Loading...

Materi Penyuluhan : Hama Penggerek Batang Padi Dan Cara Pengendaliannya

Materi Penyuluhan : Hama Penggerek Batang Padi Dan Cara Pengendaliannya
MATERI PENYULUAHN : HAMA PENGGEREK BATANG PADI DAN CARA PENGENDALIANNYA Di indonesia sampai saat ini telah dikenal 4 jenis penggerek batang padi yaitu : Penggerek batang padi kuning (Scirpophaga incertulas) Penggerek batang padi putih (Scirphophaga innotata) Penggerek batang padi jingga (Sesamia inferens) Penggerek batang padi bergaris (Chilo supresalis) Ngengat dewasa penggerek batang aktif pada malam hari dan siklus hidup keseluruhan sekitar 40-70 hari, tergantung jenisnya. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengendalikan hama ini: FASE PRATANAM Sanitasi lingkungan Penyabitan tanaman padi serendah mungkin sampai permukaan tanah pada saat panen Penggenangan petakan dengan air setinggi 10-15 cm pada lahan bekas serangan selama 1 minggu Pengolahan tanah di percepat Lakukan penundaan penebaran benih, kurang lebih 10 hari setelah puncak penerbangan ngengat penggerek batang atau setelah pengolahan tanah selesai seluruhnya FASE PERSEMAIAN Lakukan pengelompokan persemaian Pengamatan secara berkala (mingguan) dan lakukan pengumpulan kelompok telur di persemaian Jika terlihat penerbangan imago/ngengat penggerek batang pada sore hari, lakukan penangkapan dengan lampu perangkap pada malam harinya (lampu patromak/lampu lain yang dikombinasikan dengan pemasangan bak penampang yang telah di isi oleh minyak/detergen) Aplikasi insektisida karbofuran apabila terjadi gejala serangan penggerek batang yang mengkhawatirkan di persemaian Musnahkan tanaman yang menujukan gejala sundep FASE VEGETATIF Pada fase ini gejala serangan penggerek batang padi biasa disebut sundep, untuk mengatasi gejala sundep, adapun langkah-langkah yang dapat di lakukan sebagai berikut: Tanam serempak meliputi satu hamparan Musnahkan tanaman yang menunjukan gejala sundep. Penangkapan ngengat dengan lampu perangkap jika masih terlihan ada penerbangan ngengat pegerek batang Aplikasi insektisida jika serangan sundep telah melampaui ambang ekonomi/pengendalian (10%) Lakukan pengendalian korektif dengan menggunakan insektisida efektif yang di ijinkan secara spot treatment/hanya ditempat serangan FASE GENERATIF Pada fase Generatif gejala serangan biasa disebut beluk, untuk mengatasi gejala beluk, adapun langkah-langkahnya : lakukan pecabutan/pemusnahan tanaman yang menujukan gejala beluk, di harapkan dapat menekan intensitas serangan dan populasi larva yang akan menjadi ngengat. PEMANFAATAN MUSUH ALAMI Beberapa parasitoid telur diketahui ditemukan dilapangan di antaranya : Tertrastichus schoenobii Telenomus rowani Trichogramma japonicum PENGGUNAAN PESTISIDA (Insektisida) Langkah pertama sebelum aplikasi pestisida adalah pengamatan petakan/lapangan, jika di temukan intensitas serangan/poulasi penggerek batang padi telah mencapai ambang pengendalian, biasanya menggunakan pestisida yang memiliki cara kerja sistemik. Penggunaan insektisida bisa menggunakan bahan aktif karbofuran, bensultap, bisultap, karbosulfan, dimehipo, amitraz atau fipronil. .............................. SUMBER https://8villages.com/full/petani/article/id/5a4dfead0687634e35c621df Tahun Penerbit : 4 Januari 2018 Judul : Hama Penggerek Batang Padi dan Cara Pengendaliannya PENULIS Nama : Searty Ningsih Mangoli, SP Instansi : Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Utara