MANFAAT KOMPOS JERAMI Petani Padi sebenarnya memiliki banyak keuntungan, baik yang diperoleh keuntungannya secara langsung maupun yang tidak langsung. Keuntungan secara langsung jelas berorientasi terhadap hasil usahataninya, dimana nilai kepuasan keuntungan tersebut berasal dari angka-angka hasil yang diperoleh dikurangi dengan banyaknya biaya yang dikeluarkan. Tetapi ada yang lebih menarik lagi dari petani padi yakni mendapatkan keuntungan secara tidak langsung. Banyak sekali keuntungan yang secara tidak langsung didapat oleh petani padi. Pada kesempatan kali ini kami akan mengangkat manfaat yang didapat oleh petani padi yang berasal dari sisa-sisa tanaman padi, yang ternyata bisa menjadi tambahan unsurhara bagi tanah dan secara tidak langsung akan mengurangi biaya yang dikeluarkan oleh petani pada musim tanam berikutnya. Biaya usaha tani yang berkurang yaitu biaya pemblian pupuk. Manfaat dari kompos jerami selain menjadi sumber bahan organik tanah dapat diberikan dalam bentuk brangkasan kering, abu, ataupun kompos jerami. Kompos jerami memiliki kandungan C-organik yang tinggi dan mampu menambah kandungan bahan organik tanah. Pemakaian kompos jerami yang konsisten dalam jangka panjang akan dapat menaikkan kandungan bahan organik tanah dan mengembalikan kesuburan tanah di sawah. Jerami sangat melimpah pada saat musim panen. Bila hasil gabah rata-rata 5 t/ha maka dalam 1 hektar diperoleh jerami ± 7,5 ton dengan asumsi nisbah jerami adalah 2 : 3 (Ponnamperuma dalam Tim PTT Balitpa, 2001). Jerami mengandung hara yang lengkap baik berupa hara makro maupun mikro. Secara umum hara N,P,K masing-masing sebesar 0,4 %, 0,2% dan 0,7%, sementara itu kandungan Si dan C cukup tinggi, yaitu 7,9 % dan 40% (Tanaka dalam Tim Balitpa, 2001). Dengan jumlah yang melimpah pada saat panen, maka pengembalian jerami ke dalam tanah merupakan cara yang baik untuk mempertahankan kesuburan tanah. Penggunaan kompos jerami sebanyak 5 ton/ha dapat mengurangi penggunaan pupuk KCl sebanyak 50% dari jumlah kebutuhan pupuk tanpa penggunaan bahan organik. Pemberian 2,5 ton jerami padi/ha dapat mengurangi kebutuhan KCl dari 100 kg/ha menjadi 75 kg/ha dan efektif meningkatkan hasil panen. Selain itu pemberian 10 ton jerami padi mampu meniadakan pemberian pupuk Kalium dan hasil yang diperoleh tidak berbeda nyata dengan pemberian 100 kg KCl/ha, sekaligus efektif mengurangi keracunan besi. Dengan memahami betapa pentingnya manfaat jerami untuk kesuburan tanah dan tanaman yang akan kita budidayakan maka mari kita kembalikan jerami kelahan persawahan kita. Oleh : Mustolih Pamungkas