Panen merupakan salah satu kegiatan budidaya tanaman yang perlu mendapat perhatian khusus,saat panen merupakan saat kritis,karena untuk tanaman tertentu, apabila saat panen terlambat maka kualitas maupun kuantitas hasil atau produksinya akan turun bahkan dapat rusak sama sekali.Padi sebagai tanaman yang dibudidayakan dengan pola tanam serentak, pada saat panen membutuhkan tenaga kerja yang sangat banyak agar panen dapat dilakukan tepat waktu. Kebutuhan tenaga kerja yang besar pada saat panen ini menjadi masalah pada daerah daerah tertentu yang penduduknya sedikit.Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja adalah dengan cara meningkatkan kapasitas dan efisiensi kerja dengan menggunakan mesin panen. Keuntungan menggunakan mesin panen antara lain lebih efisien dan biaya panen per hektar dapat lebih rendah dibanding cara tradisional.Pada dasarnya proses panen padi dapat dilakukan melalui dua macam cara,yaitu melalui tradisional dan menggunakan mesin perontok padi tipe stasioner.mengingat adanya beberapa jenis lahan,maka kedua cara tersebut dirasa belum maksimal,sehingga perlu dilakukan perancangan dan pengembangan produk mesin pemanen padi (combine harvester)Secara umum fungsi operasional dasar combine harvester adalah : memotong tanaman berdiri. Menyalurkan tanaman yang terpotong ke selinder.merontokkan gabah dari tangkai. memisahkan gabah kosong dan benda asing dan mengemaskan padi.Adanya proses kegiatan panen yang tergabung dan terkontrol menyebabakan susut hasil yang terjadi hanya sekitar 1,87% atau berada dibawah rata rata susut hasil metode “grobyokan” (sekitar 10%).Sedangkan tingkat kebersihan gabah panen yang dihasilkan oleh mesin tersebut mencapai 99,5%.Mesin panen padi combine Harvester yang dioperasikan oleh 1 orang operator dan 2 pembantu mampu menggantikan tenaga kerja panen sekitar 50 HOK/ha. Kapasitas kerja mesin mencapai mencapai 5 jam per hektar. Oleh : Kholid Manshur, SP