Loading...

MANFAAT RHIZOBIUM BAGI TANAMAN KEDELAI

MANFAAT RHIZOBIUM BAGI TANAMAN KEDELAI
Kedelai merupakan salah satu komoditas strategis bagi masyarakat Indonesia. Banyak bahan pangan seperti tahu dan tempe yang berbahan baku kedelai. Sampai saat ini, sebagian besar kedelai diimpor dari luar negeri. Hanya sebagian kecil pengusaha tahu dan tempe yang menggunakan kedelai lokal untuk dijadikan bahan baku. Alasan para pengusaha lebih suka menggunakan kedelai impor karena ketersediaan biji kedelai selalu ada dan jumlahnya mencukupi. Jika dibandingkan dengan kedelai lokal, selain jumlahnya sedikit, kontinyuitas penyediaanya juga terkadang tidak mampu memenuhi kebutuhan bahan baku pembuatan tahu dan tempe. "Selain untuk merangsang pertumbuhan biji kedelai, aplikasi rhizobium ini merupakan salah satu komponen untuk meningkatkan hasil produksi kedelai", terang Slamet Haryanto selaku petugas PPL Kec Adipala. "Sedangkan untuk dosis 1 saset rhizobium untuk 10 kg benih kedelai". Salah satu cara meningkatkan produksi kedelai yaitu dengan penggunaan Rhizobium. Penggunaan Rhizobium ini mampu meningkatkan produksi kedelai sekaligus mengefisienkan penggunaan pupuk Nitrogen. MENGENAL RHIZOBIUMRhizobia atau yang biasa dikenal dengan Rhizobium merupakan istilah untuk kelompok bakteri yang mempunyai kemampuan untuk menyediakan unsur hara bagi tanaman. Apabila Rhizobium bersimbiosis dengan tanaman legume (kacang-kacangan), kelompok bakteri ini akan menginfeksi akar tanaman dan membentuk bintil akar di dalamnya. Rhizobium hanya dapat memfiksasi nitrogen di atmosfer bila berada di dalam bintil akar. Rhizobium mampu menyumbangkan N dalam bentuk asam amino kepada tanaman Terdapat 6 bakteri Rhizobium yang dapat mengambil N dari udara, antara lain dari Genus Rhizobium, Sinorhizobium, Mesorhizobium, Bradyrhizobium, Azorhizobium dan Allorhizobium. Bakteri yang biasa kita kenal bersimbiosis dengan tanaman legum adalah Rhizobium leguminosarum yang bersimbiosis dengan tanaman kacang tanah. Sedangkan yang dapat bersimbiosis dengan tanaman kedelai yaitu Bradyrhizobium japonicum, B. Elkanii, B. Liaoningense, dan Sinorhizobium fredii (Balittanah, 2010). Rhizobium yang umum bersimbiosis dengan tanaman kedelai adalah Bradyrhizobium japonicum.Bradyrhizobium japonicum mempunyai nama lain yaitu Rhizobium japonicum (Buchanan,1926) danRhizobacterium japonicum (Kirchner, 1896). Klasifikasi Bradyrhizobium japonicum sebagai berikut (Jordan, 1982): PERANAN RHIZOBIUMPeranan Rhizobium terhadap pertumbuhan tanaman cukup besar. Adapun peranan Rhizobium antara lain:1. Rhizobium mampu menambat Nitrogen mencapai 80 kg N2/ha/thn atau lebih ketika bersimbiosis dengan tanaman kedelai. 2. Inokulan Rhizobium mampu bersimbiosis secara aktif sehingga menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih baik.3. Rhizobium mampu menghasilkan hormon pertumbuhan berupa IAA dan giberellin yang dapat memacu pertumbuhan rambut akar, percabangan akar yang memperluas jangkauan akar. Dengan demikian, tanaman dapat menyerap hara lebih banyak sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanaman.4. Rhizobium mampu meningkatkan penyerapan fosfat. Fosfat merupakan hara utama dalam perkembangan akar dan pembentukan polong kedelai. KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN RHIZOBIUMPenggunaan bakteri rhizobium pada tanaman kedelai mempunyai beberapa keuntungan. Simbiosis bakteri Rhizobium dengan tanaman kedelai mampu meningkatkan ketersedian unsur hara melalui penambatan unsur Nitrogen dari udara oleh bakteri Rhizobium. Karena bakteri ini bersimbiosis mutualisme dengan tanaman kedelai, penggunaan bakteri ini tidak mempunyai bahaya atau efek sampingan. Efisiensi penggunaan Rhizobium dapat ditingkatkan sehingga bahaya pencemaran lingkungan oleh pupuk buatan dapat dihindari. Aplikasi penggunaan Rhizobium ini membutuhkan biaya yang relatif murah karena penerapannya cukup sekali pada awal tanam. Dan apabila lahan tersebut akan ditanami lagi dengan tanaman kedelai, lahan tersebut tidak perlu lagi diinokulasi dengan Rhizobium karena Rhizobium sudah tersedia di tanah dari bekas tanaman sebelumnya. Teknologinya atau penerapan Rhizobium relatif mudah dan sederhana, yaitu cukup mencampurkan biakan Rhizobium dengan biji kedelai sebelum biji tersebut ditanam. APLIKASI RHIZOBIUMPemberian rhizobium dilakukan pada lahan yang sama sekali belum pernah ditanami dengan tanaman kedelai. Sumber inokulan dapat berasal dari sediaan yang sudah dijual di pasaran seperti Legin, Rhizogin, Rhizoplus, Nodulin ataupun juga berasal dari pertanaman kedelai.Jumlah Inokulan dalam bentuk Legin sebanyak 30 gram/10 kg benih, Rhizogin sebanyak 37,5 gram/10 kg benih dan Rhizoplus 20 gram / kg benih. Cara inokulasi yaitu 1. Basahi benih dengan air sebelum dicampur dengan inokulan.2. Campurkan inokulan dengan benih secara bertahap agar benih yang telah diinokulasi segera habis di tanam.3. Keringanginkan benih dan hindarkan dari sinar matahari langsung4. Tanam benih tidak lebih dari 6 jam setelah pencampuran. Jika inokulasi dengan menggunakan tanah bekas pertanaman kedelai, jumlah tanah yang dicampurkan sebanyak 2-3 kg/10 kg benih. Inokulasi dilakukan dengan cara membasahi benih dengan air kemudian campurkan dengan tanah inokulan. Segera tanam benih setelah dilakukan pencampuran. Sumber :http://bbppbinuang.info/news80-meningkatkan-produksi-kedelai-dengan-rhizobium.html