Loading...

MANFAAT GADUNG DAN TEMBAKAU SEBAGAI PESTISIDA ORGANIK

MANFAAT GADUNG DAN TEMBAKAU SEBAGAI PESTISIDA ORGANIK
Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) merupakan salah satu kendala utama dalam kegiatan budidaya tanaman yang dapat mengancam produktivitas tanaman.Sampai saat ini penanganan OPT masih di dominasi oleh penggunaan pestisida kimiawi. Penggunaan bahan kimia secara terus menerus dalam mengendalikan OPT dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, beracun bagi manusia dan hewan peliharaan, persisten di dalam tanah dan menimbulkan resistensi pada hama dan pathogen sasaran serta terbunuhnya musuh-musuh alami yang mempunyai peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.Penggunaan pestisida kimia yang terus menerus dapat merusak lingkungan. Untuk menghindari kerusakan lingkungan yang lebih parah maka diupayakan penggunaan pestisida kimia seminimal mungkin. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga keselamatan hasil pertanian dari gangguan OPT adalah dengan menggunakan pestisida ramah lingkungan yaitu Pestisida organik.Pestisida adalah zat pengendali hama (seperti: ulat jagung, lalat buah, wereng dan kepik). Pestisida Organik adalah pengendali hama yang dibuat dengan memanfaatkan zat racun yang terkandung gadung dan tembakau. Karena bahan-bahan ini mudah didapat oleh petani, maka pestisida organik dapat dibuat sendiri oleh petani sehingga menekan biaya produksi dan akrab dengan lingkungan. Pestisida organik ini dapat menekan populasi serangan hama dan penyakit. Dalam acara Sekolah Lapang ( SL ) Jagung di POKTAN Karya Makmur II Dusun Niru Wetan Kec. Ngadirojo, Kab. Wonogiri, perserta diajari untuk membuat pestisida organik berbahan dasar tembakau dan gadung. Bahan dan Cara Pembuatan Pestisida Organik Alat dan Bahan :1 kg gadung. 1 kg tembakau. 1 kg brotowali.Urin sapi 10 liter. Moretan 1 liter.Tetes 1 liter.Ember bertutupJerigenAerator Cara Pembuatan: 1. Tembakau direndam dalam air panas sampai semua bahan terendam selama 1 malam/direbus ( kurang lebih 4 liter )2. Brotowali ditumbuk.3. Gadung dikupas kulitnya dan diparut. Minyak kelapa dioleskan pada kulit tangan dan kaki (sebagai perisai dari getah gadung). 4. Semua bahan diatas, dicampur lalu airnya diperas.5. Campur air perasan dengan urin sapi, moretan dan tetes tebu, lalu diaduk.6. Larutan kemudian dimasukkan ke dalam jerigen/galon yang tertutup, lalu difermentasikan dengan bantuan aerator untuk mengalirkan Oksigen, selama 3 minggu.7. Setelah itu pestisida organik siap digunakan. Dosis: 1 gelas larutan dicampur 5-10 liter air. 2 gelas larutan dicampur 10-14 liter air. ( Ars )