Loading...

MANFAAT KCl UNTUK PERTUMBUHAN JAGUNG PULUT

MANFAAT KCl UNTUK PERTUMBUHAN JAGUNG PULUT
Jagung pulut atau jagung ketan merupakan jenis jagung yang mempunyai citarasa enak, lebih gurih, lebih pulen dan lembut, Keunggulan citarasa yang dimiliki jagung pulut ini menjadi daya tarik selera konsimen untuk menikmati jagung pulut yang terus mengalami peningkatan permintaan jagung ketan atau jagung pulut. Untuk bisa menghasilkan produksi jagung pulut yang berkualitas tentunya juga harus diimbangi dengan prilaku penerapan teknologi anjuran yang direkomendasikan Hasil produksi jagung pulut tidak seunggul citarasa dari jagung pulut. Produksi jagung pulut masih rendah sekitar 2 – 2,5 ton/ha. Perlu adanya upaya peningkatan produksi jagung pulut yang dapat dilakukan dengan cara memperluas areal panen, meningkatkan produktivitas, mempertahankan stabilitas produksi, menekan kesenjangan hasil, dan menurunkan kehilangan hasil Selain itu upaya peningkatan produktivitas usahatani jagung pulut sangat bergantung dari kemampuan penyediaan dan penerapan teknologi sistim budidaya yang benar-benar sesuai anjuran diantaranya, penggunaan benih bermutu dan pengaturan jarak tanam. Balai Penelitian Tanaman Serial, Maros Sulawesi Selatan berupaya untuk meningkatkan produksi jagung pulut dengan menggunakan KCl Kandungan unsur hara K+ akan diserap tanaman jagung pulut untuk proses metabolisme tanaman jagung pulut.Proses metabolisme pada tanamana jagung pulut akan mengatur transparansi, kerja enzim berfungsi untuk translokasi karbohidrat. Kandungan Kalium dibutuhkan jagung pulut dalam jumlah banyak dibandingkan kebutuhan unsur N dan P. Jika tanaman jagung kekurangan unsur Kalium akan berpengaruh pada pertumbuhan tongkol jagung yaitu biji jagung pulut pada bagian atas tongkol tidak melekat secara kuat. Kekurangan Kalium bukan hanya berpengaruh pada biji jagung yang tidak melekat secara kuat pada bagian atas tongkol saja tetapi juga akan menghambat proses foto sintesa yang akan mengganggu pertumbuhan tanaman jagung pulut. Kalium yang sering digunakan untuk tanaman jagung pulut berupa Kalium Chlorida (KCl) dengan unsur kalium (K) akan sangat berpengaruh dalam perkembangan pertumbuhan tanaman jagung pulut. Pengaruh kalium (K) diantaranya untuk penyusunan jaringan tanaman, pembentukan pati, mengaktifkan enzim, pembukaan stomata, proses fisiologis tanaman, proses metabolik dalam sel tanaman juga akan berpengaruh pada penyerapan unsur-unsur hara yang diperlukan tanaman, mempertinggi daya tahan tanaman jagung pulut terhadap kekeringan dan penyakit, juga akan berpengaruh pula pada perkembangan akar tanaman dan akan memperkokoh tumbuhnya tanaman jagung pulut. Penggunaan pupuk KClUpaya yang dilakukan Balai Peneltian Tanaman Serial, Maros Sulawesi Selatan dalam meningkatkan produksi jagung pulut dengan menggunakan Urea 200 kg/ha, SP36 100 kg/ha sebagai pupuk dasar, dan KCl : 50, 75, dan 100 kg/ha. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya perkembangan yang baik pada jumlah daun, jumlah tongkol, tinggi tanaman jagung pulut dan biji jagung. Jumlah daun pada tanaman jagung pulut sangat dipengaruhi oleh varietas jagung dan lingkungan tanaman. Disamping itu jumlah daun juga akan berpengaruh pada tinggi tanaman. Tinggi tanaman sangat dipengaruhi dari pertambahan jumlah daun, bertambahnya panjang batang akan memperbanyak jumlah ruas ruas batang yang akan menjadi tempat melekatnya daun sebagaimana dijelaskan oleh Gardner et al. (2008) yang disadur oleh Faesal (2010) peneliti Balai Peneltian Tanaman Serial, Maros Sulawesi Selatan bahwa batang tanaman jagung tersusun atas ruas yang merentang di antara buku-buku batang tempat melekatnya daun. Tinggi tanaman dan jumlah daun yang banyak pada tanaman jagung pulut juga akan berpengaruh pada penerimaan cahaya matahari secara maksimal. Dengan dapat sinar matahari yang banyak akan berpengaruh pada serapan zat makanan yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah optimal untuk keperluan proses fotosintesa. KCl selain bermanfaat untuk perkembangan pertumbuhan tanaman jagung berupa tinggi tanaman dan jumlah daun yang akan tumbuh pada tanaman jagung pulut, unsur kalium (K) yang ada pupuk KCl juga akan berpengaruh pada pertumbuhan akar tanaman jagung pulut. Dengan pemberian pupuk KCl yang cukup akan berpengaruh pada kemampuan tanaman jagung menyerap unsur hara dan air yang banyak pada saat terjadi kekeringan. Kandungan unsur kalium (K) pada pupuk KCl berpengaruh pada peningkatan ukuran dan bobot biji, pembentukan karbohdrat yang pada akhirnya juga akan berpengaruh pada hasil produksi jagung pulut Hasil penelitian Balai Peneltian Tanaman Serial, Maros Sulawesi Selatan pada peningkatan produksi jagung pulut dengan menggunakan dosis pupuk KCl 75 kg/ha yang memberikan pengaruh pada tinggi tanaman jagung pulut dengan hasil produksi jagung pulut mencapai 4,35 ton/ha. Nani Priwanti Soeharto - PP PPMKP Ciawi Sumber ;1. Ajang Maruapey dan Faesal, Pengaruh Pemberian Pupuk KCl terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Pulut (Zea mays ceratina. L), Fakultas Pertanian Unamin Sorong dan Balai Penelitian Tanaman Serealia Prosiding Pekan Serealia Nasional, 20102. Elkawakib Syam'un, Mollah Jaya dan Nurfaida, Pertumbuhan dan Produksi Berbagai Genotipe Jagung Pulut Pada Berbagai Dosis Pupuk KCl. Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin J. Agrivigor, 2012