Upaya Pemerintah untuk meneningkatkan produksi padi guna mewujudkan swasembada pangan terus dikembangkan, baik dari segi teknologi maupun dari segi manajemen pembangunan secara keseluruhan.Dalam rangka mewujudkannya swasembada pangan pemerintah tidak segan-segan menggelontorkan banyak subsidi untuk kepentingan petani seperti subsidi benih, subsidi pupuk dan juga pembangunan infrastruktur irigasi sebagai salah satu dari beberapa faktor penentu. Perkembangan subsidi bagi petani hampir setiap tahun selalu berkembang dan semakin meneningkat, namun subsidi yang diberikan Pemerintah untuk petani pada saat tertentu khususnya pada saat kebutuhan pupuk tinggi petani dihadapkan pada pilihan harga pupuk yang mahal diatas harga eceran tertinggi (HET). Oleh karena petani sangat membutuhkan pupuk, walaupun harga diatas HET petani terpaksa membelinya karena tanaman padi sudah waktunya dipupuk. Sehingga subsidi yang seharusnya dinikmati petani malah jatuh ke pihak lain. Selama ini distribusi pupuk bersubsidi tidak terkontrol. Akhirnya petani yang seharusnya membutuhkan pupuk malah kesulitan untuk mencari dan mendapatkan pupuk bersubsidi.Melihat kenyataan di lapangan seperti itu dan pengalaman-pengalaman dari sistem manajemen seperti Kartu Pintar, Kartu Sehat dan sejenisnya, maka Pemerintah meluncurkan KARTU TANI. Hal ini dimaksudkan agar subsidi bagi petani langsung dirasakan dan dinikmati oleh petani. Berdasarkan penjelasan dari pihak Bank Mandiri, manfaat kartu tani ini diantaranya terdatanya jumlah petani, luas areal komoditas, luas panen dan kapan komoditas tersebut panen. Hal itu dikarenakan semua data dan aktifitas petani akan terekam dalam data base secara online. Kartu tani merupakan alat transaksi berupa kartu debit yang dapat digunakan untuk membeli pupuk bersubsidi. Kartu tani ini pun dapat digunakan untuk memonitor penyaluran pupuk bersubsidi yang menggunakan anggaran dari APBN.Secara umum kartu tani adalah merupakan alat untuk membantu petani dalam menjalankan kegiatannya seperti mendapatkan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR), penyediaan pupuk hingga pengumpulan hasil panen yang akan diserap oleh BULOG.. Disamping itu pemegang kartu tani juga berhak mendapatkan klaim asuransi pertanian jika mengalami kegagalan panen. Selain itu kartu tani merupakan kartu identitas bagi petani yang semula dikembangkan untuk menyalurkan pupuk bersubsidi langsung kepada petani yang tergabung dalam kelompok tani sesuai waktu tanam. Kartu tani ini merupakan solusi untuk membuat distribusi pupuk bersubsidi menjadi tertutup dan petani bisa memperoleh jatah pupuk sesuai kuotanya. Dikemudian hari kartu tani ini sebagai bahan penyusunan Rencana Definitip Kebutuhan Kelompok (RDKK) pupuk bersubsidi. Apabila petani tidak mempunyai kartu tani, maka petani tersebut tidak mendapatkan kuota pupuk bersubsidi untuk kegiatan usahataninya. Untuk melihat dan mengetahui pemanfaatan kartu tani, Provinsi Jawa Barat melaksanakan uji coba kartu tani di Kabupaten Indramayu khususnya di 3 (tiga) kecamatan yaitu : Kecamatan Sindang, Kecamatan Krangkeng dan Kecamatan Widasari.Kartu tani yang terintegrasi secara online ini akan dapat diketahui perkembangan kegiatan petani saat itu. Sehingga pemerintah dapat memantau kebutuhan benih, kebutuhan dan distribusi pupuk serta hasil produksi petani. Dalam program kartu tani ini tidak hanya membutuhkan perangkat lunak, tetapi petugas juga harus memasukan data pada perangkat komputer setiap periode. Setiap petani akan didata dan diinput oleh petugas desa dan direkap di kecamatan atau kabupaten. Data yang diinput yaitu identitas pribadi, luas lahan, benih, pupuk dan hasil produksi panen. Jumlah petani yang sudah diinput di Kabupaten sebanyak 38.764 petani yang sudah lengkap by name by adress dan sampai Bulan Juli yang akan ditargetkan 90.000 petani sudah memiliki kartu tani. (Edi Harnadi)