Manfaat Pupuk Kandang Dan Aplikasinya Pada Lahan Sawah
Penggunaan pupuk anorganik atau pupuk kimia pada lahan sawah di Kecamatan Poeang Utara Kabupaten Bombana sudah menjadi rutinitas yang sulit ditinggakan petani. Hal ini bila berlangsung terus tanpa diimbangi pupuk organik dapat menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan hara dalam tanah, dan rusaknya struktur tanah, sehingga dapat menurunkan produktivitas tanah pertanian dimasa mendatang. Salah satu alternatif untuk mempertahankan dan meningkatkan kesuburan tanah adalah dengan pemberian bahan organik seperti pupuk kandang ke dalam tanah. Pemberian pupuk kandang, selain dapat meningkatkan kesuburan tanah juga dapat mengurangi penggunaan pupuk buatan yang harganya relatif mahal dan terkadang sulit diperoleh. Pupuk kandang adalah kotoran padat dan juga cair dari hewan yang tercampur dengan sisa-sisa pakan dan alas kandang. MANFAAT PUPUK KANDANG Pupuk kandang tidak saja mengandung unsur nitrogen, asam fosfat, dan kalium, tetapi mengandung hampir sernua unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman serta berperan dalam memelihara keseimbangan hara dalam tanah. Keistimewaan penggunaan pupuk kandang antara lain: Merupakan pupuk lengkap, karena mengandung semua hara makro yang dibutuhkan oleh tanaman, juga mengandung hara mikro Mempunyai pengaruh jangka panjang dan merupakan gudang makanan bagi tanaman yang berangsur-angsur menjadi tersedia Memperbaiki struktur tanah sehingga aerasi di dalam tanah semakin baik Meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air Meningkatkan kapasitas tukar kation sehingga hara yang terdapat di dalam tanah mudah tersedia bagi tanaman Mencegah hilangnya hara (pupuk) dari dalam tanah akibat proses pencucian oleh air hujan atau air irigasi Mengandung hormon pertumbuhan yang dapat memacu pertumbuhan tanaman. CARA PENGGUNAAN PUPUK KANDANG Kotoran ternak yang masi segar, yang bercampur dengan sisa-sisa pakan ternak tidak dapat langsung digunakan sebagaj pupuk. Agar dapat digunakan sebagai pupuk, kotoran ternak harus mengalami proses pelapukan (dekomposisi) terlebih dahulu. Proses pelapukan dapat dilakukan dengan cara menyimpan kotoran ternak segar di dalam lubang atau karung plastik selama 2-3 bulan. Untuk mempercepat proses pelapukan kotoran segar, dapat dilakukan fermentasi dengan bantuan mikroorganisme seperti EM4. Prosesnya fermentasi dilakukan secara tertutup dalam lubang tanah atau menggunakan wadah terpal selama kurang lebih 21 hari. Pupuk kandang yang telah matang baik melapuk secara alami maupun difermentasi, dapat diberikan pada lahan sawah sebelum pengolahan tanah, pupuk kandang disebar merata di atas permukaan tanah dan selanjutnya dilakukan pembajakan. Dosis pupuk kandang yang diberikan tergantung ketersediaan, jika tersedia melimpah dapat diberikan antara 5-10 ton perhektar, tergantung pada kesuburan tanah. Oleh: Duwi Atmanto, SP (Penyuluh Pertanian Kec. Poeang Utara)