Loading...

MATERI PENYULUHAN : BUDIDAYA KACANG TANAH

MATERI PENYULUHAN : BUDIDAYA KACANG TANAH
MATERI PENYULUHAN BUDIDAYA KACANG TANAH Benih Kebutuhan benih kacang tanah per hektar berkisar 90-100 kg. Beberapa varietas unggul yang dapat digunakan adalah Kancil, Perkutut, Singa dan Turangga. Penyiapan Lahan Penyiapan lahan sebaiknya dilakukan dengan mengolah tanah dengan cara dibajak sekitar 15−20 cm, kemudian digaru, diratakan dan dibersihkan dari sisa tanaman dan gulma. Penyiapan lahan disertai dengan pemberian dolomit 500 kg/ha dan pupuk kandang 2.500 kg/ha. Penanaman Penanaman dilakukan secara tugal dengan jarak tanam 40 x 15 cm atau 35 x 10 cm, satu biji per lubang. Pemupukan Pupuk yang dibutuhkan yaitu 50 kg urea, 100 kg SP36 dan 50 kg KCI yang diberikan saat tanam atau saat tanaman berumur 7−14 hari, dengan cara tugal atau larik. Penyiangan Gulma dan Pembumbunan Penyiangan gulma dan pembumbunan dilakukan sebelum tanaman berbunga. Setelah ginofor masuk ke dalam tanah, tanaman tidak boleh disiang karena dapat menyebabkan kegagalan pembentukan polong. Pengairan/Penyiraman Pengairan/penyiraman diperlukan pada periode: 1). pertumbuhan awal yaitu umur hingga 15 hari setelah tanam; 2). awal berbunga yaitu umur 25 hari setelah tanam; 3). pembentukan dan pengisian polong yaitu umur 75 hari setelah tanam. Pengendalian Hama dan Penyakit Hama utama yang menyerang kacang tanah adalah wereng kacang tanah, penggerek daun, ulat jengkal dan ulat grayak. Hama tersebut dapat dikendalikan dengan insektisida endosulfan, klorfirifos, monokrotofos, metamidofos, diazinon. Untuk pencegahan, pestisida tersebut dapat diaplikasikan pada umur 25, 35 dan 45 hari. Penyakit utama kacang tanah antara lain adalah layu bakteri, bercak daun, dan penyakit karat. Pengendalian dapat dilakukan dengan menanam varietas tahan atau menggunakan fungisida benomil, mankozeb, bitertanol, karbendazim, dan klorotalonil. Untuk pencegahan fungisida tersebut dapat diaplikasikan pada umur 35, 45 dan 60 hari. Panen Umur panen tanaman kacang tanah tergantung dari varietasnya. Ciri-ciri kacang tanah siap panen antara lain batang mulai mengeras, daun menguning dan sebagian mulai berguguran, polong sudah berisi penuh, keras dan jika ditekan polong mudah pecah. Jika biji telah penuh, harus segera dipanen, kerena bila terlambat, biji dapat tumbuh di lapang, warna polong coklat kehitam-hitaman. Pascapanen Polong dikeringkan, dikumpulkan dan disortir. Simpan polong kering ke dalam karung goni di gudang penyimpanan yang tempatnya kering. Penyimpanan dalam bentuk biji kering dilakukan dengan mengupas polong kacang tanah kering dengan tangan atau alat pengupas kacang tanah. Jemur (keringkan) biji kacang tanah hingga berkadar air 9% lalu dikemas dalam plastik. SUMBER http://babel.litbang.pertanian.go.id/ Tahun Penerbit : 25 Maret 2015 Judul : Budidaya Kacang Tanah PENULIS Nama : Joddy Kelung Instansi : Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Utara