Loading...

Manfaat dan cara pembuatan pupuk organik dari jerami padi

Manfaat dan cara pembuatan pupuk organik dari jerami padi
MANFAAT DAN CARA PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DARI JERAMI PADI Oleh: UPT-BPP KECAMATAN CANDIPURO I. LATAR BELAKANG Pupuk Organik adalah pupuk yang dibuat melalui proses fermentasi bahan-bahan organik (yang berasal dari hewan seperti kotoran ternak, maupun dari tumbuhan seperti jerami, sekam, dedak, dan daun-daun kering). Pupuk organik dapat berbentuk padat maupun cair (POC). Dalam tanah sebenarnya sudah mengandung bahan organik, tapi karena lahan digunakan terus-menerus untuk bercocok tanam maka bahan organik lama-kelamaan menipis karena diserap tanaman. Tanah dengan bahan organik yang rendah, mempunyai daya sangga hara yang rendah, sehingga pemupukan kurang efisien.Tanah yang subur mengandung bahan organik sekitar 3 – 5 %. Jerami padi merupakan salah satu limbah pertanian yang cukup besar jumlahnya dan belum sepenuhnya dimanfaatkan. Produksi jerami padi bervariasi yaitu dapat mencapai 12-1 5 ton per hektar satu kali panen, atau 4-5 ton bahan kering tergantung pada lokasi dan jenis varietas tanaman yang digunakan. Jerami padi bisa dimanfaatkan untuk pupuk organik melalui proses pengomposan maupun sebagai pakan ternak melalui proses fermentasi. II. LANGKAH KERJA PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DARI JERAMI PADI Manfaat pupuk organik : - Mampu menyeimbangkan hara dalam tanah dan menyediakan hara bagi tanaman secara efisien sehingga tanah menjadi subur - Dapat memperbaiki sifat fisik tanah (aerasi udara dalam tanah, tanah lebih gembur) - Dapat memperbaiki sifat kimia tanah (menyangga dan menyediakan hara tanaman, meningkatkan efisiensii pemupukan) - Dapat memperbaiki sifat biologi tanah (sumber energi bagi jasad renik atau mikroba tanah yang mampu melepaskan hara bagi tanaman) - Siapkan jerami dan bambu - Cetakan ini dibuat seperti pagar yang terdiri dari 4 bagian. Dua bagian berukuran 2 x 1 m dan dua bagian yang lain berukuran 1 x 1 m. - Sesuaikan ukuran cetakan dengan jerami dan seresah yang tersedia. Apabila jerami cukup banyak cetakan dapat berukuran 2x1x1 m. Namun bila jerami sedikit cetakan bisa dibuat lebih kecil dari ukuran tersebut - Masukkan air ke dalam bak. Kemudian larutkan aktivator sesuai dosis yang diperlukan ke dalam bak air. Aduk hingga aktivator tercampur merata. - Jerami atau seresah yang berukuran besar dipotong-potong terlebih dahulu dengan parang. - Masukkan potongan jerami ke dalam cetakan bambu sampai seperampat bagian cetakan bamboo - Siramkan aktivator yang telah disiapkan merata dipermukaan jerami. Injak-injak agar jerami padat. - Tambahkan lagi satu lapis jerami/seresah. - Siramkan kembali aktivator ke tumpukan jerami tersebut dan jangan lupa injak-injak agar tumpukan menjadi padat. - Ulangi langkah-langkah diatas hingga cetakan penuh atau seluruh jerami/seresah telah dimasukkan ke dalam cetakan · Setelah cetakan penuh, buka tali pengikatnya dan lepaskan cetakannya. · Tutup tumpukan jerami tersebut dengan plastik yang telah disiapkan · Ikat plastik dengan tali plastik agar tidak mudah lepas. · Lakukan pengamatan suhu, penyusutan volume, dan perubahan warna tumpukan jerami. · Inkubasi/fermentasi tumpukan jerami tersebut hingga kurang lebih satu bulan. - .