Beras hitam adalah jenis beras dari spesies Oryza sativa L. indica sebagai bahan makanan pokok yang mengandung karbohidrat. Ada 3 jenis beras selain beras ketan yang dikenal masyarakat yaitu beras putih, beras merah dan beras hitam, namun beras yang paling banyak dikonsumsi masyarakat adalah beras putih.Kurang berkembangnya beras hitam sebagai bahan makanan pokok masyarakat karena pada zaman dahulu beras hitam hanya disediakan eksklusif untuk kaisar dan keluarga kerajaan yang berakar sebagai adat istiadat kuno. Rakyat jelata dilarang untuk mengkonsumsi beras hitam dan apabila diketahui melanggar makan beras hitam tanpa izin maka nyawa mereka sebagai taruhannya, sehingga beras hitam mendapat julukan beras terlarang.Asal usul beras hitam tidak dimengerti secara jelas, tatapi dimungkinkan berasal dari negara-negara di Asia termasuk Republik Rakyat Tiongkok (Hoahua, dkk., 1996), India (Sastry, 1978), Jepang (Natsumi dan Noriko, 1994) dan Vietnam (Quan, 1999). Chaudary dan Tran (2001) melaporkan kemungkinan bahwa beras hitam berasal dari Sri Lanka, Filipina, Bangladesh, Thailand, Myanmar dan Indonesia. Sesuai dengan perkembangan zaman apalagi beras hitam banyak mengandung gizi dan memiliki keanekaragaman warna yang salah satunya dipengaruhi oleh senyawa antosianin maka beras hitam bebas dikonsumsi siapapun. Indonesia bahkan menjadi salah lokasi budidaya beras hitam terbesar di Asia Tenggara selain Filipina. Adanya bukti medis penyembuhan serta kandungan gizi lainnya kini beras hitam dinobatkan sebagai salah satu tanaman bijian yang paling sehat di dunia.Berikut ini kandungan dan manfaat beras hitam bagi kesehatan antara lain adalahTinggi kandungan antioksidanBeras hitam tinggi akan kandungan antosianin. Kandungan antosianin dalam beras hitam merupakan yang tertinggi dibandingkan varietas beras lainnya. Antosianin telah dikenal sebagai bahan pangan fungsional peningkat kesehatan karena aktivitasnya (Jang dan Xu, 2009 dan Kamiyama, dkk., 2009). Antosianin telah diteliti dan ditemukan mampu mencegah penyakit jantung dan melindungi terhadap segala macam peradangan yang menjadi inti dari banyak penyakit yang umum saat ini mulai dari asma, arthritis, hingga kanker. Diet yang memasukkan beras hitam dalam menu makan juga telah ditunjukkan mampu menurunkan kadar trigliserida (lemak jahat dalam darah) dan meningkatkan kadar HDL yang dikenal sebagai kolesterol baik.Asupan protein yang tinggiNasi beras hitam mengandung karbohidrat yang lebih rendah daripada beras merah, namun lebih tinggi kandungan serat dan proteinnya. Mengkonsumsi semangkuk nasi beras hitam secara rutin akan memberikan asupan protein tubuh menjadi lebih baik. Satu porsi beras hitam (100 gram) menyediakan 17% dari asupan protein.Kaya akan vitamin dan mineralBeras hitam mengandung sederet vitamin dan mineral penting, termasuk vitamin E, B1, B2, B3, dan B6, serta zink, magnesium, dan fosfor. Vitamin B kompleks membantu tubuh melepaskan energi dan mengolahnya secara efektif untuk digunakan beraktivitas selama seharian, sementara kandungan magnesium dan zat besi di dalamnya membantu mengatasi sindrom letih, lelah dan lesu (mengatasi anemia). Satu porsi nasi hitam memenuhi 8 persen dari asupan harian untuk zink, 6 persen zat besi, dan 20 persen dari nilai harian untuk fosfor. Zink merupakan mineral yang mendukung kinerja sistem imun tubuh, sementara fosfor dibutuhkan untuk pembentukan gigi dan tulang. Beras hitam juga mengandung riboflavin yang berperan penting terhadap perlindungan sel dari stres oksidatif, radikal bebas penyebab kanker.Baik untuk detoks hatiBeras hitam juga memainkan peran penting dalam menunjang kesehatan hati terutama mencegah perlemakan hati alkoholik. Hal itu dikarenakan adanya antioksidan yang tinggi dalam beras hitam.Hati adalah salah satu organ tubuh terbesar manusia, bertanggung jawab untuk mengubah nutrisi dari makanan menjadi energi untuk digunakan tubuh. Hati juga mengatur hormon dan memainkan peran penting dalam detoksifikasi tubuh. Beras hitam memiliki kemampuan untuk membantu hati menghilangkan zat-zat beracun berkat kandungan fitonutrien yang secara signifikan dapat mengurangi stres oksidatif dalam tubuh, serta membantu memperbaiki dan meningkatkan fungsi masing-masing jaringan.Melindungi jantungBeras hitam terbukti berperan dalam mencegah tekanan darah tinggi dan menurunkan pembentukan plak aterosklerotik pada pembuluh darah jantung. Aterosklerotik yang mengalami pengerasan dinding arteri, adalah penyakit kardiovaskular yang mempengaruhi banyak orang di seluruh dunia. Makan nasi beras hitam dikatakan dapat memangkas angka kematian yang cukup tinggi dari penyakit tersebut. Beras ini juga meningkatkan kesehatan jantung dengan mengurangi kolesterol LDL dan kolesterol total.Melancarkan pencernaanBeras hitam tinggi akan kandungan serat, yang mampu menambahkan “massa” ke dalam feses tubuh, sehingga dapat menghilangkan, mencegah atau menyembuhkan masalah diare dan juga masalah pencernaan lainnya.Serat membantu meningkatkan aktivitas gerak usus dan membantu meringankan sembelit. Serat dalam dosis tinggi dapat membantu mencegah penyerapan zat beracun dan membilasnya keluar dari tubuh. Juga perlu diingat bahwa studi telah menemukan diet tinggi makanan berserat dari varietas padi dan gandum terbukti melindungi terhadap gangguan pencernaan seperti irritable bowel syndrome (IBS).Bebas glutenSama seperti varietas beras lainnya, beras hitam secara alami bebas gluten, protein yang ditemukan dalam semua produk yang mengandung gandum dan/atau barley. Banyak orang yang menderita alergi gluten mungkin menemukan beras ini membantu dalam menghilangkan masalah pencernaan yang terkait dengan sensitivitas gluten. Penyakit Celiac adalah salah satu sensitivitas langka terhadap gluten, dan gejala dan efek sampingnya dapat merusak termasuk peningkatan risiko sindrom usus bocor.Baik untuk mencegah dan mengelola diabetesKarena kandungan seratnya yang tinggi (3,5 kali lipat lebih banyak dari nasi putih),sehingga beras hitam membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Ini memiliki efek perlindungan pada sistem pencernaan sekaligus mempertahankan angka gula darah tetap konstan. Oleh karena itu, makan nasi hitam dalam diet juga membantu tubuh dalam mencegah risiko diabetes tipe 2 dan mengelola pra diabetes, karena kandungan gulanya yang juga rendah.Nasi beras hitam juga memiliki indeks glikemik (GI) rendah, yaitu 42,3 jika dibandingkan dengan nasi putih yang memiliki GI mencapai 89. Nasi merah memiliki indeks glikemik 50. Makanan yang tergolong memiliki indeks glikemik rendah adalah yang memiliki indeks glikemik kurang dari 55. Diet rendah GI meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin, yang dapat meningkatkan kontrol diabetes, serta mengurangi risiko penyakit jantung.Mengontrol berat badanMengonsumsi beras hitam untuk menurunkan berat badan menunjukkan hasil yang lebih baik daripada beras merah, karena teksturnya yang lebih padat dan lebih kaya serat namun rendah kalori sehingga membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Selain itu, beras ini membantu untuk mengontrol asupan kalori sehingga melindungi tubuh terhadap obesitas dalam jangka panjang.Delapan puluh lima gram beras hitam terdiri dari 200 kcal, 43 gram karbohidrat, 3 gram serat, 6 gram protein, dan 2 gram lemak, sedangkan porsi yang sama dari beras merah mengandung 226 kcal, 47 gram karbohidrat, 2 gram serat, 5 gram protein dan 2 gram lemak. Perbedaan 26 kalori mungkin tampak tidak berpengaruh, tetapi rutin mengonsumsi ekstra 26 kalori satu kali sehari selama lebih dari satu tahun dapat menyebabkan kenaikan berat badan hingga 1,5 kilogram.Meningkatkan ketajaman fungsi otakSelain berfungsi melindungi tubuh terhadap kanker, kandungan antosianin dalam beras hitam dapat meningkatkan ketajaman memori dan fungsi kognitif otak, dengan memerangi stres oksidatif dalam tubuh. Stres oksidatif berkontribusi terhadap penurunan memori dan peradangan dalam otak.PustakaChaudary, R. C., dan Tran, D. V. 2001. Specialty Rice of the World: A Prologue In: Enfield, N.H (eds). Speciality Rice of the World; Breeding, Production and Marketing. pp. 3-12. Science Publishers. Inc. and FAO, USA.Hoahua, H.E., Pan, X., Zao, Z. and Liu, Y.. 1996. Properties of the Pigment in Black Rice. Chinese Rice. Res. News 4(2): 11-12.Jang, S. dan Xu, S. 2009. Lipophilic ang Hidrophilic Antioxidants and Their Antioxidant Activities in Purple Rice Brain. J. Agric Food Chem 57:858-862.Natsumi T. dan Noriko, O. 1994. Physicochemical Properties of Kurogome, a Japanese Native Black Rice. Gifu Women’s Coll 23: 105 -113.Quan, L.H. 1999. Selection of Yeast for Beverage Production from Black Rice. Nong Nghiep Cong Nghiep Thue Pham. 8: 375-376.Sastry, S.V.S. 1978. Inheritance of genes Controlling Glume Size, Pericarp Color, and Their Interrelationships in Indica Rice. Oryza 15: 177-179.