Flores Timur adalah salah satu Kabupaten yang berada di Pulau Flores, didalam wilayah Propinsi NTT (Nusa Tenggara Timur). Kondisi wilayah geografis Flores Timur adalah berbukit dengan ketinggian rata-rata di atas 100 m, memiliki tingkat kemiringan di atas 12% dan secara klimatologi berada di iklim yang kering dengan panjang musim kemarau antara 8 - 9 bulan dan sisanya rentang musim penghujan antara 3 - 4 bulan (bulan januari,februari,maret dan desember). Salah satu komoditi unggulan pertanian adalah tanaman jambu mete. Tanaman tersebut merupakan komoditi unggulan karena mampu menembus pasaran luar negeri. Namun dengan berjalannya waktu,kondisi tanaman mete mengalami penurunan produksi dan produktivitas dikarenakan umur tanaman yang sudah tua (≤ 30 tahun),jarak tanaman yang tidak teratur (masih rapat), pola tanam secara polikultur dan petani belum melakukan perawatan sesuai teknis yang dianjurkan. Visi Pembangunan Kabupaten Flores Timur Tahun 2017- 2022 yang dipimpin oleh Bupati Ir. Antonius Hubertus Gege Hadjon,ST dan Wakil Bupati Agustinus Payong Boli,SH adalah “Masyarakat Sejahtera dalam Bingkai Desa Membangun Kota Menata” dan salah satu Misi adalah “Selamatkan Tanaman Rakyat Flores Timur”. Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur sangat peduli dengan kesejateraan petani sehingga di buat program Penjarangan dan Pemangkasan (Manja) mete. Adapun manfaat dari pemangkasan adalah mendapatkan cabang-cabang baru yang produktif secara terus menerus,masuknya cahaya matahari untuk merangsang proses pembungaan, mencegah terserangnya hama penyakit dan untuk penjarangan adalah lahan terbuka untuk ditanami tanaman pangan (Luas Tambah Tanam).Program ini pertama dilakukan pada tahun 2018 dimana target 1.000 ha/tahun di 5 (lima) Kecamatan yakni Titehena, Demon Pagong, Lewolema, Ile Mandiri dan Tanjung Bunga. Realisasi mencapai 800 ha karena ini merupakan tahun pertama dan petani belum merelakan tanaman mete untuk di tebang serta vegetasi lain yang ada di kebun mereka,namun kiat pemerintah terus merubah pola pikir petani tersebut. Sebagian petani lain sudah merasakan manfaat dari program ini,mereka biasanya panen 800 – 1.500 kg/ha sekarang bisa mencapai 3.000 – 5.000 kg/ha serta lahan yang terbuka bisa ditanami tanaman sela (padi,jagung,kacang-kacangan,sayuran). Tahun 2019 program ini masih berjalan,petani sudah mulai sadar akan pentingnya manfaat dari program ini. Kesuksesan program ada di tangan kita semua. “PETANI SEJAHTERA LEWOTANA TERSENYUM”. (Modesta Yunitami R. Redo,SP/Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur/NTT)