Macam Penyakit Parasit yang Menyerang Ayam PedagingAyam daging merupakan salah satu pemasok terbesar kebutuhan protein hewani karena hasil daging yang banyakdapat diperoleh dengan waktu pemeliharaan;yang singkat, Sifat genetik ayam daging yang dapat tumbuh cepat serta pemeliharaan dalam jumlah besar di satu kandang menyebabkan ayam daging lebih peka terhadap stress dan serangan penyakit. Apalagi bila pemeliharaan tidak ditunjang dengan kondisi kandang dan tata laksana pemeliharaan yang baik.Macam Penyakit yang disebabkan oleh Parasit antara lain :a. Coccidiosis, Penyakit ini disebabkan oleh parasit bersel satu (protozoa) yaitu Eimeria sp. Umumnya hanya 3 spesies Eimeria yang menimbulkan masalah pada ayam , yaitu E. brunetti (menyebabkan haemorhagie usus bagian bawah ), E.tennela (menyebabkan caecal coccidiosis ) E. necatrix (menginfeksi usus bagian tengah ). Usus nampak menggelembung seperti usus babi (karena banyak terdapat oocysta E. necatrix), mukosa usus berwarna merah, caecum tidak berubah dan biasanya menimbulkan sakit pada ayam dewasa. Gejala klinisnya adalah : sayap menggantung , bulu berdiri (menunjukkan ayam mengalami dehidrasi karena diare), tinja bercampur darah, Seringnya menyerang ayam umur 3 – 4 minggu. b. Leucocytozoonosis, Leococytozoonis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit darah yang disebut Leucocytozoa caulleryi . Gejala klinis : tinja berwarna hijau, depresi, hilang nafsup makan, muntah darah diikuti dengan kematian. Pada pemeriksaan bedah bangkai ditemukan bercak-bercak perdarahan pada hampir seluruh organ tubuh, rongga perut dan saluran pernafasan bagian atas sering ditemukan gumpalan darah. Selain penyakit yang disebabkan oleh Parasit ada juga penyakit yang non infeksi yang biasa ditemukan pada ayam pedaging antara lain:Kematian Mendadak (sudden Death Syndrome); sering sekali ditemukan kematian mendadak pada ayam daging yang sehat, tanpa adanya gejala penyakit. Ayam yang mati sebelumnya nampak lincah, gesit dan biasanya mempunyai bobot yang lebih besar dari yang lain.Secara klinis kematian mendadak ini didahului oleh kehilangan keseimbangan konvulsi (kejang), menggelepar seperti mau terbang, kemudian segera jatuh dan diakhiri dengan kematian. Biasanya ayam mati terlentang dengan kedua kaki ke atas atau hanya satu kaki yang keatas. Kadang-kadang ada juga yang berbaring miring ke kiri atau ke kanan. Kematian mendadak ini umumnya terjadi pada yam yang berumur lebih dari 4 minggu dengan kisaran kematian antara 0,5 – 4 %. Sampai saat inibelum diketahui secara pasti penyebab kejadian ini erat kaitannya dengan kondisi mati mendadak. Tetapi kejadian ini erat kaitannya dengan kondisi pertumbuhan; yang baik yang disertai adanya stress di dalam kandang. Faktor stress yang palling berperan adalah panas dalam kandang; yang terjadi karena berbagai sebab, antara lain : akibat suhu udara sangat tinggi, isi kandang yang melebihi kapasitas, pertukaran udara kurang baik yang didukung oleh kelembaban kandang yang tinggi. Penyusun : Sad Hutomo Pribadi Penyuluh BBP2TPSumber bacaan ; leaflet Medion