Tanaman pare (Momordica charantia L) umumnya tidak terlalu digemari karena dengan rasanya yang pahit. Tanaman ini mengandung zat momordisin dan karatin. Nama daerahnya sangat beragam, dantaranya prien (gayo), paria (batak), pario (minangkabau) dan lain sebagainya. Pare merupakan tanaman semak semusim yang tumbuh menjalar atau merambat. Akarnya berupa akar tunggang berwarna putih kotor. Batang masifnya berusuk lima dan berwarna hijau. Batang muda berambut yang setelah tua akan menghilang. Daun bulat telur, berbulu dan berlekuk. Buahnya berupa buah buni berbentuk bulat memanjang, berusuk dan berwarna jingga. Bijinya keras dan pipih dengan alur tidak beraturan. Selain tanaman pare dijadikan sebagai bahan makanan, pare juga berguna sebagai obat seperti dibawah ini : 1. Deman dan rasa pahit dimulut, pare kering sebanyak 15 gr, 10 gr bawang dan 6 gr jahe segar direbus dalam air secukupnya hingga mendidih. Setelah itu air rebusan dimunum 2. Tersengat matahari, daging pare dipotong-potong dan dicampurkan dengan 6 gr daun teh. Selanjutnya campuran ini direbus dan diberikan selagi hangat 3. Rasa panas dan haus, daging pare di potong-potong lalu direbus sampai mendidih. Untuk menghilangkan rasa panas, air rebusan disajikan saat telah dingin 4. Sakit perut, pare secukupnya dibakar dan ditumbuk menjadi bubuk. Bubuk pare diambil sebanyak 1 gr dan dicampurkan dengan air panas dan diaduk. Minumkan 2-3 kali sehari 5. Disentri, buah pare segar dibuat jus,lalu tambahkan air panas. Sajikan selagi hangat. Berikan setiap 6 jam sekali kalau masih disentri 6. Radang mata 7. Bisul 8. Bisul yang membengkak dan meradang 9. Cacingan pada anak-anak (Yullia Fitri, SPt-Bayang Utara)