Loading...

Manfaat Pengapuran Dan Dampak Pengapuran Berlebihan Bagi Tanah

Manfaat Pengapuran Dan Dampak Pengapuran Berlebihan  Bagi Tanah
MANFAAT PENGAPURAN DAN DAMPAK PENGAPURAN BERLEBIHAN BAGI TANAH Tanah merupakan media tanam atau tempat tanaman mendapatkan unsur hara yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Akan tetapi, tanaman tidak dapat menyerap beberapa unsur hara tanah apabila hara tersebut yang masih berbentuk partikel atau unsur atau senyawa terikat erat dengan partikel tanah. Dalam arti lain menjadi tidak tersedia untuk tanaman. Hal-hal yang menyebabkan menjadi tidak tersedia antara lain tingkat kemasaman tanah atau pH tanah. Pada nilai pH tanah terukur itu menunjukkan perbandingan konsentrasi antara ion asam dan basa. pH tanah yang dikehendaki tanaman biasanya berkisar antar 5-7. Akan tetapi, tanaman pangan akan tumbuh dengan baik dikisaran pH 6-7. Pada nilai konsentrasi pH 6,5-7 biasanya jumlah hara/unsur kimia yang dibutuhkan tanaman akan semakin tersedia dan dapat diserap oleh akar tanaman. Maka dari itu, kita perlu menciptakan kondisi tanah/media tanam dengan penambahan kapur tanah atau kapur pertanian. Kapur banyak mengandung unsure Ca maupun Mg tetapi pemberian kapur kedalam tanah pada umumnya bukan karena tanah kekurangan unsure Ca tetapi karena tanah terlalu masam. Oleh karena itu pH tanah perlu dinaikkan agar unsur-unsur hara seperti P mudah diserap tanaman dan keracunan Al dapat dihindarkan. Meningkatkan pH tanah yang bereaksi masam menjadi mendekati netral yaitu sekitar pH 6-7. Perlu diketahui bahwa salah satu faktor penghambat meningkatnya produksi tanaman adalah karena adanya masalah keasaman tanah. Tanah asam memberikan pengaruh yang buruk pada pertumbuhan tanaman hingga hasil yang dicapai rendah. Untuk mengatasi keasaman tanah perlu di lakukan usaha pemberian kapur kedalam tanah. Bahan kapur untuk pertanian umumnya berupa kalsium karbonat,beberapa berupa kalsium magnesium karbonat,dan hanya sedikit yang berupa CaO. Dalam Ilmu kimia kapur adalah CaO,tetapi dalam bidang pertanian kapur umumnya berupa CaCO3. Dalam pelaksanaan pengapuran di lahan harus disertai pemberian bahan organik tanah atau pengembalian sisa panen ke dalam tanah. Hal ini sangat penting untuk menghindari pemadatan tanah dan pencucian, serta meningkatkan efek pemupukan. Selain itu efek bahan organik terhadap pH tanah menyebabkan reaksi pertukaran ligand antara asam-asam organik dengan gugus hidroksil dari besi dan aluminium hidroksida yang membebaskan ion OH–. Di samping itu, elekrton yang berasal dari dekomposisi bahan organik dapat menetralkan sejumlah muatan positif yang ada dalam sistem kolid sehingga pH tanag meningkat (Hue, 1992; Yu, 1989). Manfaat Pengapuran Menaikkan pH tanah Menambah unsur – unsur Ca dan Mg Menambah ketersediaan unsur-unsur P dan Mo Mengurangi keracunan Fe, Mn, dan Al. Memperbaiki kehidupan mikroorganisme dan memperbaiki pembentukan bintil- bintil akar Pengapuran yang berlebihan menyebabkan beberapa hal yang merugikan, antara lain : Kekurangan besi, mangan, tembaga dan seng yang diperlukan dalam proses fisiologis tanaman karena Fe, Mg, Cu, Zn terikat erat /bersenyawa dengan unsur kapur tersebut, sehingga menjadi tidak dapat diserap oleh akar tanaman lagi. Tersedianya fosfat (P) menjadi berkurang kembali karena terbentuknya kompleks kalsium fosfat tidak larut. Absorpsi/penyerapan fosfor oleh tanaman sangat sulit sehingga menyebabkan metabolisme tanaman menjadi Pengambilan dan penggunaan boron dapat terhambat. Perubahan pH yang melonjak dapat merugikan terhadap aktivitas mikroorganisme tanah, dan ketersediaan unsur hara yang tidak seimbang. Cara untuk menghitung kebutuhan kapur Contoh Cara sederhana untuk menentukan kebutuhan kapur adalah dengan menghitung selisih antara pH tanah yang dituju dengan pH tanah aktual yang terukur sebelum pengolahan tanah. Untuk menaikkan 1 point pH tanah diperlukan 2 ton (2.000 kg) kapur pertanian per hektar. Sebagai contoh, pH tanah aktual suatu lahan menunjukkan angka 4,3, sedangkan pH tanah yang diharapkan adalah 6,0. Berikut jumlah kapur pertanian yang diperlukan untuk menaikkan pH tanah dari 4,3 menjadi 6,0. Jumlah kapur pertanian yang diperlukan = (6,0-4,3) X 2.000 kg = 3.400 kg kapur per hektar. Tabel panduan dosis pengapuran untuk tanaman pangan dan sayuran. TINGKAT KEASAMAN TANAH DAN KEBUTUHAN KAPUR DOLOMIT Tingkat kemasaman (pH) Kebutuhan dolomite (ton/ha) 4.0________________________10,24 4,2________________________ 9,28 4,4________________________ 8,34 4,6________________________ 7,39 4,8________________________ 6,45 5,0________________________ 5,49 5,2________________________ 4,54 5,4________________________ 3,6 5,6________________________ 2,65 5,8________________________ 1,69 6,0________________________ 0,75 Penulis: Khoirul Anwar, SP / PPL BPP Abung Selatan Lampung Utara