Kementerian Pertanian telah menetapkan bahwa dalam kurun waktu 2015-2017 Indonesia harus swasembada pangan (beras dan jagung dicapai tahun 2015 dan swasembada kedelai dicapai pada tahun 2017), dengan Indikator tidak ada impor beras/substitusi impor. Dalam pencapaian swasembada pangan strategis nasional, kementerian pertanian menyusun berbagai program terobosan diantaranya "Upaya Khusus (Upsus) Peningkatan Produksi Padi, Jagung Dan Kedelai Untuk Swasembada Tahun 2015-2017". Mengingat lebih dari 80% penduduk Indonesia tinggal di pedesaan yang bermata pencaharian sebagai petani. Untuk mensosialisasikan program-program terobosan pembangunan pertanian dan menggerakkan masyarakat di pedesaan agar mereka memahami dan mau dan mampu melaksanakan program tersebut diperlukan metoda dan media penyuluhan yang tepat. Yang menjadi masalah saat ini adalah makin terbatasnya jumlah penyuluh serta sulitnya geografis, sangat tidak memungkinkan bahwa penyuluh akan memberikan penyuluhan satu-persatu kepada keluarga petani, untuk itu siaran radio masih dapat dijadikan salah satu alternatif sebagai media penyuluhan. Manfaat siaran radio dalam penyebar luasan informasi program pembangunan Lima manfaat siaran radio yang dikemas dalam bentuk siaran pedesaan, sangat berperan dalam penyebaran informasi program pembangunan yaitu: 1) sebagai sumber informasi cepat bagi masyarakat pedesaan. Siaran pedesaan memungkinkan masyarakat desa mengikuti peristiwa di luar lingkungannya serta dapat dijadikan sarana pertukaran informasi diantara petani; 2) materi siaran dapat dijadikan sumber inspirasi bagi para pendengarnya serta dapat membangkitkan semngat belajar dan rasa ingin tahu para petani dengan lebih teratur melalui acara diskusi individu/kelompok pendengar; 3) berbagai informasi dari siaran pedesaan dapat membantu sebagai problem solver bagi petani pendengarnya; 4) melalui siaran pedesaan dapat menumbuhkan keakraban bagi komunitas pendengarnya dan dapat dimanfaatkan sebagai ajang untuk berkomunikasi dan bersilaturahmi dikalangan mereka. Dengan mendengar pengalaman petani lain dan aktif dalam kegiatan siaran pedesaan akan menumbuhkan rasa partisipasi dan kepercayaan untuk berusaha tani yang lebih baik; 5) melalui umpan balik dalam acara siaran pedesaan, akan semakin meningkatkan sikap demokratis yang sangat diperlukan dalam mebangun desa. Hal-hal perlu diperhatikan dalam siaran pedesaan Agar siaran pedesaan dapat berfungsi dengan baik, hal-hal yang perlu diperhatikan aebagai berikut: 1) apa, siapa dan bagaimana kondisi sasaran; 2) apa permasalahan sasaran dan bagaimana mengatasi permasalahan tersebut; 3) apa dan kepada siapa perlu dikomunikasikan dan bagaimana caranya. Ciri-ciri Siaran pedesaan yang baik Siaran pedesaan yang baik, materinya mempynyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) materi yang dibahas sesuai dengan kebutuhan dan keadaan nyata di pedesaan serta membantu memecahkan masalah; 2) materi menunjang kegiatan penyuluhan yang sedang berlangsung di pedesaan; 3) berorietansi pedesaan artinya pemilihan materi, bahasa dan gaya penyajian sesuai dengan tingkat pengetahuan, adat kebiasaan, selera dan kesempatan/waktumasyarakat pedesaan; 4) memperlakukan dan menyertakan sasaran sebagai subyek; dan 5) disampaikan dalam acara-acara yang sifatnya informatif yang dijamin akurasinya, sedang yang sifatnya untuk penyuluhan budidaya tanam waktu disesuaikan dengan kegiatan/musim yang terjadi di pedesaan; 6) disampaikan oleh penyiar yang tetap dan sudah dikenal dan digemari oleh pendengar dengan membawakan materi lebih banyak dari pendengar untu pendengar daripada dari penyiar untuk pendengar; dan 7) siaran pedesaan sebaiknya dilaksanakan pada waktu dan gelompbang yang sama/tetap. Peran aktif penyuluh Siaran radio yang dikemas dalam siaran pedesaan tidak dapat menggantikan fungsi penyuluh. Dalam menyampaikan informasi khususnya anjuran penerapan teknologi inovasi baru, tentunya memerlukan bantuan petugas lapangan agar para pendengar/petani sasaran dapat mengadopsi dan menerapkan teknologi anjuran tersebut. Untuk itu para penyuluh hendaknya aktif bekerjasama dengan penanggung jawab siaran pedesaan terutama dalam membina kelompok pendengar dan secara teratur mengikuti acara siaran tersebut. Adapun peran penyuluh antara lain: 1) menumbuh kembangkan kelompok pendengar sekaligus melakukan pembinaannya; 2) sebagai pelancar komunikasi antara kelompok-kelompok pendengar dengan penyelenggara siaran; 3) sebagai pemberi bahan siaran yang aktif dalam bentuk naskah dan laporan kegiatan siaran. Klasifikasi siaran pedesaan Berdasarkan tujuan siaran pedesaan dapat diklasifikasikan menjadi tiga klas yaitu: 1) Acara saiaran pedesaan nasional; 2) siaran pedesaan regional; 3) siaran pedesaan khusus, yang masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut. Siaran pedesaan nasional, materi siaran ditekankan pada hal-hal yang bersifat nasional, hal ini dimaksudkan agar penjelasan materi/informasi dapat diterima dan diterapkan para petani di seluruh wilayah Indonesia. Siaran pedesaan regional, materi yang disampaikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat petani di wilayah tertentu yang mempunyai permasalahan dan kondisi yang sama/homogen. Siaran pedesaan khusus dilaksanakan dengan menyampaikan materi khusus untuk daerah-daerah pertanian yang intensif Contohnya: siaran pedesaan dengan menyajikan materi tentang kemajuan teknologi dan sarana produksi untuk keperluan peningkatan produksi jenis pertanian tertentu khusus untuk daerah persawahan. Bentuk siaran radio Ada beberapa bentuk siaran yaitu: 1) Uraian, umumnya dibuat untuk menyampaikan saran, petunjuk/nasehat dan informasi bagi petani. Uraian disusun dengan kalimat yang tepat dan sederhana dan disampaikan dengan ramah dan tidak mengguerita rui; 2) Berita, pedesaan, merupakan penyampaian laporan tentang peristiwa-peristiwa di pedesaan misalnya adanya serangan hama, bencana puso, serangan penyakit pada ternak dll; 3) Laporan pasar, merupakan informasi tentang perkembangan harga dan persediaan hasil pertanian, peternakan, perkebunan dan sebagainya; 4) Reportase, merupakan laporan langsung dari tempat kejadian peristiwa penting petani misalnya tanam serentak, demonstrasi penggunaan alat panen padi dll diutamakan dalam bentuk acara; 5) Dialog, sangat tepat dipergunakan untuk membantu petani pendengar memecahkan masalah yang dihadapi, siaran dapat dilakukan dengan tukar pendapat atau dialog antara dua pihak; 6) Wawancara, cara ini tepat untuk menginformasikan kepada petani tentang persoalan-persoalan yang dihadapi petani lainnya dan bagaimana para ahli/narasumber membahas berbagai masalah; 7) Diskusi, acara ini ini melibatkan dan mengajak untuk memahami pendapat dan gagasan orang lain; 8) Feature, acara ini dipilih bila akan membahas materi lebih mendalam dengan merangkaikan penuturan cerita yang terkait dengan permasalahan yang dibahas tersebut; 9) Sandiwara, dipergunakan untuk menyampaikan pesan-pesan yang bermuatan penyuluhan yang disusun sedemikian rupa (sandiwara) sehingga selain memberikan penyuluhan juga sekaligus bersifat menghibur pendengar. Oleh :Ir. Sri Puji Rahayu, MM/yayuk_edi@yahoo.com Sumber: Dihimpun dari berbagai sumber Gambar: Koleksi pribadi/Sri Puji Rahayu