Loading...

MANFAAT TANAMAN JAWER KOTOK

MANFAAT TANAMAN JAWER KOTOK
Ciri-ciri tanaman Jawer Kotok : Jawer kotok (Daun Miyana) merupakan tumbuhan semak, herba tegak dan merayap dengan tinggi batang pohonnya berkisar 30 cm sampai 150 cm. Daunnya berbetuk hati dan pada setiap tepiannya dihiasi oleh jorong-jorong atau lekuk-lekuk tipis yang bersambungan dan didukung oleh tangkai daun. Bunganya muncul pada pucuk tangkai batang berbentuk untaian bersusun. Jawer kotok dapat tumbuh subur di daerah dataran rendah sampai ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut. Jawer kotok mempunyai komposisi kandungan senyawa kimia yang bermanfaat, antara lain alkaloid, etil salisitas, metil eugenol, eugenol, timol, karvakrol dan mineral. Oleh karenanya, jawer kotok menjadi tanaman obat yang cukup penting. Manfaat Jawer Kotok (Daun Miyana) Untuk Kesehatan : 1. Ambeien: Ambil 17 lembar daun jawer kotok, 7 lembar daun ngokilo, 3 rimpang umbi kunyit sebesar ibu jari. Semua bahan tersebut direbus dengan 5 liter air sampai mendidih. Air rebusan tersebut diminum satu kali sehari satu gelas. 2. Diabetes mellitus: jawer kotok lengkap mulai akar, batang, daun dan bunga, ditambah adas pulawaras secukupnya. Kedua bahan tersebut direnbus dengan satu liter air sampai mendidih. Air rebusan tersebut diminum dua kali sehari setengah gelas, pagi dan sore. 3. Demam dan sembelit : Satu potong daun dan batang jawer kotok direbus dengan tiga gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas. Air rebusan tersebut diminum 2 kali sehari setengah gelas. 4. Sakit perut : 3 potong akar jawer kotok direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Air rebusan tersebut diminum pagi dan sore. 5. Bisul : Ambil daun miana sebanyak 8 lembar, cuci, dan giling sampai halus. Tambahkan air bersih secukupnya, usapkan di atas bisul dan bungkus dengan perban bersih. Lakukan hal ini 2x sehari sebanyak yang diperlukan 6. Abses : 5 lembar daun jawer kotok, satu siung bawang merah, dan adas pulasari secukupnya. Semua bahan tersebut ditumbuk halus bersama-sama, lalu tempelkan pada bagian yang abses. 7. Luka borok : Daun dan batang jawer kotok ditumbuk halus, lalu tempelkan pada bagian yang borok. 8. Datang bulan terlambat : 3-7 lembar daun jawer kotok direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Air rebusan tersebut diminum menjelang tanggal datangnya haid. 9. Sakit mata : Rebuslah beberapa helai daun jawer kotok lalu tiriskan. Setelah suhu agak menurun, tempelkan daun pada mata yang sakit. 10. Flex pada Paru Kalau anda atau anak anda bermain atau berjalan sedikit sudah merasa lelah, nafas terganggu, keluar keringat dingin, mungkin ada flex pada parunya. Bila sudah berobat kedokter atau rumah sakit namun setelah sembuh kambuh lagi, silahkan coba resep berikut ini. Ambilah daun Miyana atau dikenal juga dengan sebutan Jawer Kotok sebanyak 2-5 helai. Dibejek dengan sendok sampai keluar airnya. Kemudian airnya diminumkan 3 kali sehari selama 1 (satu) bulan hingga sembuh total. 11. Menyembuhkan keputihan : Ambil ¼ genggaman daun, cuci, kemudian rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa ¼ bagian, setelah dingin minum sebanyak 3x sehari (setiap kali minum ¼ gelas). 12. Mengobati rasa mulas : Kunyah 6 lembar daunnya dengan menambahkan garam secukupnya. Setelah itu minumlah air hangat yang sudah dimasak. 13. Mengobati radang telinga : Ambil ½ genggam daun, cuci bersih, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan air masak 3 sendok lalu diperas (disaring). Teteskan air perasan tersebut sebanyak 3-5 tetes ke anak telinga yang meradang (lakukan hal ini 3-4x sehari). 14. Membasmi cacing tambang : Cuci ¼ genggaman daun lalu giling sampai halus. Tambahkan air masak ½ cangkir, madu 1 sdm, kemudian peras dan saring. Minumlah ramuan ini 3x sehari (resep untuk 1x minum). Sumber : 1. Buku pintar tanaman obat: 431 jenis tanaman penggempur aneka penyakit (Google eBuku), AgroMedia, 2008 -332 halaman. 2. http://semuaberkhasiat.blogspot.com/2012_10_01_archive.html3. Tanaman Rempah dan Obat, Ir. Rahmat Rukmana, Kanisius 1995. 4,. http://semuaberkhasiat.blogspot.com/2012_10_01_archive.html Penulis : Iman Priyadi, SP (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id