Loading...

Maggot Bsf (black Soldier Fly)

Maggot Bsf  (black Soldier Fly)
BPP Leuwisari. Universitas Negeri Siliwangi (UNSIL) merupakan perguruan tinggi negeri yang berada di Tasikmalaya, sejak lama menjalin kerjasama dan sinergitas dengan BPP Leuwisari dalam mengembangkan dan menyebarluaskan inovasi teknologi di bidang pertanian, peternakan, perikanan dan ekonomi sosial. Beberapa waktu yang lalu telah melakukan bimbingan teknis tentang budidaya Maggot BSF (black soldier fly) di BPP Leuwisari. Secara singkat berikut adalah materi budidaya yang telah disampaikan. Maggot merupakan tahap larva dari serangga black soldier fly (BSF). Sebelum diperkenalkan nama maggot, masyarakat biasa menyebutnya dengan ‘belatung’. Adapun cirri-ciri Maggot BSF adalah : Berwarna putih kekuningan Bentuk lebih pipih dibanding belatung biasa Memiliki bulu halus Permukaan tubuh mengkerut Bentuk tubuh lonjong dan datar Adapun kelebihan Maggot BSF yang dijadikan pakan ikan adalah : Mengurangi jumlah sampah organik Dapat hidup dalam rentang pH yang cukup luas Tidak berperan sebagai agen penyakit Kandungan protein cukup tinggi (40 – 50 %) Masa hidup cukup lama (+- 4 minggu) Proses produksi tidak memerlukan teknologi tinggi sehingga cocok diterapkan di daerah sentra perikanan untuk menekan biaya produksi Pelaksanaan budidaya meliputi a). Pemancingan yaitu dengan membuat adonan dari dedak, yakult dan royco, disimpan selama seminggu untuk memancing lalat BSF mau hinggap; b). Pembesaran, yaitu Larva hasil pancingan kemudian dipindahkan ke biopond lalu mulai diberi pakan menggunakan sampah organik. Larva mulai bisa dijadikan pakan pada usia 17 -21 hari atau bisa disesuaikan dengan ukuran ikan. Larva tidak semua dijadikan pakan. Sebagian harus diternakan untuk menjadi indukan. Setelah melewati usia 30 hari larva akan masuk ke fase prepupa kemudian menetas menjadi lalat BSF; c). Pemeliharaan Indukan, yaitu Lalat disimpan di kandang yang terkena sinar matahari langsung namun ternaungi saat hujan. Lalat hidup selama 7-10 hari tidak perlu diberi pakan. Akan melakukan perkawinan kemudian untuk jantan akan langsung mati, untuk betina akan menyimpan telur ditempat yang sempit setelah itu mati; d). Penetasan Telur, yaitu Telur diambil dari kandang, lalu disimpan dibaki yang telah diisi adonan (dedak). Setelah 1 minggu larva mulai terlihat oleh mata, setelah 10 hari dipindahkan ke biopond dan mulai diberi pakan sampah organik. Dari hasil perhitungan kelayakan dan analisa usaha diperoleh bahwa budidaya Maggot secara teknis layak diusahakan, secara ekonimi sangat menguntungkan dan dapat mengisi waktu luang dan perputaran usahanya cepat disamping dapat menggunakan sampah rumah tangga yang sebelumnya dibuang begitu saja. #bppleuwisari #unsil #maggotBsf