LUMBUNG PANGAN MEMBANTU KETERSEDIAAN BERAS DI MUSIM PACEKLIK
LUMBUNG PANGAN MEMBANTU KETERSEDIAAN BERAS DI MUSIM PACEKLIK Keberadaan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) yang dikembangkan kelompok tani among tani di Kelurahan Tawanganom kec. Magetan Kab. Magetan mulai dirasakan manfaatnya terutama dalam situasi terjadinya paceklik. Kita ketahui sepanjang tahun 2018 musim kemarau lebih lama di banding musim penghujan sehingga terjadi kekeingan. Apabila pada tahun sebelumnya akhir oktober hujan mulai turun dan petani mulai membuat pembenihan padi, Akan tetapi pada tahun 2018 ini belum juga turun hujan akibatnya petani juga tidak berani untuk membuat pembenihan padi. Sedangkan sumber mata air mulai kecil debitnya akibatnya sawah mulai banyak yang bero karena keterbatasan ketersediaan air irigasi.Pada kondisi inilah keberadaan lumbung pangan di poktan among tani di Kelurahan Tawanganom kec. Magetan Kab. Magetan sangat membantu menyediakan ketersediaan pangan. Alhamdulillah berkat komitmen bersama antara ketua poktan dan anggota poktan among tani, lumbung pangan yang dikelola kelompok tani dapat berkembang dan membantu menyediakan kebutuhan pangan anggotanya pada saat paceklik.Pada tahun 2016 , poktan among tani Kelurahan Tawanganom kec. Magetan Kab. Magetan mendapat bantuan gabah sebesar 400 kg dari Dinas ketahanan pangan Propinsi Jawa Timur, dan pada tahun 2017 digulirkan lagi bantuan gabah sebesar 3225 kg. Sampai dengan Akhir September 2018 total gabah yang dimiliki kelompok tani sudah berkembang menjadi 8150 kg.Manajemen yang diterapkan poktan among tani dalam mengembangkan lumbung pangan yaitu dengan meminjamkan gabah kepada anggotanya, dimana setiap anggota yang meminjam 100 kg gabah maka mereka wajib mengembalikan gabah sebanyak 105 kg dalam jangka waktu satu tahun. Poktan juga tidak meminjamkan semua gabah ke petani tetapi menyisakan 1/3 bagian tetap berada di lumbung, akan tetapi karena penyusutan , hama tikus dan harga gabah yang tinggi di pasaran maka hasil kesepakatan bersama, gabah di lumbung dijual untuk menekan kerugian dan untuk ditukar dengan gabah baru menjelang panen.Harapan ketua poktan dan anggotanya, keberadaan lumbung pangan bisa membantu meningkatkan pendapat petani dengan membeli gabah milik petani sehingga harga tidak dipermainkan pedagang dan memenuhi kebutuhan beras pada saat larang pangan. Sumber :Hasil wawancara dengan ketua poktan Among tani Kel. Tawanganom Kec. Magetan Kab. Magetan Oleh :Trisni Setiyaningrum,S.PtPenyuluh Pertanian BPP MAGETAN