Loading...

MANFAAT PENGAPURAN PADA LAHAN PERTANIAN DIDAERAH PERSAWAHAAN WAIWADAN

MANFAAT PENGAPURAN PADA LAHAN PERTANIAN DIDAERAH PERSAWAHAAN WAIWADAN
Unsur hara adalah salah satu unsur terpenting bagi tanaman. Dari unsur hara inilah maka tanaman dapat hidup dan tumbuh dengan baik. Penyedia terpenting unsur hara ini adalah tanah, oleh karena itu penyerapan unsur- unsur ini menjadi salah satu faktor terpenting bagi tanaman dalam menjaga kelangsungan hidupnya. Kemampuan tanah dalam mengurai unsur hara menjadi produk siap pakai bagi tanaman akan berkurang dengan drastis apabila pH tanah tersebut bersifat asam atau basa. Hal ini dikarenakan unsur hara hanya dapat diserap dalam bentuk ion, dan ion-ion tersebut tidak dapat diuraikan oleh tanah yang asam atau basa. Pada tanah yang pHnya kurang dari 6, tersedianya ion-ion fosfor, kalium, belerang, kalsium, magnesium, molibdin dapat dikatakan cepat menurun. Sedangkan pada tanah yang pHnya lebih tinggi dari 8, tersedianya ion-ion nitrogen, besi, mangan, borium, tembaga dan seng, relative menjadi sedikit. Tersedianya ion- ion hara yang cukup banyak umumnya hanya terjadi pada tanah yang pHnya netral yaitu 7 atau tepatnya 6,5 – 7,5. Karena itu, kondisi tanah pertanian harus diusahakan (dikembalikan) nilai pHnya menjadi normal agar unsur-unsur hara yang ada di dalam tanah tersebut dapat terurai menjadi ion-ion dan dapat diserap dengan baik oleh tanaman. Berdasarkan fakta di atas maka penulis merasa perlu untuk membahas cara menormalkan pH tanah dengan pemberian kapur dalam tulisan ini. Hal ini sangat penting karena dengan pemberian kapur yang tepat, maka tanah pada lahan pertanian akan lebih siap bagi tanaman dan hasil produksi tanaman akan menjadi lebih baik. Kapur adalah sebuah benda putih dan halus terbuat dari batu sedimen, membentuk bebatuan yang terdiri dari mineral kalsium. Biasanya kapur relatif terbentuk di laut dalam dengan kondisi bebatuan yang mengandung lempengan kalsium plates (coccoliths) yang dibentuk oleh mikroorganisme coccolithophores. Ada beberapa jenis kapur yang digunakan dalam perawatan tanah yang ada di pasaran (sering disebut Ground Magnesium Lime/GML) seperti kalsit, dolomit, magnesit, dan gipsum. Dari berbagai jenis kapur tersebut, yang paling sering digunakan adalah dolomit (yang terbaik), kapur GML/pertanian biasa dan gipsum (kualitas lebih rendah). Dolomit adalah kapur GML yang baik untuk tujuan agrikultur karena kandungan magnesiumnya yang tinggi, yaitu berkisar 18-22%. Berikut ini adalah beberapa jenis kapur yang umum dikenal : Kalsit, yaitu sebuah mineral karbonat dan polimorf karbonat kalsium (CaCO3) paling stabil. Polimorf lain adalah mineral aragonit dan vaterit. Aragonit akan berubah menjadi kalsit pada suhu 380-470 °C, sementara vaterit justru kurang stabil. Dolomit, atau yang disebut juga kalsium magnesium karbonat, yaitu mineral yang berasal dari alam yang mengandung unsur hara magnesium dan kalsium berbentuk tepung dengan rumus kimia CaMg(CO3)2. Kalsium Hidroksida {Ca(OH)2}, berupa kristal tak berwarna atau bubuk putih. Kalsium hidroksida dihasilkan melalui reaksi kalsium oksida (CaO) dengan air. Senyawa ini juga dapat dihasilkan dalam bentuk endapan melalui pencampuran larutan kalsium klorida (CaCl2) dengan larutan natrium hidroksida (NaOH). Dalam bahasa Inggris, kalsium hidroksida juga dinamakan slaked lime, atau hydrated lime (kapur yang di-airkan). Nama mineral Ca(OH)2 adalah portlandite, karena senyawa ini dihasilkan melalui pencampuran air dengan semen Portland. Suspensi partikel halus kalsium hidroksida dalam air disebut juga milk of lime (Bahasa Inggris : milk = susu, lime = kapur). Larutan Ca(OH)2 disebut air kapur dan merupakan basa dengan kekuatan sedang. Larutan tersebut bereaksi hebat dengan berbagai asam, dan bereaksi dengan banyak logam dengan adanya air. Larutan tersebut menjadi keruh bila dilewatkan karbon dioksida, karena mengendapnya kalsium karbonat. Pada 512 °C, kalsium hidroksida terurai menjadi kalsium oksida dan air. Manfaat pengapuran pada tanah Berikut ini adalah beberapa manfaat penting pengapuran pada tanah pertanian : Menaikan pH tanah pada tanah masam hingga pH tanah menjadi netral dan memudahkan tanaman untuk menyerap unsur hara dengan lebih baik. Menambah unsur hara Ca dan Mg pada tanah, serta turut pula menambah ketersediaan unsur hara P. Mengurangi (menghindari) kemungkinan penyerapan Al, Fe, maupun Mn yang berlebihan sehingga dapat menyebabkan keracunan pada tanaman. Memperbaiki kehidupan dan aktifitas mikroorganisme (hayati) tanah yang berpengaruh positif bagi pertumbuhan tanaman. Memperbaiki pembentukan bintil akar tanaman legum (simbiosis bakteri pengikat N bebas dengan akar tanaman legum). Meningkatkan kapasitas tukar kation dan kejenuhan basa tanah sehingga dapat menjaga dan meningkatkan kesuburan tanah. Seri pembahasan tentang manfaat pengapuran pada lahan pertanian. semoga dapat bermanfaat untuk meningkatkan PH tanah pertanian. Penulis : Yohanes Ebo.SP ( dari berbagai sumber ) Koordinator KJF Kab. Flores Timur