Loading...

MARI... LESTARIKAN JAMBU AIR CAMPLONG

MARI... LESTARIKAN JAMBU AIR CAMPLONG
Jambu Air Camplong yang berwarna putih kehijauan, bergaris, kadang tidak mulus lebih disukai dan dipilih untuk dikonsumsi konsumen yang mengerti ciri ciri Jambu Air manis. Tanda tanda yang khas dan unik tersebut memang lebih manis rasanya daripada Jambu Air yang putih mulus dan mengkilat. Untuk mengetahui hal ini dibutuhkan ketelitian dan kemahiran memilih jambu yang berasa manis bahkan hampir sama dengan manisnya gula terutama jika musim jambu jatuh pada musim kemarau. Jambu air Camplong memiliki rasa yang khas yaitu manis empuk sebagian renyah. Ciri seperti ini tidak dimiliki oleh Jambu Air yang tumbuh didaerah lain walaupun hasil cangkokannya berasal dari Jambu Air Camplong. Maka tidak heran kalau Jambu Air Camplong menjadi suguhan favorit di meja Kepresidenan setiap merayakan HUT Kemerdekaan RI bersama buah unggul lainnya. Harga perbiji berkisar Rp.400,- s/d Rp.1.000,- tergantung musim. Jika buah melimpah atau puncak musim Jambu air hampir tidak ada nilainya sehingga perlu dipikirkan bentuk pengolahan hasil pertanian bisa berupa selai Jambu Air, Sirup Jambu Air aneka Rasa, atau untuk bahan pupuk organik. Mengingat buah Jambu Air bertahan 1-2 hari, distribusinya harus cepat sampai kepada kosumen. Sampai saat ini pemasaran hasil selain dipasar lokal juga dijual di Supermarket dan pasar tradisional di kota kota besar di Jawa Timur seperti Surabaya dan Malang. Jambu Air Camplong merupakan varietas lokal yang terus dikembangkan. Dinas Pertanian Kabupaten Sampang berupaya melakukan usaha pelestarian tanaman Jambu Air camplong ini dengan peremajaan tanaman di lokasi strategis pengembangan jambu air sehingga diharapkan tanaman Jambu Air dapat menyebar lebih luas lagi. Desa Dharma Camplong adalah salah satu sentra tanaman jambu air Camplong mempunyai luas lahan Jambu Air sebesar 64 Ha dari luas pekarangan 101,122 Ha dengan jumlah pelaku utama sebanyak 269 orang mampu menghasilkan produksi 310 ton dengan produktivitas 6,8 ton per Ha. Permasalahan yang dihadapi pelaku utama adalah menurunnya produktivitas karena pemeliharaan tanaman yang kurang mendapat perhatian, penggunaan perangsang buah yang terus menerus dan tidak ada keseimbangan dengan pemupukan, serta umur tanaman yang terlalu tua adalah penyebabnya. Secara singkat budidaya Jambu Air diterangkan sebagai berikut : Syarat Tumbuh Jambu air varietas lokal Camplong dapat tumbuh pada ketinggian tempat 0-700 m dpl. Tanah yang dikehendaki gembur, subur, tanah berpasir atau tanah jenis Aluvial. Tinggi air tanah 50 – 200 cm dibawah permukaan tanah. Persiapan Tanam Buat lubang tanaman dengan ukuran 60x60x60 cm, tanah bagian atas dipisahkan dengan tanah bagian bawah, kemudian dibiarkan terkena panas matahari selama 15 hari agar jasad renik mati serta racun dalam tanah menguap. Kemudian tanah dikembalikan ke tempat asalnya. Tanah bagian atas dicampur dengan pupuk Organik dan An Organik (NPK, SP36, dan ZK) dengan perbandingan 3:2:1 Penanaman Penanaman dilakukan pada saat awal musim hujan agar tanaman cepat hidup dan berkembang. Apabila bibit yang akan ditanam berasal dari pot atau polybag maka pot dan polybag tersebut harus dibuang. Lakukan penyiraman dua kali sehari pagi dan sore jika tidak turun hujan. Pemupukan Pemupukan yang dianjurkan adalah dua kali setahun yaitu saat musim penghujan akan datang dan saat musim penghujan akan berakhir. Pemupukan didasarkan pada umur tanaman, sebagaimana Tabel 1. Terlampir: Pemeliharaan Untuk pemeliharaan tanaman hal hal yang perlu dilakukan antara lain, Penyiraman jika tidak ada hujan. Penyiangan dilakukan menjelang pemupukan. Pembentukan pohon. Pembuangan ranting ranting tidak produktif. Mempercepat Berbuah Agar tanaman Jambu Air cepat berbuah, hal yang perlu dilakukan merontokkan daun. Tanaman yang akan dirontokkan daunnya harus dalam keadaan sehat dan subur. Menggunakan ZPT (Zat pengatur Tumbuh). ZPT yang digunakan yaitu Atonik dengan takaran 1 ml/1-2 liter air. Dapat disemprotkan dengan tambahan pupuk daun Gandasil D dengan takaran 1 sdm per 10 liter air. Mencegah Buah Rontok Jambu Air yang tidak di bungkus sejak "menir" (baru berbentuk bakal buah) biasanya akan mudah rontok olehkarena itu disarankan bakal buah segera dibungkus dengan "tapis" (kulit pohon kelapa)/kertas semen/karung beras/plastik. Dengan dibungkus maka buah terhindar dari serangan lalat buah yang dapat merusak lebih dari 50% dan menyebabkan mudah rontok. Buah rontok juga disebabkan oleh kesalahan pemupukan, tanaman tidak sehat, atau gangguan alam misalnya angin.Pada saat membungkus dalam satu tangkai disisakan buah 5-8 selebihnya harus dirontokkan agar didapatkan buah jambu yang besar (Super). Penanganan Hasil Setelah 25 hari buah dibungkus maka buah Jambu Air siap dipetik. Panen dilakukan pada sore hari atau pagi hari kemudian langsung dikemas untuk dipasarkan. Pada suhu kamar buah Jambu Air dapat bertahan 2-3 hari, selanjutnya akan terdapat bercak jamur dan membusuk. Sebelum dikemas dilakukan sortasi sesuai grade mutu dan besar kecilnya buah menjadi kwalitas 1 sampai 3. Untuk pengolahan hasil jambu air Camplong sampai saat ini belum dilakukan secara komersial hanya sebatas praktek diantaranya selai Jambu Air dan sirup Jambu Air dengan aneka rasa buah lain karena buah yang 90% air ini tidak punya rasa khas sehingga perlu didukung rasa dari buah lain. Penulis : Kurnia Hidayati, S.Pi. MMA, Admin BPP Camplong: Halimatus Sakdiyah, S.Pt