PENDAHULUAN Tanamamn kakao menghasilkan limbah cangkang buah kakao yang cukup melimpah dan dapat dimanafaatkan sebagai pakan ternak, serta selalu tersedia sepanjang tahun. Buah kakao terdiri dari kulit buah (75,65%), biji (21,74%) dan plasenta (2,59%) . keberadaan limbah buah kakao belum banyak dimanfaatkan, padahal memiliki potensi yang cukup besar sebagai bahan pakan alternatif. Kandungan protein limbah buah kakao cukup besar yaitu 10 %. Namun sebaiknya penggunaan limbah buah kakao terlebih dahulu harus diolah hal ini disebabkan karena kulit buah kakao mengandung zat Theobromine yang dapat menyebabkan keracunan pada ternak. Theobromine diduga dapat menghambat pertumbuhanmikroba rumen, sehingga dapat menurunkan kemampuan ternak untuk mencerna dan memanfaatkan nutrisi yang terkandung. Untuk menjadikan kulit buah kakao sebagai alternatif pakan ternak yang memiliki nilai nutrisi tinggi dapat dilakukan dengan cara : Teknologi fisik, yaitu dilakukan dengan cara pencacahan, perendaman, pengeringan, penghalusan, dan pelleting; Teknologi kimia, yaitu dilakukan dengan cara amoniasi. Selain kedua cara tersebut dapat juga dilakukan dengan teknologi fermentasi. dengan cara amoniasi. Manfaat Fermentasi Kulit Buah Kakao adalah: Meningkatkan daya cerna. Meningkatkan tingkat kesukaan ternak. Meningkatkan kandungan protein. Menurunkan kandungan serat kasar Menekan efek buruk racun theobromine pada kulit kakao. Menurunkan kandungan tannin (zat penghambat pencernaan). PROSES FERMENTASI KULIT BUAH KAKAO Untuk membuat pakan kulit kakao sebanyak 100 kg membutuhkan : Bahan : Kulit buah kakao basah/segar 100kg (Kadar air 85%, dijemur sehari) Probiotik starbio 600 gram. Pupuk urea 600 gram. Dedak 20 kg (24% dari berat bahan) Gula pasir 5 kg (5 % dari berat bahan) Alat : Parang Sekop Ember Terpal plastik/karung plastik Cara Pembuatan : Kulit buah kakao dicacah dengan menggunakan parang atau chopper (manual atau elektrik). Keringkan kulit buah kakao diatas terpal plastik dengan penyinaran matahari langsung selama 6 jam atau sampai kadar air 70 %. Kulit buah kakao yang sudah dikeringkan dicampurkan dengan starbio + urea + dedak + gula pasir sesuai takaran lalu aduk sampai rata. Masukkan dalam karung plastik /terpal plastik kemudian diikat. Setelah 2 minggu hasil fermentasi dibongkar kemudian dikeringkan dengan cara diangin-anginkan, Setelah kering baru digiling dengan mesin penggiling tepung. Pemberian pakan hasil fermentasi pada ternak dengan cara dicampur air dan ditambah konsentrat. Proses fermentasi yang berhasil bila memperlihatkan ciri-ciri sebagai berikut: Permukaan irisan kulit buah kakao berwarna kecoklatan atau kehitaman Berbau manis seperti bau tape. Fermentasi dianggap gagal bila hasil fermentasi berbau amis atau busuk, kulit buah kakao berlendir, dan terdapat bintik kuning atau oranye pada permukaan kulit buah kakao. CARA PEMBERIAN PADA TERNAK Penggunaan kulit buah kakao sebagai bahan pakan sebaiknya dilakukan secara bersama-sama dengan penambahan hijauan/pakan tambahan lain seperti rumput atau leguminosa. Rekomendasi Cara Pemberian Pada Ternak: Ternak domba pemberian 15% dari konsentrat, dapat menambah bobot badan sebanyak 80,52 g/ekor/hari. Ternak sapi dan kambing dapat diberikansebanyak 0,7-1,0 % BB, bisa diberikan sebagai pengganti dedak. Pada ayam pemberian limbah kulit buah kakao sebagai pengganti dedak hingga 36% dari total pakan dapat meningkatkan produksi telur. Pada babi dapat diberikan sebagai pengganti dedak sekitar 35-40% dalam pakan.