Loading...

Makarya Bangun Desa Melalui Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan

Makarya Bangun Desa Melalui Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan
Bertempat di Balai Desa Sumberagung, Kecamatan Jetis, pada Rabu (27/04) lalu telah dilangsungkan Gerakan "Makarya Bangun Desa" melalui Optimalisasi Lahan Pekarangan Tahun 2016. Acara tersebut yang dihadiri Bupati Bantul, Drs. H. Suharsono, Sekda Drs. Riyantono, MSi., seluruh Camat, Lurah Sumberagung, SKPD terkait, Kepala BPSDMP Yogyakarta, serta perwakilan Kelompok Wanita Tani dan Kelompok Tani. Dalam laporannya, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3), Ir. Pulung Haryadi, MSc. , mengingatkan kembali sebuah falsafah Jawa, "ojo ciut pekarangan mburi mengko mundhak ciut rejekine", yang menyiratkan pentingnya pekarangan bagi masyarakat Jawa dalam meningkatkan perekonomian keluarga. Senada dengan itu, Bapak Bupati menyampaikan bahwa untuk menghadapi berbagai persoalan di bidang ketahanan pangan, maka perlunya pemanfaatan potensi lokal melalui kearifan lokal. Beliau juga mencontohkan pemanfaatan lahan pekarangan di rumah pribadinya dengan ditanami pohon buah-buahan, juga memelihara ayam. Tidak hanya berguna untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi secara mandiri namun juga dapat meningkatkan pendapatan. Harapan bapak Bupati, pada tahun 2017 terdapat gerakan Makarya Bangun Desa di 75 desa se-Kabupaten Bantul sehingga Bantul menjadi lebih baik, tentu saja melalui partisipasi dan kerjasama dari segenap masyarakat, petani, penyuluh dan pemerintah. Dari survei internal yang dilakukan tahun 2012 oleh para penyuluh, ternyata terdapat 10.164 Ha potensi lahan pekarangan di Kabupaten Bantul, apabila dapat dimanfaatkan secara optimal merupakan sumber pendapatan bagi masyarakat. Melalui Gerakan Makarya Bangun Desa ini, ingin dibangkitkan kembali kecintaan masyarakat Bantul terhadap fungsi pekarangan sebagi sumber penghidupan. Pada Tahun 2016 ini program optimalisasi lahan pekarangan terdapat di 31 Kelompok Wanita Tani tersebar di 31 desa. Sejalan dengan hal tersebut, dalam rangka peningkatan kapasitas pelaku usaha agribisinis, BKP3 telah melatih petani muda untuk melakukan pelatihan agribisnis melalui metode praktek langsung bisnis di lapangan sebanyak 5 angkatan atau 125 orang. Dalam mewujudkan kemandirian pangan maka tak lepas pula peran dari para penyuluh swadaya, yang dengan ikhlas membantu dalam mensosialisikan program dan teknologi pada masyarakat. Di Kabupaten Bantu,l yang telah menyatakan kesediaan secara sekarela sebagai penyuluh swadaya meliputi penyuluh pertanian 120 orang, kehutanan 25 orang, perikanan 86 orang. Sejumlah penyuluh swadaya perwakilan dari 17 kecamatan, pada acara tersebut menyampaikan Ikrar di hadapan Bupati untuk mendukung dan mensukseskan kebijakan-kebijakan pembangunan yang menjadi program Bupati dalam rangka mensejahterakan petani untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Terkait pemasyarakatan optimalisasi pemanfatan lahan pekarangan melalu pemerintah Desa, pada 26 April 2016 telah ditandatangani Instruksi Bupati tentang Gerakan Makarya Bangun Desa - Optimalisasi pemanfatan lahan pekarangan, yang menginstruksikan kepada BKP3 untuk mengkoordinir dan membuat pedoman teknis, kepada Camat untuk memfasilitasi desa dalam melaksanakan program tersebut, kepada pemerintah desa untuk menyediakan dana sesuai kemampuan keuangan desa dan peraturan perundangan yang berlaku dalam rangka meningkatakan fungsi pekarangan, serta kepada tim penggerak PKK untuk mendampingi ibu-ibu dalam memanfaatkan lahan pekarangan. Pencanangan Gerakan Pemanfaatan Pekarangan ini diikuti dengan penyerahan sertifikat tanda kelulusan peserta Sekolah Lapang Agribisnis serta penyerahan secara simbolik bibit tanaman buah dan sayuran pada alumni SLA serta KWT. Menutup acara, bapak Bupati beserta hadirin berkenan meninjau dan membeli aneka produk agribisnis stand pameran KWT dan Pokdakan.