Loading...

Mari Menanam Tani Akar Wangi

Mari Menanam Tani Akar Wangi
Tanaman Akar Wangi (Vetiveria zizanioides) dikenal sebagai salah satu tanaman yang menghasilkan minyak atsiri. Bagian utama tanaman yang menghasilkan minyak atsiri adalah akarnya. Saat ini akar wangi sering digunakan manfaatnya sebagai bahan pewangi (parfum) dan minyaknya sebagai bahan terapi kesehatan (obat gosok luar). Kegunaan lain tanaman Akar Wangi dapat dikembangkan pada lereng bukit sebagai penahan longsor disebabkan karena akarnya yang kuat dan kokoh. Disamping itu, Akar Wangi banyak digunakan sebagai bahan baku aneka kerajinan. Tanaman akar wangi memiliki tinggi 1.5-2.5 meter dan memiliki beberapa anakan dalam satu rumpun yang dapat dijadikan benih untuk dibudidayakan kembali.Pengolahan lahan. Lakukan pembersihan lahan dari berbagai macam gulma. Buat lubang tanam dengan ukuran 20x20x20 cm. Jarak tanam dapat menggunakan (60x20 cm) atau (50x100 cm) tergantung kesuburan dan kemiringan lahan. Untuk lahan yang berlereng dapat membuat terasering sebagai penahan. Sebelum tanam, perlu diperhatikan untuk mengisikan lubang tanam dengan pupuk kandang/kompos.dengan dosis 2 kg/lubang.Penanaman. Pelaksanaan dapat dilakukan pada saat mulai memasuki musim hujan agar mendapatkan air yang cukup untuk pertumbuhan tanaman. Penanaman dengan cara memasukkan benih akar wangi pada lubang tanam dengan kedalaman 5-10 cm.Pemeliharaan tanaman. Tanaman penting untuk dipelihara dengan melaksanakan penyulaman bila terdapat tanaman yang mati atau tidak tumbuh, dapat juga dilakukan pemberian mulsa bila diperlukan serta melakukan pengendalian gulma. Pada budidaya tanaman Akar Wangi, penyiraman diperlukan pada fase awal Pada tanaman Akar Wangi yang dibudidayakan dengan tumpang sari dengan jenis tanaman lainnya seperti sayur-sayuran, maka diperlukan untuk melakukan pemangkasan pada tanaman tersebut.Pemupukan. Pemberian pupuk diberikan dengan gabungan pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk organik adalah pupuk kandang yang sudah masak. Pemupukan sesuai dengan dosis, ukuran, dan waktu. Cara melakukan pemupukan dengan membuat lubang sedalam 10 cm dengan dosis pupuk kandang sejumlah 10 ton/ha dan pupuk anorganik berupa Urea/ZA 20 kg, TSP 50 kg dan KCL 100 kg. Waktu pemupukan dilaksanakan 2 kali setahun dengan ukuran urea/za 300-400 kg/ha, SP 150 kg/ha dan Kcl 150 kg/ha. Pada para petani tradisional pada umumnya sangat jarang melaksanakan pemupukan.Pemangkasan. Pemangkasan tanaman akar wangi dilakukan setiap 6 bulan agar pertumbuhan perakaran menjadi lebih baik. Adapun daun akar wangi dapat dijadikan mulsa alami sehingga untuk mengurangi erosi pada lahan berlereng. Pemangkasan sangat baik dilaksanakan apabila tanaman Akar Wangi ditumpangsarikan dengan tanaman sayuran. Sehingga akan memberikan dampak baiknya pertumbuhan kedua tanaman tersebut.Hama dan Penyakit Tanaman. Tanaman Akar Wangi memiliki ketahanan terhadap hama dan penyakit yang cukup baik. Hingga saat ini belum perlu diupayakan penanganan hama penyakit yang intensif.Panen. Saat melaksanakan panen yang perlu diperhatikan adalah bagian akar yang mengandung bonggol tercampur dengan tanah yang menempel. Pertama yang perlu dilakukan adalah memotong bonggol lalu lakukan pencucian akar sehingga tanah yang menempel terpisah. Kedua, tiriskan akar dan jemur. Proses penjemuran dilakukan dengan membolak-balikkan sehingga menghasilkan kadar air 15%. Penjemuran dilakukan dengan perkiraan 2 hari, tegantung terdapat hujan atau tidak pada hari tersebut. Penyimpanan. Simpan akar tanaman Akar Wangi yang telah dibersihkan dan dijemur dengan terlebih dahulu dikemas dalam palstik. Gudang penyimpanan tidak boleh panas dan terlalu lembab. Kemudian akar yang telah dikemas dapat ditumpuk dalam gudang. Hal ini dilakukan untuk mencegah penguapan minyak.Menanam tanaman Akar Wangi akan memberikan nilai ekonomis terlebih bila di tumpangsarikan dengan tanaman lainnya, seperti sayuran. Selain sabagi tanaman untuk dijadikan konservasi tanah sekaligus untuk diolah sebagai minyak atsiri sehingga memiliki nilai jual lebih dan dapat memberikan keuntungan dan peningkatan kesejahteraan rumah tangga petani. Saat ini beberapa industry kecil sering menggunakan akar wangi sebagai bahan baku untuk membuat boneka dan lainnya.Daftar Pustaka Setiawan, dkk. 2012. Pedoman Budidaya Akar Wangi. Direktorat Tanaman Semusim. Direktorat Jenderal Perkebunan. 38 hal.Anonymus. 2014. Cara Menanam dan Budidaya Akar Wangi. http://cara.media/menanam-dan-budidaya-akar-wangi/ Diakses tanggal 29 April 2015.Anonymus. 2014. Cara Budidaya Akar wangi (Rumput Vetiver) Yang Cukup Menjanjikan. http://infotanam.blogspot.com/2014/06/cara-budidaya-akar-wangi-rumput-vetiver.html. diakses tanggal 29 April 2015.Anonymus, 2016. Artikel Akar Wangi. http://www.atsiri-indonesia.com Penulis: Miskat Ramdhani (Penyuluh BBP2TP) alamat email: annurd@gmail.com