beras dan Terigu merupakan salah satu agenda Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kota Pontianak dalam upaya mensosialisasikan pemanfaatan bahan pangan lokal dalam pembuatan berbagai jenis makanan. Kegiatan yang merupakan kerjasama Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kota Pontianak dengan Tim Penggerak PKK Kota Pontianak ini dilaksanakan setiap dua tahun sekali, juga adalah salah satu kegiatan pendukung peringatan Hari Jadi Kota Pontianak. Bertempat di pendopo Rumah Dinas Walikota Pontianak, pada tanggal 27 Oktober 2014 telah dilaksanakan kegiatan Lomba Kreativitas Makanan Ringan Berbasis Pangan Lokal Non-Beras dan Terigu tingkat Kota Pontianak. Lomba diikuti oleh kader PKK dari 23 kelurahan di Kota Pontianak. Berbagai jenis makanan ringan dari berbagai bahan pangan lokal ditampilkan dalam lomba ini. Setelah dilakukan penilaian yang meliputi kreativitas, cita rasa, penyajian,kebersihan dan kesehatan, maka tim juri memutuskan juara-juara sebagai berikut : •Juara 1 : Tim Penggerak PKK Kelurahan Tengah •Juara 2 : Tim Penggerak PKK Kelurahan Bansir Darat •Juara 3 : Tim Penggerak PKK Kelurahan Sungaijawi •Juara Harapan 1 : Tim Penggerak PKK Kelurahan Siantan Hulu Dengan kegiatan ini diharapkan kreativitas masyarakat dalam mengolah makanan berbahan pangan lokal akan meningkat baik dalam jenis makanan yang dibuat maupun jenis bahan pangan lokal yang digunakan. Dengan sosialisasi yang intensif dan berkelanjutan, penggunaan bahan pangan lokal akan semakin diminati masyarakat seiring dengan berkurangnya ketergantungan masyarakat terhadap beras dan terigu.