Banyak petani yang tinggal didataran tinggi, dalam melakukan budidaya tanaman sayuran, belum menerapkan teknologi konservasi misalnya menanam tanaman masih searah dengan lereng sehingga mengakibatkan rawan erosi. Demikian juga petani yang tinggal di dataran tinggi dengan ketinggian 700 meter diatas permukaan laut dengan kemiringan tinggi menanam sayuran tanpa memperhitungkan kemiringan dan kecuraman lahan sehingga berakibat terjadi longsor. Sehubungan dengan hal tersebut, Badan Litbang Pertanian telah menghasilkan teknologi konservasi diantaranya dengan menggunakan teknik mekanik, teknik vegetatif dan teknik kombinasi antara teknik mekanik dan vegetatif. Teknik konservasi mekanik, meliputi semua perlakuan fisik mekanis yang diberikan ke tanah dan pembuatan bangunan fisik guna mengurangi aliran permukaan dan mencegah erosi. Metode mekanik ini mencakup membuat teras guludan, mebuat rorak dan bedengan tanaman. a. Teras gulud adalah, adalah barisan guludan yang dibuat memotong lereng (searah kontur) dengan jarak tertentu dan dilengkapi dengan saluran pembuangan air. Fungsi teras gulud antara lain untuk memperpendneg panjang lereng, mengurangi erosi permukaan dan erosi alur, menegah erosi parit, menurunkan laju aliran permukaan terutama pada daerah yang mempunyai curah hujan tinggi dan memperbesar infiltrasi air sehingga kandungan air tanah meningkat. Teras gulud cocok diterapkanpada lahan dengankemiringankurang dari 15% dan solum tanah dangkal, serta lahandengan kemiringanb 15-25% dan solum tanah dalam.b. Rorak, adalah parit kecil dengan lebar 20 cm dan dalam 25 cm. Rorak dibuat memotong lerenguntuk menjebak aliran air permukaan dan tanah tererosi agar tidak hanyut ke area yang lebih jauh.c. Bedengan tanaman, dibuat searah kontur atau memotong lereng. Bedengan dapat dilengkapi dengan saluranpembuangan air dan saluran antar bedenganagar air masuk kedalamtanah sehingga mengurnagi aliran permukaan Bedengan tanaman berukuran lebar ± 120 cm, tinggi ± 15 cm dengan panjang disesuaikan dengan kondisilahanatau kebutuhan. Teknik konservasi vegetatif, adalah penggunaan tanaman dan tumbuhan termasuk bagian tumbuhan dan sisa-sisanya untuk melindungi tanah daridaya rusak butir-butir aair hujan serta mengurangi erosi tanah. Beberapa teknik konservasi vegetatif yang dapat diterapkan di lahan sayuran adalah: a. Pergiliran tanaman, yaitu menanam beberapa jenis tanaman secara berurutan pada lahan yang samaa;b. Penggunaan mulsa, yaitu memberikan sisa-sisa tanaman atau bahan lain (plastik) pada permukaan tanahc. Penanaman serah kontur Kombinasi antara teknik konservasi mekanik dengan konservasi vegetatifTeknik ini mengkombinasikan antara guludan dan rorak dengan tanaman penguat teras seperti rumput dan akar wangi. Tanaman penguat teras dapat juga menggunakan tanaman sayuran lain seperti kacang merah atau jenis sayuran lain yang tidak berumbi. Penerapan teknik konservasi disesuaikan dengan kondisi di tempat/wilayah setempat dengan mempertimbangkan kemiringan lahan, kedalaman solum tanahdan kepekaan tanah terhadap erosi. Manfaat penerapan konservasi Dengan menerapkan teknologi konservasi, maka lahan pertanaman sayuran di dataran tinggi akan merasakan manfaatnya antara lain: 1) dapat menghambat erosi aliran permukaan tanah, dan dapat menurunkan erosi sampai 30-90%; 2) mengurangi jumlah unsur hara yang hilang karena hanyut terbawa air aliran permukaan/terbawa erosi. Unsur hara N yang hilang mencapai 333 kg/ha/tahun atau setara dengan 740 kg Urea. Kehilangan C-organik mencapai 3.120 kg/ha/tahun atau 5.304 kg/ha/tahun bahan organik; 3) mengurangi jumlah tanah yang tererosi; 4) meningkatkan efisiensi pemupukan; 5) Menyeimbangkan antara kehilangandan laju pembentukan tanah; dan 6) meningkatkan hasil tanaman.. Oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.com Sumber : 1)Teknologi Konservasi Lahan Sayuran di Dataran Tingg, Balit Tanah, Lembang;, dalam Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Vol 37 No.4 Th 2015;.dan 2) Dihimpun dari beberapa sumber