Loading...

Manfaat Penggunaan Pupuk Bioorganik

Manfaat Penggunaan Pupuk Bioorganik
Pupuk memegang peranan penting dalam keberlangsungan hidup dan produktivitas tanaman yang kita usahakan. Efesiensi dan ketepatan dalam pemupukan tidak hanya berperan penting dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, tetapi terkait pula dengan keberlanjutan sistem produksi, kelestarian lingkungan, dan penghematan sumberdaya energi.Penggunaan pupuk bioorganik merupakan terobosan teknologi yang sudah banyak dikembangkan dalam berusahatani, diharapkan biaya produksi usahatani dapat dihemat, karena harganya relatif terjangkau dan efektif sehingga pencapaian produksi dapat dioptimalkan.Manfaat dari penggunaan pupuk bioorganik adalah sbb:1. Menyediakan unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman secara seimbang2. Menguraikan unsur P, K, S, Fe dalam tanah dan mengikat unsur hara N dari udara sehingga bisa dimanfaatkan oleh tanaman agar menghemat penggunaan pupuk kimia.3. Kandungan Hormon tanaman pada pupuk ini mampu mempercepat pertumbuhan batang, daun, bunga, buah dan akar tanaman.4. Adanya kandungan mikroorganisme yang menghambat produksi etylen pada tanaman menyebabkan tanaman tidak cepat tua dan mati, jika di aplikasi pada tanaman cabai, kacang panjang, timun, paria, gambas dll akan memperpanjang masa petik (tanaman tidak cepat mati). Jika di aplikasi pada tanaman padi, kedelai dan jagung tanaman akan lebih hijau dan memaksimalkan fase pengisian bulir atau polong (karena daun tetap sehat tidak cepat kuning dan kering walaupun umur menjelang panen).5. Mikroorganisme yang terkandung mampu menyediakan hormon auksin, giberellin dan sitokinin pada daerah perakaran sehingga membantu mempercepat pertumbuhan tanaman secara seimbang6. Meningkatkan kesuburan kimia, biologi dan fisika tanah.7. Mempercepat dekomposisi bahan organik dalam tanah (sisa-sisa tanaman dan rumput) sehingga bahan organik cepat terurai dan bisa dimanfaatkan oleh tanaman8. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit melaui penyediaan unsur hara dan hormon yang seimbang sehingga menjadikan tanaman tumbuh alami dan sehat9. Beberapa mikroorganisme yang terkandung mampu membentuk antibiotik yang berfungsi untuk melawan penyakit akar. Selain itu mikroorganisme ini juga mampu menjadi pesaing penyakit akar sehingga bisa menyehatkan tanaman dan mencegah penyakit akar (layu, busuk akar dan busuk pangkal batang)10. Menghemat penggunaan pupuk kimia hingga 50 % (jika menggunakan pupuk bioorganik penggunaan pupuk kimia bisa dikurangi 50 %)11. Menghemat biaya produksi karena harganya sangat terjangkau bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia.12. Cocok untuk semua jenis tanaman13. Tidak mengandung racun dan tidak menyebabkan pencemaran lingkungan bahkan mikroorganisme yang terkandung di dalamnya mampu menguraikan racun/ residu kimia dalam tanah14. Intinya pupuk bioorganik akan meningkatkan produksi atau hasil panen petani, melestarikan tanah dan lingkungan serta menyehatkan petani dan masyarakat Indonesia.Cara aplikasi pupuk bioorganik cair :1. Semprotkan larutan pupuk bioorganik cair pada tanah 1 - 2 hari sebelum tanam (pada tanaman padi) dan kocor pada lubang tanam sebelum tanam (pada tanaman cabai, terong, tomat dll), dengan konsentrasi 5 ml/ liter (70 ml per tangki semprot 14 lt).2. Semprotkan pada daun, batang dan akar tanaman sejak umur 15 hst dengan konsentrasi 5 ml/ lt3. Semprotkan pupuk bioorganik setiap 15 hari sekali dengan konsentrasi 5 ml/ lt4. Kocor pangkal batang tanaman cabe, tomat, terong dll dengan pupuk bioorganik pomi setiap 15 hari sekali dengan konsentrasi 5 ml/ lt5. Cara pemakaian lebih detail bisa dibaca pada label/ kemasan Catatan :• Penyemprotan sebaiknya dilakukan sore hari setelah jam 4 atau pagi hari sebelum jam 9 (saat hari cerah / tidak hujan).• 1 tutup botol pupuk bioorganik berisi 12 ml, jadi 1 tangki perlu 5-6 tutup botol• Sebaiknya tidak dicampur dengan pestisida kimiaRuslia Atamaja ppmkp-bppsdmp (rusliatmaja.atmaja326@gmail.com)Sumber : www.Gerbangpertanian.com 2014