Loading...

Manfaat Pelepah Daun Kelapa untuk Pengolahan Lahan

Manfaat Pelepah Daun Kelapa untuk Pengolahan Lahan
Lahan merupakan sumberdaya alam yang mempunyai peranan penting dalam usaha tani, dimana petani dapat berusaha tani oleh karena adanya Lahan atau Tanah yang dimiliki atau disewa atau menjadi petani pengarap dari pemilik Lahan tersebut. Karena pentingnya peranan lahan atau tanah dalam kehidupan manusia secara umum dan petani atau pelaku utama secara khusus, maka pengelolaan lahan atau tanah memerlukan pengelolaan yang tepat, sejauh mungkin mencegah/mengurangi kerusakan, serta dapat menjamin kelestarian sumber daya alam dan juga untuk kepentingan generasi yang akan datang. Pengolahan tanah sebaiknya dilakukan secara lestari dan tepat pengolahan, maka dibutuhkan suatu pengetahuan dan keterampilan. Adapun tujuan Pengolahan lahan / tanah adalah agar tanah jadi gembur, subur banyak mengandung/menyimpan unsur hara, mudah untuk pertumbuhan tanaman serta mudah untuk berkembangan perakaran tanaman, untuk menciptakan lingkungan perakaran yang dalam, mempertahankan kemampuan tanah dalam menyimpan air, mengedarkan udara, memperkaya ketersediaan zat hara untuk akar tumbuhan. Dalam pengolahan lahan Alat dan bahan yang dipersiapkan atau yang akan digunakan antara lain adalah Mesin traktor (Hand Traktor) atau seperangkat bajak hewan, cangkul, garfu, sorok perata lahan dan bahan lainnya seperti pelepah daun kelapa yang telah dibentuk batang yng melengkung dan dibuatkan tangkai pengikat pada ujung pelepah daun kelapa sehingga mengikat pada alat garu lahan Sebelum melakukan pengolahan lahan alat dan bahan perlu dipersiakan terlebih dahulu, adapun cara mempersiapkan antara lain Mesin Traktor (Hand Traktor) perlu melakukan indentifikasi kelengkapan dan kesiapan hand traktor baik itu sarana dan prasarananya (Seperti bensin/Solar, kunci pengamanan, kondisi mesin, cek oil mesin, roda jalan, mata bajak tanah, mata penghancur tanah dan lainnya)terus kemudian dapat dilihat dari mata cangkul, garfu, sabit dengan tangkainya tersambung dengan kuat dan tajam sehingga tidak menghambat pekerjaan dan mengurangi resiko kecelakaan pada waktu melakukanpengolahantanah/lahan. Cara melakukan pengolahan lahan :• Lahan dibersihkan dari gulma atau sisa-sisa tanaman terlebih dahulu, sehingga penolahan dapat dilakukan dengan mudah.• Pembuatan pematang dilahan basah bisa dilakukan dengan cara mengantikan tanah langsung untuk dibentuk pematang sehingga terbentuklah pembatas dan penahan air dalam lahan, namun di lahan terasering biasanya pematang tanahnya jadi kering dan retak-retak. Cara memperbaiki pematang dengan melakukan pencangkulan 2/3 bagian pematang yang kering dan keras ditaruh dilahan secara merata, selanjutnya bekas cangkulan sekaligus dijadikan alur bajak baik itu dari traktor maupun bajak hewan, kemudian dilakukan perbaikan pematang sesegera mungkin dengan menggunakan tanah yang telah diolah yang bertujuan untuk menahan air dalam lahan.• Mengatur pengairan lahan baik datar maupun terasering dengan cara mengurangi atau menambah air dilahan yang akan diolah, adapun banyaknya air dalam pembajakan pertama kurang lebih berukuran setinggi rataan tanah(tanah terendah dan tanah tertinggi).• Pengaturan mata bajak baik itu traktor maupun bajak hewan kedalaman bajak 20 - 30 cm.• Pembajakan sebaiknya dimulai dari sisi pematang yang sudah dibuat terlebih dahulu untuk menampung pembalikan tanah dari mata bajak hingga selesai dan terlihat rapi dalam hamparan/petakan.• Pencangkulan tanah dilakukan pada posisi-posisi yang tidak terkena bajak/garu adapun yang banyak dilakukan biasanya pada tanah terasering terutama pada bagian pojok/lekukan pematang lahan.• Penggaruhan/pengahancuran tanah dilakukan dengan cara menganti mata bajak traktor/bajak hewan dengan mata pisau traktor/mata garu yang sudah disediakan hingga tekstur tanah benar-benar sudah matang dan mudah untuk diratakan dan pada tahap ini digunakan bantuan alat pelepah daun kelapa, dimana pelepag tersebut di ikatkan pada tengah alat garu kemudian diinjak pada waktu hand traktor jalan, sehingga alat garu tersebut benar-benar bekerja pada kedalaman yang maksimal• Perataan tanah pada lahan menggunakan sorok yang terbuat dari papan kayu, dengan panjang ± 100 cm, perataan dilakukan setelah tanah sudah menjadi lumpur sehingga mudah untuk menarik/mendorongnya.Biarkan lahan tersebut selama 3-4 hari agar tanah menjadi matang dan unsur-unsur hara sebagai makanan tanaman betul-betul tersedia dan layak untuk dikonsumsi oleh tanaman padi. Terima Kasih semoga bermanfaat. ditulis oleh A. Faisal Rahim ( Kord. Fungsional PP Kabupaten Pangkep ) Email : rahimfaisal070@gmail.com.