Loading...

MACAM-MACAM TANAMAN YANG DIGUNAKAN UNTUK PESTISIDA NABATI

MACAM-MACAM TANAMAN YANG DIGUNAKAN UNTUK PESTISIDA NABATI
Kelompok Tanaman Insektisida Nabati Bengkuang (Pachyrrhizus erosus Urban) Famili Leguminosae Nama daerah : bengkowang, huwi hiris (sunda); bengkuang, besusu (jawa); bungkuang (aceh); bakuang, bangkuang (batak). Bengkuang merupakan tumbuhan semak semusim yang tumbuh membelit, berakar tunggang, berumbi, dan dapat tumbuh pada dataran rendah sampai tinggi (1 - 1000 m dpl).Batang bulat, berambut, dan berwarna hijau. Berdaun tunggal, bulat, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, tulang daun menyirip, permukaan berbulu, panjang 7-10 cm, lebar 5- 9 cm, berwarna hijau. bentuk ginjal, berwarna kuning kotor. Perbanyakan tanaman menggunakan biji. Bagian tumbuhan yang digunakan : biji yang mengandung rotenon yang merupakan racun penghambat operasional sel. Sasaran OPT: Croccidolomia binotalis, Aphis fabae, A. craccivora, Bombyxmori, Dysdercus megalopygus, Epilachna varivestis, Myzus persicae, Nezara viridula, Plutella xylostella, dan Spodoptera litura. Biji dan daun dicuci, ditumbuk, ekstraknya diencerkan dengan air.Alkohol dan petrolium eter juga dapat digunakan sebagai pelarut.Aplikasi dilakukan dengan penghembusan atau penyemprotan ke bagian tanaman. Ekstrak biji bengkuang bersifat toksik terhadap larva ulat krop dengan LC50 : 11,48%. Tingkat kematian terendah 13% pada 4 hari setelah perlakuan dengan konsentrasi 12,5% (125 gram per liter air) (Soekarto, et al., 1999). Manfaat lain : Serbuk atau tepung biji bengkuang dapat digunakan untuk melindungi benih tanaman dari serangan hama gudang. Serangga yang teracuni akan mati kelaparan yang disebabkan oleh kelumpuhan alat-alat mulut. Mimba (Azadirachta indica L) Nama daerah : Nimba, imba (jawa); intaran, nimba (bali); membha (madura) Mimba adalah tanaman asli daerah tropika Asia Tenggara.Tanaman ini tumbuh cepat dan tahan kekeringan, sehingga tanaman ini telah lama dibudidayakan di daerah kering di Asia, Afrika, dan Amerika Tengah sebagai sumber kayu.Mimba yang tumbuh di lahan kering dan tidak subur menghasilkan zat bioaktif yang lebih banyak daripada yang tumbuh di tanah subur. Mimba merupakan tanaman pohon dengan tinggi 10-15 m dan berakar tunggang.Batang tegak, berkayu, berbentuk bulat, permukaan kasar, percabangan simpodial, dan berwarna coklat.Daun majemuk, letak berhadapan, berbentuk lonjong, tepi bergerigi, ujung runcing, pangkal meruncing, tulang daun menyirip, panjang 5-7 cm, lebar 3-4 cm, tangkai daun panjangnya 8-20 cm, dan berwarna hijau. Bunga majemuk, berkelamin dua, letak di ujung cabang, tangkai silindris, panjang 8-15 cm. Benang sari silindris dan berwarna putih kekuningan.Putik lonjong dan berwarna coklat muda.Buah berbentuk bulat telur berwarna hijau, berdiameter ± 1 cm, dan berwarna putih. Mimba tumbuh baik di daerah panas, di ketinggian 1 - 700 m dpl dan tahan cekaman air.Di daerah yang banyak hujan bagian vegetatif sangat subur, tetapi sulit untuk menghasilkan biji (generatif). Perbanyakan melalui biji.Mimba berbunga pertama kali pada umur 2-3 tahun dan berbuah pada umur 3-4 tahun.Umumnya tanaman mimba berbuah sekali setahun. Buah mimba dapat dirontokkan, dipetik, maupun ditarik dari dahan-dahannya. Bagian tumbuhan yang digunakan : biji dan daun Biji mengandung 25 senyawa limonoid dan daun mengandung 57 senyawa limonoid dengan zat bioaktif utama azadirachtin (C35H44016).Zat bioaktif ini bekerja sebagai zat penolak, pencegah nafsu makan, penghambat tumbuh, larvasida (untuk mengendalikan larva), bakterisida (mencegah aflatoksin), mitisida (obat kudis), virisida (mengendalikan virus mosaik pada tembakau), rodentisida, ovisida, spermatisida, fungisida, nematisida dan moluskisida.Bahan aktif ini terdapat di semua bagian tanaman, tetapi yang paling tinggi terdapat pada biji.Biji mengandung minyak 35-45%. Disamping itu kandungan senyawa kimia lainnya, ekstrak biji dan daun mimba terdapat 3 golongan penting yaitu : azadirachtin, salanin, meliantriol, dan lain-lain. Ketiga senyawa tersebut digolongkan ke dalam kelompok triterpenoid yang merupakan bahan pestisida alami, tetapi yang paling efektif adalah azadirachtin (Kubo dan Klocke, 1981; Paropuro, 1989). Sinar matahari dapat menguraikan minyak mimba yang disemprotkan pada tanaman dalam waktu seminggu.Namun pengaruh sistemiknya dapat diperpanjang sampai lebih dari satu bulan dengan mengaplikasikan azadirachtin (senyawa aktif dari mimba) ke dalam tanah. Sifat penting azadirachtin adalah fitotoksisitasnya kecil atau tidak ada pada dosis efektif, tidak toksik untuk manusia dan vertebrata lainnya, daya kerja utama adalah menekan nafsu makan (antifeedan) untuk serangga hama. Kematian hama sebagai akibat perlakuan mimba terjadi pada pergantian instar-instar atau pada proses metamorfosis. Mimba tidak membunuh hama secara cepat tetapi berpengaruh terhadap daya makan, pertumbuhan, reproduksi, proses ganti kulit, menghambat perkawinan, dan komunikasi seksual, penurunan daya tetas telur, dan menghambat pembentukan kitin. Mimba juga berperan sebagai pemandul, mengganggu proses perkawinan, dan menghambat peletakan telur. OPT sasaran Penghisap polong, Riptortus linearis pada tanaman kedelai, penyakit busuk daun/pangkal batang Phytophthora spp. pada berbagai tanaman hortikultura, penyakit antraknosa Colletotrichum spp. pada tanaman buncis. Mimba mampu mengendalikan sekitar 127 jenis hama dan mampu berperan sebagai fungisida, bakterisida, nematisida, serta moluskisida (anti keong-keongan). Jenis OPT utama yang dapat dikendalikan antara lain : Pada tanaman hortikultura Ulat buah (cabai, tomat) : Helicoverpa armigera Kutu daun (sayuran) : Aphid Ulat daun kubis : Pluttela xylostella Ulat krop (kubis) : Crocidolomia binotalis Ulat tanah (sayuran) : Agrotis spp. Pengorok daun (sayuran) : Liriomyza spp. Kutu kentang : Empoasca fabae Kutu kebul (sayuran) : Bemisia tabaci Kutu (jeruk) : Panonychus citri, Planococcus citri Rebah kecambah (sayuran) : Rhizoctonia solani, Sclerotium spp. Ulat grayak (sayuran) : Spodoptera spp. Nematoda : Meloidogyne spp. Mediterranean fruit fly : Ceratitis capitata (buah-buahan) Layu fusarium (sayuran, : Fusarium oxysporum buah-buahan) Pada tanaman pangan Wereng coklat (padi) : Nilaparvata lugens Wereng hijau (padi) : Nephotettix virressens Wereng zigzog (padi) : Sogatella furcifera Belalang kembara : Lucusta migratoria (padi, jagung, kedelai) Ulat grayak : Spodoptera litura Pada hama gudang Kumbang : Callosobruchus chinensis (kacang-kacangan) Corcyra cephalonica Kumbang beras : Sitophilus oryzae Khapra beetle : Trogoderma granarium Lesser grain borer : Rhizopertha dominica Tribolium sp. Cara aplikasi Setelah buah dipanen, daging buah yang masak sebaiknya dipisahkan dari bijinya dengan cara mencucinya. Pengeringan dan penyimpanan biji mimba dapat dilakuan dengan menjemurnya selama beberapa hari di bawah sinar matahari.Biji diratakan setipis mungkin. Proses pengeringan yang kurang sempurna akan menyebabkan biji terserang cendawan selama penyimpanan. Biji yang kering disimpan di tempat kering dalam wadah yang teraliri udara, misalnya karung goni atau keranjang.Wadah yang tidak tembus udara seperti kantong plastik kurang baik untuk menyimpan biji mimba. Pemrosesan biji mimba Untuk membuat larutan semprot 10 liter diperlukan campuran air 10 liter dan 500 gram biji mimba. Sebelum dicampur, biji ditumbuk lalu diaduk di dalam air dan dikocok dengan kuat. Ekstrak mimba dapat disemprotkan dengan menggunakan alat semprot, sebelumnya partikel-partikel biji mimba harus disaring dari larutan untuk mencegah penyumbatan nozzle.Apabila tidak ada alat semprot, dapat menggunakan kuas jerami.Dalam hal ini larutan tidak perlu disaring.Kuas dicelupkan dalam larutan kemudian dipercikkan di atas tanaman sampai semua daun basah.Efek senyawa mimba berlangsung selama 3 - 6 hari. Untuk mengendalikan ulat buah (H. armigera) sebanyak 5 kg biji mimba ditumbuk, dibungkus dalam kain/serbet kemudian direndam dalam satu ember air.Mimba yang terbungkus dalam serbet diperas. Dalam wadah lain larutkan 10 gram deterjen dalam 1 liter air, kemudian campurkan dalam larutan mimba. Sebagai repellen, 500 gram biji mimba dilarutkan dalam 100 liter air dapat melindungi tanaman 0,1 ha selama 2 minggu. Sebagai nematisida/fungisida pada terong. Di India dilaporkan bahwa dengan mencampurkan pelet mimba 1-2 ton/ha pada saat pengolahan tanah dapat mengendalikan tanaman terong dari serangan nematoda, penyakit bercak daun, dan penggerek buah. Untuk mengendalikan hama secara umum (Kardinan, 2000). Bahan : daun mimba 8 kg, lengkuas 6 kg, serai 6 kg, deterjen 20 gram, air 20 gram. Daun mimba, lengkuas, dan serai ditumbuk halus, kemudian diaduk merata dalam 20 liter air, lalu direndam selama 24 jam.Keesokan harinya larutan disaring dengan kain halus.Larutan hasil penyaringan diencerkan dengan 60 liter air kemudian semprotkan pada tanaman. Untuk mengendalikan hama pada bawang merah Bahan : daun mimba 1 kg, umbi gadung racun 2 buah, deterjen sedikit, air 20 gram. Daun mimba dan umbi gadung ditumbuk halus.Selanjutnya seluruh bahan diaduk dengan 20 liter air dan diendapkan semalam.Keesokan harinya larutan disaring. Untuk mengendalikan hama gudang Daun mimba ditumbuk sampai menjadi tepung/serbuk.Untuk 1 kg benih diperlukan 1 gram tepung daun mimba.Campurkan secara merata. Dengan perlakuan tersebut dapat melindungi benih dari serangga hama gudang sampai 6 bulan. Penggunaan tepung daun mimba dapat diterapkan pada biji-bijian untuk keperluan konsumsi karena relatif aman bagi manusia dan hewan peliharaan. Manfaat lain Selain sebagai bahan biopestisida, mimba juga berguna sebagai bahan sabun mandi, pasta gigi, obat-obatan, sayuran, pengganti pakan ternak, bahan bakar, dan sebagai tanaman hias. Cengkeh (Syzygium aromaticum (L.) Merr dan Perryl) Nama daerah : Cengkeh Tanaman cengkeh (Syzygium aromaticum) termasuk famili Myrtaceae. Tanaman ini mempunyai sifat khas karena semua bagian pohon mengandung minyak, mulai dari akar, batang, daun, sampai bunga. Kandungan minyak pada bagian-bagian tersebut bervariasi jumlahnya namun kadar minyak yang paling tinggi terdapat pada bagian bunga. Komponen minyak cengkeh adalah eugenol, kariofilen, metil-n-amail keton, seskuiterpenol dan naftalene. Bagian tumbuhan yang digunakan : daun dan biji (bunga) yang mengandung minyak atsiri metil eugenol. OPT sasaran :penyakit busuk daun/pangkal batang Phytophthora spp. pada berbagai tanaman hortikultura, hama lalat buah Dacus dorsalis,D.umbrosus. Cara aplikasi : Senyawa metil eugenol yang berfungsi sebagai penarik serangga (attractant) dibuat dari eugenol yang berasal dari tanaman cengkeh (daun, biji) melalui proses metilasi. Dalam aplikasi pengendalian lalat buah di lapangan, metil eugenol diteteskan pada kapas (0,5 ml), dan ditempatkan dalam suatu perangkap yang digantung pada ranting tanaman, ajir, atau tiang panjat setinggi 1,5-2,0 meter dari permukaan tanah. Metil eugenol berperan sebagai umpan untuk menarik lalat buah jantan ke dalam perangkap dan lalat buah tersebut akan mati di dalam perangkap karena kelaparan dan kekeringan. Berdasarkan percobaan yang dilakukan oleh PAU Ilmu Hayati ITB (1990 s.d. 1992) pada tanaman nangka dan mangga dengan perlakuan; konsentrasi metil eugenol murni (0,5 ml); metil eugenol (50%) dengan pelarut minyak sereh dan kombinasi metil eugenol (0,5 ml) + 2 ml ekstrak Azadirachta indica0,1% dengan jarak perangkap 1, 10, 25 meter dari tanaman, menunjukkan bahwa pada jarak satu meter antara perangkap metil eugenol murni pada tanaman nangka dan mangga, jumlah lalat buah jantan yang terperangkap/hari untuk setiap perangkap mencapai rata-rata 56,33 ekor dibandingkan perangkap lain, akan tetapi pada jarak 10 meter jumlah lalat buah jantan yang terperangkap hanya mencapai rata-rata 26,33 ekor per perangkap/hari. Namun pada pengujian metil eugenol yang dikombinasikan dengan ekstrak Azadirachta indica 1% (insektisida alami) ternyata mempercepat kematian lalat buah jantan yang terperangkap, dibanding penggunaan metil eugenol murni. Manfaat lain Penggunaan cengkeh bervariasi diantaranya adalah sebagai pengawet bahan pangan, bahan pencampur industri rokok, dan sebagai bahan baku industri minyak wangi (parfum), obat-obatan (farmasi), bahan untuk membuat vanilin sintetis sebagai bahan peledak (Ketaren, 1985). Buah Nona (Annona reticulata L.) Famili Annonaceae Buah nona dapat tumbuh di dataran rendah dan sedang. Tinggi tanaman berkisar antara 5-8 m, diameter daun kurang lebih 20 cm. Biji mulai tumbuh satu bulan setelah tanam. Ukuran tajuk dari tanaman berumur 2-3 tahun sekitar 4,5 m. Tanaman ini mulai berbuah pada umur 3-4 tahun, buahnya berdiameter 7-12 cm dengan berat sekitar 1 kg per buah. Tanaman produktif dapat menghasilkan 45 buah per musim. Bagian tumbuhan yang digunakan adalah biji. Buah mentah, biji, daun, dan akarnya mengandung senyawa annonain. OPT sasaran : serangga gudang Callosobrochus chinensis. Cara aplikasi : Untuk mengendalian hama gudang Callosobrochus chinensis :Biji buah nona dihaluskan dengan blender, kemudian diekstraksi dengan diethyl ether dalam soxhlet pada temperatur 40oC selama 24 jam. Larutan ekstrak dituang ke dalam labu erlenmeyer, dan tambahkan natrium sulfat seperlunya. Kemudian larutan tersebut didiamkan selama 24 jam. Larutan ekstrak disaring dengan kertas filter, dan diuapkan dengan evaporator. Dari serbuk biji ini akan diperoleh 44% ekstrak biji. Ekstrak biji dilarutkan dengan metanol, kemudian diulang sebanyak 3 kali. Hasil dari aplikasi 5, 10, dan 20 mg ekstrak biji per-serangga dapat mematikan 45, 50, dan 100% serangga uji setelah 24 jam aplikasi (Putra Budiman, 1994). Sirsak, Soursoup (Annona muricata L.) Famili Annonaceae Nama daerah Deureujan (Aceh); tarutung olanda (Batak), durian batawi (Minang); jambu landa (Lampung); nangka walanda (Sunda); nangka landa, nangka sabrang, mulwa landa (Jawa); srikaya jawa (Bali). Sirsak dapat tumbuh hampir di semua tempat sampai ketinggian 900 m dpl.Sirsak merupakan pohon dengan tinggi dapat mencapai sekitar 8 m dan berakar tunggang.Batang berkayu, bulat dan bercabang.Daun tunggal, bulat telur atau lanset, ujung runcing, tepi rata, panjang antara 6 - 18 cm, dan berwarna hijau kekuningan.Bunga tunggal terletak pada batang dan ranting, ukuran kelopak kecil, dan berwarna kuning keputihan atau kuning muda.Buah majemuk, bulat telur, panjang 15 - 35 cm, diameter 10 - 15 cm, dan berwarna hijau.Biji bulat telur, keras, dan berwarna hitam.Perbanyakan dengan biji. Bagian tumbuhan yang digunakan : daun dan biji. Berdasarkan informasi pakar dari Pusat Kajian PHT IPB (Djoko Prijono), tumbuhan ini tidak terlalu aktif. Namun, beberapa peneliti melakukan kajian tumbuhan ini sebagai biopestisida. Buah yang mentah, biji, daun, dan akarnya mengandung senyawa kimia annonain. Bijinya mengandung minyak 42 - 45%, merupakan racun kontak dan racun perut. Bermanfaat sebagai insektisida, repellen (penolak), dan antifeedan. Dari tanaman sirsak telah berhasil diisolasi beberapa senyawa acetogenin antara lainasimisin, bulatacin, dan squamosin. Pada konsentrasi tinggi, senyawa acetogenin bersifat antifeedan bagi serangga, sehingga menyebabkan serangga tidak mau makan.Pada konsentrasi rendah bersifat racun perut dan dapat menyebabkan kematian.Senyawa acetogenin bersifat sitotoksik sehingga menyebabkan kematian sel. Bulatacin diketahui menghambat kerja enzin NADH - ubiquinone reduktase yang diperlukan dalam reaksi respirasi di mitokondria. Hama belalang dan hama-hama lainnya. Beberapa serangga hama juga dilaporkan efektif untuk dikendalikan dengan tanaman ini, antara lain : Thrips pada cabai, kutu daun kentang (Macrosiphum solanifolii), Kutu daun krisan (Macrosiphoniella sanborni), Kumbang merah (Aulocaphora faveicollis) pada labu kuning, wereng coklat (Nilaparvata lugens), werenghijau (Nephotettix virescens) dan wereng zigzag (Sogatella furcifera) pada padi. Srikaya (Annona squamosa L.) Famili Annonaceae Srikaya merupakan perdu tahunan atau berupa pohon kecil dengan tinggi 2-7 m. Tanaman ini tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis di tanah berbatu, kering, dan terkena cahaya matahari langsung. Srikaya dapat tumbuh pada ketinggian 1-800 m dpl. Daun tunggak, kaku, bertangkai, letak berselingan, bentuk elips memanjang, ujung tumpul, tepi rata, panjang 6 - 17 cm, lebar 2,5 - 7,5 cm dan berwarna hijau. Buah majemuk berbentuk bola dengan garis tengah 5-10 cm, permukaannya berbenjol-benjol, berwarna hijau, dan daging buahnya berwarna putih. Diantara daging buahnya terdapat biji berwarna hitam mengkilat jika sudah masak. Akar tunggang. Perbanyakan tanaman ini umumnya dengan biji. Bagian tumbuhan yang digunakan : biji. Senyawa aktif utama bersifat menekan nafsu makan (antifeedan) dan insektisida adalah asimisin dan squamosin (golongan acetogenin). Tumbuhan dari keluarga annonaceae mengandung alkaloid, karbohidrat, lemak (42-45 %), asam amino, protein, polifenol, minyak atsiri, terpen, dan senyawa-senyawa aromatik seperti tumbuhan pada umumnya. Senyawa-senyawa yang bersifat bioaktif dari kelompok tumbuhan annonaceae dikenal dengan acetogenin. Selain bijinya, bagian tanaman lain yang mengandung bahan aktif yang efektif sebagai biopestisida adalah buah mentah, daun, dan akar. Kandungan aktif bekerja sebegai racun kontak, racun perut, penolak (repellent), dan antifeedant. OPT sasaran : hama gudang Callosobrochus analis. Biji/kulit kayudikeringkan, dikuliti, dan ditumbuk. Biji yang sudah berupa tepung direndam dengan pelarut aquades atau etanol dalam alat ekstraksi, kemudian disaring. Untuk memperoleh ekstrak biji 4,5liter diperlukan 7,5 kg biji. Ekstrak biji anona yang dibuat dengan eter ataupetroleum eter dapat meningkatkan tingkat racunnya sampai 50- 1000 kali. Selain untuk ulat daun kubis, biji dan daun tanaman ini dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan OPT antara lain : Aphis gosypii, Epilachna varivestris, Aedes aegypti, Acalymma vittatum,dan Drosophila melanogaster. Serbuk daun srikaya dilaporkan dapat digunakan untuk mengendalikan hama gudang. 1% tepung srikaya yang dicampurkan dalam biji kacang hijau dapat mengendalikan hama gudang Callosobrochus analis, karena dapat menghambat proses peletakan telur. Tembakau (Nicotiana tabacum Linn.) Nama daerah :Tembakau (Bengkulu); bakong (Aceh); bako (Gayo, Sunda, Jawa); mbako, yimbako (Batak); bago, fanisa (Nias); tembaku (Lampung). Tembakau merupakan tanaman semak semusim, ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 1- 1200 m dpl. Batang berkayu, bulat berbulu, diameter sekitar 2 cm, dan berwarna hijau, daun tunggal, berbulu, bulat telur, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 20-50 cm, dan lebar 5-30 cm. Tangkai daun panjang 1-2 cm dan berwarna hijau keputih-putihan. Bunga majemuk dan tumbuh di ujung batang. Kelopak bunga berbulu, pangkal berlekatan, dan ujung terbagi lima. Tangkai bunga berbulu dan berwarna hijau. Buah kotak, berbentuk bulat telur, berwarna hijau ketika masih muda, dan berwarna coklat, serta berakar tunggang. Perbanyakan dilakukan dengan biji. Bagian tumbuhan yang digunakan adalah daun dan batang.Umumnya yang digunakan adalah daunnya.Tembakau mengandung bahan aktif alkaloid seperti anabarine, anatobine, myosinine, nicotinoid, nicotelline, nicotine, nicotyrine, norcotine, piperidine.Secara umum tumbuhan ini dikenal karena kandungan nikotinnya.Konsentrasi nikotin tertinggi terdapat pada ranting dan tulang daun. OPT sasaran :kutu, nematoda meloidagyrae incognitata, hama gudang seperti Sitophilus oryzae, Tribolium castaneum, nyamuk dan beberapa penyakitpenting tanaman hortikultura. Cara aplikasi :Daun ditumbuk dan diekstraksi dengan aquades. Etanol dapat digunakan sebagai pelarut organik. Aplikasi dilakukan dengan penyemprotan atau penghembusan. Tepung daun tembakau juga dapat digunakan untuk mengendalikan hama gudang ataupun digunakan secara dusting (pengebulan) di lapangan. Manfaat lain : Air perasan tembakau digunakan untuk membersihkan luka yang kotor (sebagai bahan atiseptik).Bijinya juga dapat digunakan sebagai minyak cat. Mindi (Melia azedarach L.) Famili Meliaceae Nama daerah :Gringing, Mindi (Jawa), Renceh (Batak). Mindi berupa pohon, bercabang, dan tinggi dapat mencapai 20 m, tumbuh pada ketinggian 1- 1100 m dpl. Kulit batang berwarna coklat tua. Daun majemuk menyirip ganda, tumbuh berseling, dan panjang tiap tangkai berkisar 20 sampai 28 cm. Anak daun berbentuk bulat telur, tepi bergerigi, ujung runcing, pangkal membulat atau tumpul, panjang 3-7 cm, lebar 1,5-3 cm, warna permukaan atas hijau tua dan permukaan bawah hijau muda. Bunga majemuk, bentuk malai, panjangnya 1-20 cm, dan keluar dari ketiak daun. Perbanyakan tanaman dilakukan dengan biji. Bagian tumbuhan yang dapat digunakan adalah daun dan biji. Daun danbiji mindi mengandung/senyawa aktif meliacin (limonoid) yang juga beracun terhadap manusia. Mindi dapat digunakan dengan cara menghaluskan lalu mencampurnya dengan air atau pelarut lain seperti eter dan alkohol. Daun dapat menghambat susunan syaraf serangga dan mengganggu sistem repirasi/pernafasan serangga serta menolak serangga. OPT sasaran : Kutu daun Myzus persicae; belalang (semua jenis termasuk belalang kembara Locusta migratoria);nematoda Meloidogyne;penyakit bercak daun Helminthosporium sp.; wereng batang coklat, dan wereng daun padi, ulatgrayak Spodoptera litura; hama gudang seperti, Tribolium castaneum, dan sebagainya. Biji mindi dengan konsentrasi sekitar 5% yang dilarutkan dalam air dan ditambah sedikit deterjen dapat digunakan sebagai insektisida. Tepung daun atau biji pada konsentrasi 1-2 % dapat mengendalikan hama gudang. Piretrum (Chrysanthemum cinerariafolium Trev.) Merupakan tumbuhan semak tinggi 20-70 cm, batang berkayu bulat, daun majemuk, panjang helai daun 6-15 cm, bunga majemuk, bentuk bonggol, mahkota melingkar putih, buah kotak bentuk jarum, warna kuning. Perbanyakan dengan pemisahan anakan. Piretrum dapat untuk mengendalikan OPT hama gudang dengan konsentrasi 0,5% (membunuh) dengan menghambat peletakan dan penetasan telur (310 ppm). Bagian tumbuhan yang digunakan bunga dalam bentuk tepung dengan menumbuk atau menggiling bunga piretrum mengandung bioaktif piretrin yang bekerja sebagai racun syaraf. Serangga terkena piretrin akan menunjukan gejala kelumpuhan hingga kematian. Daya kerja piretrin berkorelasi negatif dengan suhu, artinya makin rendah temperatur suatu daerah akan mengakibatkan daya racunnya meningkat. Piretrum yang ditanam di dataran tinggi (topografi tanah makin tinggi) kandungan bioaktifnya juga semakin banyak. Babadotan (Ageratum conyzoides L.) Merupakan tumbuhan herba setahun tinggi 30-90 cm, tumbuh tegak, batang bawah terbaring, batang buat berambut panjang dan bercabang, daun tunggal, bertangkai, bentuk bulat telur, tepi bergerigi, ujung runcing, pangkal membulat, panjang 3-4 cm, letak berhadapan bersilang, berwarna hijau. Dapat tumbuh sampai ketinggian 2100 m dpl, ladang tandus, padang rumput,pinggir jalan. Perbanyakan melalui biji dan bila batang menyentuh tanah akan keluar akar dan tumbuh. Bagian tumbuhan yang digunakan daun dengan menumbuk atau menggiling dicampur metanol 1%+tepung terigu, mengandung bioaktif saponin, flavonoid, polifenol, dan minyak atsiri, bersifat kontak yang menyebabkan terhambatnya pertumbuhan larva menjadi pupa. Jeringau (Acorus calamus L.) Merupakan tumbuhan herba menahun tinggi 75 cm, hidup pada tempat lembab seperti rawa dan air pada semua ketinggian. Batang basah-pendek, membentuk rimpang, berwarna putih kotor, daun tunggal, bentuk lanset, ujung runcing, tepi rata, panjang 60 cm, lebar 5 cm, berwarna hijau, bunga majemuk bentuk bonggol, ujung meruncing. Perbanyakan stek batang, rimpang tunas yang muncul dari buku rimpang. Akar serabut. Bagian tumbuhan yang digunakan rimpang dalam bentuk tepung dengan dicincang, dikeringkan, ditumbuk serta minyak dengan mengekstrak rimpang, yang mengandung asarone 82%, koamenol 5% kolamen- metil eugenol. Sebagai penolak serangga (repellent), antifeedant (penurun nafsu makan), antifertilitas (pemandul), tepung untuk melindungi hasil panen digudang 1-2 kg dicampur 100 kg biji.Rimpang untuk mengendalikan kutu daun, rayap, dan walang sangit. Serai wangi (Andropogon nardus L.) Merupakan tumbuhan herba menahun jenis rumput-rumputan, tinggi 50 - 100 cm, daun tunggal, berjumbaipanjang 1 m dan lebar 1,5 cm, tepi kasar, tajam, tulang daun sejajar, permukaan atas dan bawah berambut, batang tidak berkayu, beruas pendek, berwarna putih, bunga majemuk terletak dalam satu tangkai, berwarna putih, buah pipih warna putih kekuningan, biji bulat panjang warna coklat, akar serabut perbanyakan dengan pemisahan tunas dan anakan. Bagian tumbuhan yang digunakan batang dan daunnya dihaluskan lalu dicampur dengan pelarut mengandung bioaktif minyak atsiri. Campuran abu daun (mengandung 49% silika) dapat membunuh serangga hama gudang dan menghambat peletakan telur. Abu daun serai akan menyebabkan luka pada kulit serangga yang menyebabkan serangga terus-menerus kehilangan cairannya (desikasi). Kamalakian (Croton tiglium Linn.) Merupakan tumbuhan bentuk pohon, yang mampu berbunga setelah umur 15 bulan.Tanaman ini diperbanyak dengan biji berwarna coklat keabu-abuan berbentuk persegi. Bagian tumbuhan yang digunakan biji dan kayunya, meskipun seluruh bagian tanaman utamanya biji terasa pedas.Ricinin merupakan bioaktif yang terdapat di tanaman ini.Penggunaan tanaman ini relatif, harus lebih hati-hati karena juga dapat berfungsi sebagai obat pencuci perut manusia (pencahar). Tanaman ini biasanya dipakai sebagai racun ikan, kayunya dapat dibakar untuk mengusir hama karena dapat membuat radang mata, bioaktif ricinin sekitar 50%. Dapat dimanfatkan sebagai insektisida untuk berbagai jenis serangga karena hampir semua serangga hama dapat terusir bahkan mati akibat peradangan mata. Suren (Toona sureni Merr.) Merupakan pohon berkayu tinggi mencapai 20 m dapat tumbuh pada ketinggian 1- 2000 m dpl, kulit batang berbau tajam, perbanyakan dengan biji. Bagian tumbuhan yang digunakan daunnya mengandung bioaktif surenon, surenin, dan surenolakton, kulit batangnya berbau tajam dapat berperan sebagai pengusir hama. Sebagian petani menancapkan daunnya dipinggiran sawah untuk menghalau walang sangit, tumpang sari dengan sengon untuk menghindari hama kupu kuning (Eurema blanda), dapat menghambat pertumbuhan (growth inhibitor), dan penolak makan (antifeedant) yang diujikan pada aktivitas serangga Bombyx mori pada pohon pinus. Kelompok Tumbuhan Atraktan Daun Wangi (Melaleuca bracteata L.) Merupakan pohon mencapai tinggi 12 m, batang berkayu bercabang banyak, daun tunggal, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, berwarna hijau keputihan, bunga majemuk tumbuh diketiak daun, buah kotak-bentuk lonceng, diameter 6 mm,berwarna putih kotor, akar tunggang, dapat tumbuh 1- 1500 m dpl, perbanyakan dengan biji. Bagian tumbuhan yang digunakan daun mengandung metil eugenol (C12H14O2) hasil penyulingan 1,14% volume dari bahan. OPT yang dikendalikan :pemikat hama lalat buah jantan (Bactrocera dorsalis), sehingga betina tidak dikawini, caranya dengan penyulingan. Metil eugenol diberikan/diteteskan pada kapas yang diletakkan di dalam perangkap serangga, sebagai penarik serangga jantan. Selasih (Ocimum basilicum L., O. sanctum) Famili Labiatae Nama daerah :Selasi (Sunda); selasih, telasih (Jawa); amping, kukuru (Minahasa). Deskripsi tumbuhan Selasih dapat tumbuh di tempat lembab dan teduh pada ketinggian 450 - 1100 m dpl.Selasih merupakan tanaman semak semusim dengan tinggi antara 30 - 150 cm dan berakar tunggang.Batang berkayu, berbentuk segi empat, beralur, bercabang, berbulu, dan berwarna hijau tua atau hijau tua kecoklatan. Daun tunggal, berbentuk bulat telur, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi bergerigi, tulang daun menyirip, panjang 1- 5 cm, lebar 6 - 30 cm dan berwarna hijau keunguan. Bagian tumbuhan yang digunakan : biji dan daun yang mengandung juvocimene yang bersifat sebagai pengganggu perkembangan serangga, selain juga mengandung metil eugenol yang bersifat sebagai atraktan. OPT sasaran :Ulat Krop Kubis (Croccidolomia binotalis). Cara aplikasi :Ekstrak biji selasih bersifat toksik terhadap larva ulat krop dalam waktu 48 jam setelah perlakuan dengan tingkat kematian mencapai 11,4% (Susniahti, N., 1999). Untuk pemikat lalat buah, daun dihaluskan lalu dicampur dengan air. Hasil yang lebih efektif akan diperoleh apabila disuling terlebih dahulu sehingga akan diperoleh minyak atsirinya. Manfaat lain : Secara tradisional selasih dimanfaatkan sebagai obat penawar racun dan peluruh air seni. Selasih Hijau (Ocimum tenuiflorum Linn.) Merupakan tumbuhan perdu, tegakbercabang banyak, tinggi 1-1,5 m, batang berkayu hijau kecoklatan, bercabang, beranting, daun bulat, tepi bergerigi, berbau tajam, pedas, hijau, daun mahkota berwarna keputihan, biji coklat, perbanyakan dengan pemisahan biji. Bagian tumbuhan yang digunakan daun dan bunga yang mengandung bioaktif metil eugenol (C12H14O2).Daun selasih hijau mempunyai kandungan lebih sedikit dari selasih ungu, tetapi mempunyai kandungan eugenol sehingga bersifat fungisida (anti penyakit tanaman oleh cendawan). Selasih bekerja sebagai pemikat (attractant) hama lalat buah jantan jambu batu (Dacus spp.) sehingga betina tidak dikawini. Pemikatdibuat dengan cara yang sama seperti pada Melaleuca di atas, dengan cara penyulingan. Minyak sulingan daun selasih mampu memikat lalat buah selama 1 bulan. Trengguli (Cassia fistula L.) Merupakan pohon tinggi mencapai 15 m, batang berkayu bulat, bercabang, daun majemuk, panjang helai daun 15-40 cm, bunga majemuk, menyirip genap, bulat telur, kuning, bertandan pada ketiak daun. Buah berpolong, bulat panjang, berwarna coklat, biji bulat, berwarna coklat, akar tunggang perbanyakan dengan biji. Bagian tumbuhan yang digunakan hanya bunganya yang diekstrak dan belum diketahui secara pasti persentase kandungan metil eugenol dari hasil penyulingan. OPT yang dikendalikan : Pemikat hama lalat buah jantan jambu batu (Dacus spp.) sehingga betina tidak dikawini, dilakukan penyulingan terlebih dahulu untuk mendapatkan metil eugenolnya. Gadung KB (Dioscorea composita L.) Merupakan tumbuhan herba merambat, hidup pada ketinggian 1-800 m dpl panjang sampai 10 m, batang lunak, bentuk segiempat, diameter 2-4 mm, membentuk umbi, daun tunggal, bentuk perisai, bunga majemuk, bentuk bulat pada ketiak daun, berwarna ungu, buah bentuk lonjong, berdaging, diameter 2 cm, berwarna coklat, akar serabut, perbanyakan dengan potongan umbi. Bagian tumbuhan yang digunakan umbi yang dilumatkan lalu dicampur dengan umpan, kandungan bioaktif berupa steroid.Keuntungan dengan umpan gadung KB karena menghindari terjadinya jera umpan (bait shyness) pada tikus, karena tidak menimbulkan kematian dan kelainan pada metabolisme tubuh dan pencernaan. Umbi gadung dicampur pelet (dedak+tepung ikan) konsentrasi 10% mampu membuat mencit mandul sampai 90%. Gadung Racun (Dioscorea hispida Denst.) Merupakan tumbuhan herba merambat, hidup pada ketinggian 1-800 m dpl panjang sampai 10 m, batang lunak, bentuk segiempat, diameter 2-4 mm, membentuk umbi, daun tunggal, bentuk perisai, bunga majemuk, bentuk bulat pada ketiak daun, berwarna kuning, buah bentuk lonjong, berdagingdiameter 2 cm coklat, akar serabut, perbanyakan dengan potongan umbi. Bagian tumbuhan yang digunakan umbi yang dilumatkan lalu dicampur dengan umpan, kandungan bioaktif alkaloid. Bubuk kering umbi gadung yang diekstrak dengan etanol, mempunyai nilai LD50 sebesar 580 ppm untuk tikus putih jantan, dan 540 ppm tikus putih betina. Pengaruh umbi racun terhadap tikus dan babi yaitu menyebabkan muntah darah, sesak nafas, pusing, dan kematian. Tagari -Usar - (Dianella sp.) Merupakan tumbuhan herba menahun tinggi 75 cm dan berakar serabut, hidup pada tempat lembab seperti rawa hutan pada semua ketinggian. Batang basah, pendek, membentuk rimpang, warna kuning kotor, daun tunggal, bentuk lanset, ujung runcing, tepi rata, panjang 60 cm, lebar 5 cm warna hijau, bunga majemuk bentuk bonggol, ujung meruncing. Perbanyakan stek batang dan rimpang, tunas yang muncul dari buku rimpang. Kandungan bioaktif alkaloid 5-20% banyak terdapat di bagian rimpang. Bagian tumbuhan yang digunakan rimpang.Sebanyak 30 gram rimpang dicuci bersih lalu ditumbuk atau diblender, tambahkan air 50 ml peras hingga air kuningkecoklatan keluar dicampur dengan beras 150 gram, rendam 24 jam rendaman beras ditiriskan dan disaring. Beras kuning dikering anginkan selama 12 jam, setelah kering siap digunakan sebagai umpan tikus ladang, tikus rumah dan tikus sawah. Kelompok TumbuhanMoluskisida Nabati Tefrosia (Tephrosia vogelii Hook.) Merupakan tumbuhan perdu tahunan, tumbuh tegak, bercabang banyak, tinggi 3-5 m dapat tumbuh pada ketinggian 300-1200 m dpl, tahan terhadap pemangkasan, berdaun lebat. Biji kecil, keras, berwarna hitam, akar tunggang, batang berkayu bulat, daun berwarna hijau, tanaman ini mudah dibudidayakan dan tidak memerlukan pemeliharaan khusus, perbanyakan dengan biji.Sel