Jerami padi merupakan salah satu limbah pertanian yang cukup besar jumlahnya dan belum sepenuhnya dimanfaatkan. Produksi jerami padi bervariasi yaitu dapat mencapai 12-1 5 ton per hektar satu kali panen, atau 4-5 ton bahan kering tergantung pada lokasi dan jenis varietas tanaman yang digunakan. Berbagai upaya boleh dilakukan untuk meningkatkan kualitas jerami padi, baik dengan cara fisik, kimia maupun biologis. Rendahnya protein kasar dan mineral pada jerami padi juga membawa efek langsung, yaitu jerami padi sulit dicerna kalau hanya diberikan secara tunggal untuk pakan ternak. Rendahnya kandungan nutrisi jerami padi tersebut dan sulitnya daya cerna jerami maka pemanfaatan jerami padi sebagai pakan ternak ruminansia perlu diefektifkan. Kualitas jerami padi dapat ditingkatkan baik secara kimia maupun biologi. Peningkatan jerami padi melalui biologi adalah melalui fermentasi. Fermentasi merupakan proses pemecahan senyawa organik menjadi sederhana yang melibatkan mikroorganisme dengan tujuan menghasilkan suatu produk (bahan pakan) yang mempunyai kandungan nutrisi , tekstur yang lebih baik. Secara umum teknologi pengolahan limbah pertanian khususnya jerami padi dilakukan dengan tujuan untuk: Memperbaiki nilai nutrisi dan kecernaan, serta meningkatkan fermentasi ruminal dengan menambahkan elemen yang kurang Mengoreksi defisiensi jerami dengan menambahkan nitrogen atau mineral. Meningkatkan konsumsi dengan cara memperbaiki palatabilitas Meningkatkan ketersediaan energy Mengurangi sifat amba dari jerami padi Metode Pembuatan: Jerami padi di timbang sesuai dengan jumlah yang di perlukan kemudian di potong- potong dengan ukuran sekitar 10-15 cm. Tambahkan urea sebanyak 6% dari bobot jerami yang di gunakan. Misalnya jumlah jerami yang di olah sebanyak 1000 kg dibutuhkan urea sebanyak 6% x 1000 kg = 60 kg. Siapkan air bersih sebanding dengan jumlah jerami yang di gunakan. Misalnya jerami 50 kg, diperlukan air 50 liter. Jumlah air ini 30% digunakan untuk melarutkan urea yang telah ditimbang Siapkan drum plastic sesuai dengan jumlah jerami yang di olah. Sebelum jerami di tumpuk, alas pada dasar wadah di beri plastik. Jerami yang telah di potong-potong di masukan kedalam lubang, sehingga membentuk lapisan setebal 10-20 cm, kemudian setiap lapisan di semprot dengan larutan urea secara merata dan setelah itu disemprot dengan air bersih. Jerami disusun sedemikian rupa sehingga membentuk tumpukan ke atas. Setelah penumpukan jerami selesai, tutup secara rapat dengan menggunakan plastik dan di simpan selama empat minggu. Setelah penyimpanan, penutup dibuka dan jerami dijemur hingga kering selanjutnya digudangkan sebagai stok pakan dan siap di gunakan sebagai pakan sapi. Jerami kering ini dapat disimpan hingga 3 bulan.