Loading...

Manfaat Kapur Dolomit Pada Tanah Sawah

Manfaat Kapur Dolomit Pada Tanah Sawah
Lahan pertanian terutama sawah di Kecamatan Majenang setelah dilakukan pengecekan baik menggunakan pH Meter maupun menggunakan PUTS (Perangkat Uji Tanah Sawah) pada umumnya memiliki pH yang masam, yaitu antara 4,5 – 5,5. Kondisi tersebut sangat berpengaruh terhadap kesuburan tanah, karena penyerapan unsur hara yang dibutuhkan tanaman tidak maksimal. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu adanya pemberian kapur dolomit. Kapur dolomit adalah mineral yang mengandung unsur hara kalsium (CaO) dan juga magnesium (MgO) dengan kadar yang cukup tinggi sehingga dapat menetralkan pH tanah. Jika tanah kekurangan hara kalsium dan magnesium, maka otomatis tanaman menjadi kurang maksimal dalam berproduksi. Pemberian kapur dolomit untuk tanaman sangat membantu sekali dalam meningkatkan produktivitas padi. Akan tetapi masih banyak petani yang tidak tahu manfaat dari kapur dolomit, sebagian besar petani hanya mengetahui kalau kapur dolomit untuk menetralkan pH saja, padahal masih banyak kegunaan lainnya. Tanaman yang kekurangan unsur hara Ca dan Mg akan mengakibatkan efek buruk pada tanaman yang dibudidayakan. Jadi sudah diketahui salah satu manfaat kapur dolomit yaitu menyuburkan tanaman dan mensuplai Ca dan Mg pada tanaman. Untuk lebih jelasnya akan dipaparkan manfaat dari kapur dolomit antara lain : Mengatur tingkat keasaman dan pH tanah Mensuplai kebutuhan hara Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg) pada tanaman Dapat membantu menyeimbangkan keasaman tanah sehingga sesuai dengan pH yang dibutuhkan tanaman. Dapat menetralisir kejenuhan zat – zat yang berlebihan dan bisa meracuni tanah dan tanaman, seperti zat AL (aluminium), Fe (zat besi), Fu (tembaga), jika berlebihan akan menimbulkan efek buruk bagi tanah dan tanaman. Dapat membantu mempercepat penyerapan zat – zat hara yang sudah ada di dalam tanah Membuat struktur tanah dan porositas tanah menjadi baik serta membantu mikrobiologi dan kimiawi tanah bekerja dengan baik, sehingga tanah menjadi gembur, sirkulasi udara di dalam tanah juga lancar, dengan demikian akar semai akan bebas bergerak menghisap unsur hara dari dalam tanah. Dapat membantu unsur pembentuk warna daun (klorofil) menjadi baik, sehingga membuat hijau daun yang sempurna. (Triyugo Istianto, S.TP, Penyuluh Pertanian Kecamatan Majenang)