Pupuk organik padat adalah pupuk yang terbuat dari bahan organik dengan hasil akhir berbentuk padat. Pemakaian pupuk organik pada umumnya dengan cara ditaburkan atau dibenamkan dalam tanah tanpa perlu dilarutkan dalam air. Pupuk organik padat dimasukkan dalam 3 kategori yaitu : Berdasarkan bahan penyusunnya maka pupuk organik merupakan pupuk alam. Berdasarkan cara pemberiannya termasuk dalam pupuk akar karena pemberian haranya melalui akar Berdasarkan kandungan pupuk organik termasuk pupuk majemuk dan pupuk lengkap karena kandungan haranya lebih dari satu unsur makro (N, P, K) dan unsur mikro seperti Ca, Fe, dan Mg. (Ismawati. M, 2003). Pupuk organik padat merupakan pupuk tertua karena sebelum abad ke-19 sudah dikenal oleh petani. Jika ingin menaikkan produksi tanaman, petani menambahkan sisa tanaman atau kotoran hewan ke dalam tanah. Pupuk organik padat yang turun - temurun telah dipakai petani di Indonesia adalah pupuk organik konvensional. Pupuk tersebut diperoleh dari sebagian besar kotoran hewan ternak sejenis mamalia (sapi, kambing, babi dan kuda), unggas (ayam), dan sebagian dari kompos. Pupuk organik konvensional yang berasal dari pupuk kandang yang dipakai selama ini hanya melalui proses pengumpulan kotoran hewan ternak, kemudian ditumpuk selama 1 – 3 bulan untuk proses pematangan, bahkan, terkadang proses pematangan dilakukan di dalam kandang dengan cara dibiarkan selama 1 – 2 bulan sebelum dipakai. Begitu pula dengan kompos yang berasal dari sampah - sampah atau limbah - limbah padat hanya melalui pengomposan selama 1 – 3 bulan tanpa ada proses tambahan sebelum diberikan kepada tanaman. Manfaat dan kegunaan pupuk organik Padat Pupuk organik padat merupakan makanan bagi tanah karena mempunyi sifat yang sangat menguntungkan bagi kesuburan tanah. Secara umum manfaat pupuk organik padat adalah sebagai berikut: Menambah kesuburan tanah Pupuk organik padat mengandung banyak unsur hara baik yang besar maupun kecil sehingga bisa memperbaiki struktur kesuburan tanah.Pada tanah yang mempunyai struktur tanah liat penambahan pupuk organik akan mengurangi sifat kelengketan sehingga mudah diolah.Pada tanah yang berpasir penambahan pupuk organik ini mampu meningkatan daya serap dan unsur hara. Memperbaiki kondisi kimia tanah Kondisi kimia tanah yang baik akan mendukung pertumbuhan tanaman.ini bisa dilakukan degan menambahkan pupuk organik ke dalam tanah yang akan diolah. Memperbaiki kondisi biologi tanah Pemberian pupuk organik bagi tanah akan merangsang mikroorganisme yang menguntungkan. Konsultrasi oksigen dan karbondioksida dalam tanah sangat mempengaruhi kegiatan biologi tanah. Memperbaiki kondisi fisik tanah Pupuk organik mampu membuat tanah mengikat air lebih baik sehingga struktur tanah dan kesuburan tetap terjaga. Tamanan pun dapat tumbuh dengan baik. Pengunaan aman bagi manusia Pupuk organik terbuat dari bahan alami bukan kimia sehingga tidak kan meninggalkan bekas pada hasil panen yang aman dikonsumsi bagi manusia serta tidak menimbulkan gangguan. Tidak mencemari lingkungan Pupuk organik tidak akan mencemari kelestarian lingkungan. Tidak demikian halnya dengan pupuk kimia yang terbuat dari bahan-bahan kimia yag bisa membahayakan kesehatan dan bisa menimbulkan pencemaran lingkungan. (Triyugo Istianto, S.TP, Penyuluh Pertanian Kecamatan Majenang)